Senin, 16 Mei 2016

Tanda - Tanda Membeli


Beberapa pendapat mengatakan orang membeli disebabkan oleh kualitas dari barang atau jasa yang ditawarkan, harga barang atau jasa yang ditawarkan, dan orang atau tenaga penjualnya yang menawarkan barang atau jasa tersebut. Nah, untuk lebih memastikan ketertarikan calon konsumen akan barang atau jasa yang ditawarkan oleh tenaga penjual, maka tenaga penjual tersebut sedikit banyak harus memahami tanda-tanda membeli dari calon konsumen yang biasa terpancar saat terjadi komunikasi penjualan atau sedang berlangsungnya tansaksi penjualan antara tenaga penjual dan calon koinsumen.

Tanda-tanda membeli ( Buying Signal ) yang dimaksudkan disini adalah tingkah laku, gerak gerik, sikap, dan perkataan calon konsumen yang cenderung memiliki perhatian, ketertarikan, dan minat untuk membeli. Biasanya tanda-tanda membeli ini kalau saja seorang Tenaga Penjual dapat dengan jeli dan cermat memperhatikannya,  sangat membantu sekali dalam mengclosing atau menutup penjualan dangan baik dan dengan waktu yang relatif singkat.

Bila tanda-tanda ini muncul seorang Tenaga Penjual yang handal dapat langsung memanfaatkannya, dan membuat kemasan komunikasi penjualan yang ramah, menarik, menyenangkan, menyakinkan, menjaga mood atau situasi keinginan membeli calon konsumen, dan memberikan kepercayaan diri pada calon konsumen, sehingga mendorong calon konsumen untuk segera melakukan closing atau menutup penjualan.

Ada beberapa bentuk tanda-tanda membeli, sebagai berikut :
  1. Bola Mata atau hitam mata calon konsumen membesar. Perhatikan pada saat  menjelaskan lihat bola matanya, bila hitam matanya berkembang bererti calon konsumen sudah mulai tertarik. Bila biasa saja berarti belum tertarik, dan bila hitam matanya mengecil berarti kurang dan tidak tertarik
  2. Postur tubuh, yaitu calon konsumen mencondongkan badanya. Postur tubuh yang tadinya atau berdiri tegak, kemudian mulai agak condong dan mengarah kearah Tenaga Penjual.
  3. Posisi berdiri semakin mendekat. Pada saat awal Tenaga Penjual menjelaskan mungkin posisi calon konsumen agak jauh, tiba-tiba semakin mendekat.
  4. Ketika calon konsumen sudah mulai bertanya-tanya.
  5. Memegang dan menyentuh produk atau brosur yang kita tawarkan.
  6. Perhatian dan keseriusan calon konsumen bertambah, kalau sebelumnya calon konsumen terlihat acuh tak acuh, setelah kita jelaskan mulai serius untuk memperhatikan dan lebih seksama mendengarkan lebih baik lagi, menghentikan pekerjaanya, ketika calon konsumen sedang merokok ia mematikan rokoknya, meletakan barang yang dipegangnya, ini berarti calon konsumen memiliki minat untuk membeli.
  7. Ketika calon konsumen memegang saku atau kantong celananya, serasa sambil berpikir dan menghitung-hitung, jelas sekali bahwa calon konsumen ini akan membeli barang yang kita tawarkan.
Tanda-tanda membeli yang diisyaratkan calon konsumen ini, tentunya masih harus diolah sedemikian rupa dengan juga memperhatikan keinginan-keinginan lainnya yang muncul dari pembicaraan calon konsumen, untuk itu sebagai tenaga penjual harus juga memenuhi keinginan-keinginan calon konsumen dengan memperlakukannya secara ramah, baik, sopan, menyenangkan, dan semenarik mungkin.

Selamat Sukses Dalam Menjual ....


Pribadi Yang Matang

Pribadi yang matang atau kematangan pribadi adalah suatu pribadi yang melekat pada diri orang-orang yang sudah meraih keberhasilan atau kesuksesan. Contohnya : Para pengusaha yang telah berhasil membuat perusahaannya besar dan berkembang serta mendapatkan keuntungan yang luar biasa besarnya, dan memiliki jumlah karyawan yang realtif cukup banyak dan penghasilan karyawannya cukup baik.Contoh lainnya adalah  seorang tenaga penjual yang setiap hari capai target dan setiap bulannya selalu mencapai over target atau prestasinya diatas rata-rata target yang telah ditentukan.

Ciri-ciri orang yang telah memilki pribadi yang matang adalah pribadi yang selalu yakin dan selalu optimis, bahwa apa yang di impikannya, diinginkannya, direncanakannya, dan dicita-citakannya dapat dengan mudah dicapai. Contoh: Seorang Tenang Penjual menginginkan setiap hari mendapat 3 realisasir, bila Tenaga Penjual tersebut memiliki pribadi yang matang, maka akan dengan mudah untuk mendapatknnya.

Hal tersebut dapat terjadi, karena seorang Tenaga Penjual yang memiliki pribadi yang matang, memiliki ketetapan hati yang kuat, kokoh, dan ketegaran tanpa batas dalam meraih apa yang diinginkannya , dan ikhlas atau rela melakukan tindakan-tindakan yang benar sesuai dengan pemikirannya sendiri dan bukan hanya ikut-ikutan.  

Untuk mendapatkan pribadi yang matang adalah kita harus belajar, belajar, dan terus belajar, lalu mencoba, mencoba, dan terus mencoba, selanjutnya adalah kita harus menempa, menempa, dan terus menerus menempa diri kita sendiri secara konsisten.


Kepribadian dan pribadi yang matang ini menjadi kan kita memilki tingkat kekuatan dan kemandirian yang kuat, untuk selalu mencapai keinginan yang kita inginkan dapat dengan mudah dan cepat tercapai. Contohnya : Untuk mendapatkan satu realisasi penjualan, seorang Tenaga Penjual, biasanya setelah 3 jam bekerja melakukan penawaran door to door, tapi bagi mereka yang memilki kepribadian yang kuat dalam 3 jam bekerja mereka bisa mendapatkan dua sampai tiga realisasi penjualan dan dalam satu hari dapat dipastikan yang didaptkanya rata-rata diatas dua realisasi, bisa 3, 4, dan 5 bahkan lebih, dan realisasi pencapain targetnya pasti diatas rata-rata target yang telah ditetapkan.


Salam Sukses Selalu ...

Menciptakan Lingkungan Bersih, Sehat, Dan Indah

Menciptakan Lingkungan  Bersih,  Sehat, dan Indah

Jakarta sebagai ibu kota Negara Republik Indonesia, sudah sewajarnya lah memiliki lingkungan kehidupan yang  bersih, sehat, dan indah,  apalagi sebagai pintu gerbang masuknya para tamu negara ataupun wisatawan manca negara yang mengunjungi kenegara tercinta kita ini. Lingkunagan bersih sehat dan indah ini terkait  dengan keadaan yang bebas dari kotoran, sampah, dan bau , sehingga tidak menjadi sumber terjangkitnya penyakit dan Keindahan Kota.

Pemerintah melalui pemerintahan Daerah Khusus Ibu kota Jakarta (DKI JAKARTA), sudah melaksanakan segala upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan indah, mulai dari pembersihan  sungai- sungai yang berada  dan melintas di tengah kota dari kumpulan-kumpulan sampah, pelebaran bibir sungai, pendalaman sungai , sehingga tidak banjir pada saat turun hujan, sampai pada penggusuran daerah-daerah yang dianggap kumuh, kotor, dan jorok, untuk dibangun dijadikan taman hijau kota yang bersih, sehat, dan indah.

Pemerintah DKI juga merekrut banyak karyawan di bidang kebersihan, yang di kenal dengan pasukan “Orange” sebagai bentuk komitment menciptakan lingkungan hidup kota DKI Jakarta menjadi kota yang bersih, sehat, dan indah. Serta penggusuran daerah-daerah yang dianggap kumuh dan tidak cukup layak menjadi tempat tinggal di lakukan penggusuran, serta penduduk yang menempatinya direlokasi dengan menyiapkan perumahan yang layak huni.

Untuk menjaga lingkungan kota DKI Jakarta yang bersih, sehat, dan indah ini, semata-semata bukan hanya tanggung jawab pemerintah DKI Jakarta saja, tetapi seluruh masyarakat yang bermukim dan tinggal di kota DKI Jakarta ini khususnya, dan juga seluruh rakyat bangsa Indonesia. Mengingat kota DKI Jakarta, selain sebagai pintu gerbang masuknya orang asing dari manca negara, juga merupakan citra diri rakyat dan bangsa Indonesia.

Salah satu faktor penyebab kurang bersihnya lingkungan hidup, disebabkan kesadaraan masyarakat  akan arti pentingnya kebersihan sangat rendah sekali, coba saja kita lihat sampah menumpuk di sungai-sungai, karena mereka lebih senang buang sanpah di sungai dari pada ditepatnya , juga bukan itu saja dijalan-jalan terutama di temapat-tempat umum sampah juga banyak ditemui berserakan, dan yang paling fantastis adalah mereka yang katanya orang kaya dan terpelajar, terlihat membuang sampah melalui kaca kendaraan yang dikemudikannya. Kesadaran akan kebersihan di dalam masyarakat bangsa Indonesia baik yang berstatus rendah, menengah dan atas,  masih sangat rendah, contoh yang terlihat jelas masyarakat menengah keatas, ketika kendaraannya masuk jalan tol, lihatlah struck pembayaran di buang begitu saja sehingga jalan tol kotor dengan struck pembayaran yang berceceran dimana-mana, sehingga merusak pemandangan dan juga menyusahkan  petugas kebersihan di sana.

Untuk mengatasi rendahnya kesadaran masyarakan DKI Jakarta, Khususnya, telah membuat peraturan siapa yang kedapatan membuang sampah sembarangan didenda berupa bayar sejumlah uang atau membersihkan sampah yang ada di sekitarnya. Ini adalah langkah yang baik untuk menimbulkan kesadaran akan pentingnya kebersihan untuk kepentingan bersama.

Demi untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah, maka kita sebagai individu perlu melakukan tindakan-tindakan yang nyata sebagai berikut;

1. Kita harus sebagai contoh untuk orang lain. Dirumah, kita bisa menjelaskan kepada adik kita, kakak kita dan juga kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, bahwa menjaga kebersihan itu sangat penting artinya. Beri contoh untuk membuang sampah pada tempatnya. Sediakan tempat sampah secukupnya. Setiap satu minggu sekali kita bisa mengajak keluarga kita melakukan kerja bakti bersih-bersih di dalam rumah dan lingkungan rumah.

2.  Disekolah, di kampus di kantor kita bisa mengajak teman-teman untuk melakukan kegiatan kerja bakti bersama membersihkan lingkuangan sekolah, lingkungan kampus, lingkungan kantor atau berkoordinasi dengan bapak dan ibu guru, bapak dan ibu dosen, ibu dan bapak pimpinan di kiantor. dan bisa juga melibatkan kepala sekolah, Rektor, dan  kepala kantor, atau CEO atau pemilik perusahaan

3. Dilingkungan tempat tinggal, kita bisa mempengaruhi teman-teman kita untuk selalu menjaga kebersihan dengan cara membuang sampah pada tempatnya, dan bisa juga menjadi plopor gerakan bersih-bersih di lingkungan Rukun Tetangga (RT) di tempat kita tinggal. Seperti  kerja bakti bersama  membersihkan tempat pembuangan sampah, membersihkan tempat ibadah, taman, dan jalan yang ada dilingkungan tempat tinggal kita. Memperbanyak tempat pembuangan sampah di lingkungan kita, dan membuat slogan-slogan yang ditempel dipapan pengumuman tentang artinya kebersihan bagi kesehatan bersama, dan lain-lain.

4. Ajak aparat Rukun Tetangga, Ketua RT setempat dan stafnya untuk selalu peduli dengan kebersihan lingkungan, dengan membuat kerja bakti yang terjadwal, dan akomodasi secukupnya, contohnya untuk membayar seseorang untuk dijadikan petugas kebersihan dengan member imbalan setiap bulannya.

Lingkungan yang bersih, sehat, dan indah akan membuat lingkungan tempat kita tinggal menjadi nyaman dan sangat baik untuk kesehatan masyarakat, mencegah timbulnya sumber penyakit , seperti penyakit demam berdara, penyakit diare, muntah berak dan lain-lain.

Dengan mengsosialisasikan arti pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan indah dengan cara penyebaran dari mulut-kemulut, memungkinkan akan adanya perhatian warga atau masyarakan untuk melakukan kebersihan lingkungan secara terjadwal.

Akhirnya kegiatan melakukan kebersihan bersama menjadi suatu kebiasaan bersama dan tumbuhlah budaya hidup dalam menjalani hidup bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Bumi dan udara merupakan tempat dimana kita bisa hidup, dan sebagai rumah tinggal kita,  bumi dan udara yang bersih merupakan asset bagi hidup dan kehidupan kita sekaligus bagi makhluk hidup lainnya.


Selamat Bekerja Membersihkan Lingkungan hidup kita…..







Passion

Sering kita mendengar kata Passion, sebenarnya apa sih sebenarnya arti Passion ? Pengertian Passion menurut litelatur kamus bahasa Inggris adalah Kata benda, 1. Nafsu ; bernafsu bekerja. 2. Kegemaran pada (for) to have a passion for work, (keinginan besar, kegemaran pada sesuatu ). Menurut hemat penulis passion merupakan dorongan hati yang kuat untuk melakukan sesuatu atau untuk mengerjakan sesuatu. Dorongan yang kuat ini berkaitan dengan kegairahan akibat kegemarannya atau kesukaannya pada sesuatu atau pada apa yang akan dan sedang dikerjakannya.

Salah satu contoh,  bila  kita pernah mengamati seseorang yang sedang bermain golf atau yang lainnya, bila kita amati dan perhatikan, terlihat begitu mereka bergairah sekali, padahal udara panas sekali, dan mereka yang bermain mampu bermain berjam-jam tanpa adanya rasa capek atau ngedumel atau berkeluh kesah dengan udara yang panas. Kenapa bisa ? Hal ini karena mereka adalah hobby atau penggemar dan atau menyukai, menyenagkan bahkan mencintai olah raga golf, sedangkan bagi kita atau orang lain tidak bisa melakukannya, karena memang tidak menyukai olah raga golf. Bahkan akan berucap: "Ngapain siang-siang main golf, panas dan hanya mukul-mukul bola kecil masukin ke lobang."  Jadi dapat disimpulkan bahwa siapapun orangnya bila telah menyukai pekerjaannya akan mengerjakannya dengan sepenuh hati, ikhlas dan mampu mengerjakannya berjam-jam atau waktu yang panjang untuk memperoleh hasil sesuai dengan keinginannya dengan tidak merasakan keletihannya.

Seberapa pentingkah passion dalam kehidupan kita sehari hari ? Menurut hemat penulis, passion sangat penting bagi hidup dan kehidupan kita, karena salah satu manfaatnya adalah kita bisa meningkatkan atau mendongkrak kinerja kita bila kita sebagai karyawan, bila kita sebagai pengusaha atau pemilik perusahaan, kita memiliki kecenderungan atau dorongan yang kuat untuk selalu mengejar dan mengembangkan usaha yang kita miliki dan sangat bergairah sekali dalam menciptakan keuntungan perusahaan,  bagi seorang pelajar dan atau mahasiswa akan selalu cenderung bergairah dalam belajar dan akan secepat mungkin dapat menyelesaikan sekolahnya atau kuliahnya dengan nilai yang baik.

Menurut hemat penulis setiap manusia atau setiap orang memiliki passionnya sendiri-sendiri, lalu apa yang dilkukannya, yang harus dilakukannya adalah mencari, menemukan, dan membawanya dalam hidup dan kehidupannya sehari-hari, masalahnya adalah bagaimana cara mencari dan menemukan passion diri sendiri ?

Ciri-Ciri Orang Yang Tidak Memiliki Passion Dalam Bekerja Dan Atau Berusaha
1. Tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam bekerja dan atau berusaha
2. Selalu mengeluh, memiliki banyak alasan, dan berkeluh kesah dalam bekerja atau melakukan sesuatu
3. Menghitung untung dan rugi, contoh : "Saya di gaji sekian, maka saya bekerja sekian juga."
4. Banyak mengaso atau sebentar-bentar istirahat.
5. Bosan atau bosanan dalam bekerja dan atau berusaha, tidak tetap dan selalu berubah-rubah
6. Tidak pernah mencapai target atau tujuannya yang telah di rencanaknnya
7. Bekerja sebatas yang di gaji atau dibayar, tidak pernah mau berkorban sedikitpun
8. Tidak pernah dan tidak akan mencapai prestasi di bidang apapun
9.Bekerja tidak fokus atau asal selesai saja, tidak pernah berkerja dengan hasil terbaik
10. Tidak benar-benar menyukai pekerjaannya, bekerja sekedarnya tidak secara totalitas

Ciri-Ciri Orang Yang Memiliki Passion Dalam Bekerja Dan Dalam Berusaha
1. Tidak pernah sama sekali merasa bosan terhadap pekerjaan dan usaha yang sekarang dilakukan atau dijalankannya. Contoh : Seorang tenaga penjual yang memiliki passion atau bekerja dengan passionnya, mereka secara  konsisten melakukan pekerjaannya sampai mereka mencapai target bahkan over target terus menerus setiap bulannya, sampai mereka menjadi orang yang sukses dan hidup sesuai dengan cita-citanya.
2. Untuk mencapai target penjualan atau pekerjaan yang telah ditentukan atau usaha yang sedang dirintisnya, mereka rela mengorbankan segala apa yang dimilikinya walaupun harus kehilangan segala-galanya. Contoh; mereka mengorbankian pikiran, tenaga, waktu, bahkan harta bendanya dan bahkan jiwa dalam mencapai dan atau menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang diamanahkannya atau yang telah menjadi tanggung jawabnya dan atau usaha yang telah dirintisnya. Bila mereka adalah tenaga penjual, terlebih dahulu mereka berani mengorbankan uang pribadinya atau harta benda miliknya, bukan hanya sekedar waktu, jiwa  dan tenaganya saja, demi untuk mengejar target penjualan yang ada dihadapannya.
3. Bekerja atau melakukan sesuatu dengan tulus dan ikhlas, tidak atas paksaan dari siapapun. Apapun yang dilakukan dan bagaimanapun hasilnya itu adalah karyanya, yang dapat diberikan dengan bekerja secara ikhlas. Contoh : Mereka tidak pernah menunjukkan diri bahwa saya bekerja dengan sudah banyak berkorban, saya yang capek dan sebagainya, kalau kita bekerja ikhlas bila kita masih mengeluh dan mengatakan : "sayalah yang banyak bekorban dan membantu..." itu namanya beluk bekerja secara ikhlas.
4. Bekerja dan atau melakukan sesuatu, mereka yang bekerja dengan passionnya tidak pernah menghitung laba rugi dari kegiatan atau aktivitas yang di lakukan, seberapapun gaji atau upah atau honor yang dia peroleh, atau bahkan tidak dibanyarpun, mereka bekerja dengan penuh gairah, fokus, dan memberikan yang terbaik dan mnegerjakan dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
5. Mereka yang bekerja dengan passionnya benar-benar sangat menyukai pekerjaannya bahkan mencintainya, sehingga berapa lamapun mereka bekerja, dan berapa sulit dan kerasnya mereka bekerja, mereka tahan untuk terus bekerja dalam jangka waktu yang lama atau lembur beberapa jam pun dilakuknnya dengan tidak merasa lelah. Contoh : Seorang Tenaga Penjual demi untuk mengejar target penjualannya mampu bekerja 12 Jam sehari bahkan lebih, dan mereka tidak mengeluh merasa capek.
6. Mereka yang bekerja  dengan passionnya setiap saat, setiap kesempatan, dan dalam situasi serta kondisi apapun selalu memikirkan bagaimana mewujudkan atau merealisasikan pekerjaannya atau usahannya dan atau tujuan yang diinginkannya. Tidak akan pernah berhenti untuk berpikir sampai tujuan yang diinginkannya tercapai. Contoh Seorang Tenaga Penjual bulan ini harus mencapai double target, maka stiap hari terus menerus mereka akan memikirkan cara bagaimana mencapainya, dan selama belum tercapai  double target atau target 200 % mereka tidak pernah mau berhenti memikirkan untuk mencapainya.
7. Mereka yang bekerja dengan passion selalu berusaha sekeras mungkin melakukan hal yang terbaik dan menyajikan hasil yang baik juga. Setiap hari di jadikanlah sebagai pelung untuk bekerja lebih baik lagi, mereka bergairah dengan selalu menjadikan setiap hari adalah hari yang baru dan harus disis dan dilewati dengan bekerja sebaik mungkin dan hasil seoptimal mungkin.
8. Mereka yang bekerja dengan passion tidak pernah berubah-rubah, mereka selalu memegang teguh prinsip yang telah di canangkan dalam dirinya pada situasi dan kondisi apapun
9. Mereka yang bekerja dengan passion selalu berusaha melakukan pekerjaannya atau usahanya dengan benar dan tidak pernah mau menyimpangkan aturan-aturan yang sudah ada dan harus dipatuhinya.
10. Mereka yang bekerja dengan passion, tidak pernah mengenal rasa takut dan malas untuk melakukan pekerjaannya dan kewajibannya sampai mendapatkan hasil yang telah ditentukan.

Kesimpulan yang dapat kita ungkapkan dari uraian diatas adalah passion merupakan satu bentu dari kekuatan yang kita miliki (orang biasanya menyebut Energi atau power), dan kekuatan ini akan muncul bila kita memang benar-benar sangat menyukai apa yang kta kerjakan, dan bahkan sangat menyenangi atau mencintai, sehingga akan berdampak atau membuat diri kita termotivasi untuk setiap saat semangat penuh gairah, untuk melakukan pekerjaan atau usaha dengan rasa senang hati, tanpa paksaan, bahkan dengan suka rela atau ikhlas mengerjakannya tanpa iming-iming meminta imbalan dan  atau tanpa imbalan sedikitpun.

Cara Bagaimana  Bekerja Atau Melakukan  Pekerjaan Dan Atau Sesuatu Dengan Passion 
1. Menyukai, menyenagi dan atau mencintai pekerjaan. Mulanya memang kita tidak menyukai, menyenagi  , mencintai pekerjaan kita, tapi kita harus berusaha menyukai, menyenangi dan mencintainya. Contoh : Awalnya saya tidak menyukai, menyenangi, bahkan mencintai pekerjaan menjadi tenaga penjual atau Salesman, tapi saya berusaha menyesuaikan kondisi saya dengan pekerjaan menjual, dengan cara mencoba dan mencoba terus untuk menyukainya, dan menyenaginya dan akhirnya saya terbiasa dengan pekerjaan menjadi seorang tenaga penjual dan mencintainya hingga sekarang, dan terus melakukan penjualan sampai saat ini.
2. Sesegera mungkin kita memeriksakan diri kita dan menjawab pertanyaan sebagai berikut :"Apakah yang saya kerjakan ini adalah pekerjaan yang benar-benar saya sukai, sayangi, dan saya cintai ... ? Bila jawabnya iya, periksalah minat dan niat kita untuk mewujudkan tujuan hidup kita melalui pekerjaan kita ini. Bila jawabnya tidak, berusahalah menyukainya, menyenaginnhya, dan mencintainya, bila tidak bisa juga pergi atu keluarlah untuk mencari pekerjaan, atau kegiatan, atau aktivitas lain yang dapat kita sukai, senangi, dan cintai.
3. Buat dan rencanakan tujuan hidup kita yang benar-benar kita sukai, minati, dan gemari,  dan pastikan telah disusun dan di jabarkan cara-cara  atau langkah-langkah untuk mewujudkannya. Biasanya passion akan muncul bila hal ini sudah ada, jelas dan terinci.
4. Belajar, belajar, dan belajar, perluas wawasan dan tingkatkan kemampuan melalui belajar baik dari membaca buku dan berbagi dari orang lain, sehingga akan muncul passion kita seiring dengan bertambah
nya wawasan, pengetahuan, dan kemampuan kita.
5.Bekerjalah dan atau berusahalah dengan totalitas jangan setengah-setengah, karena hasilnya juga akan setengah-setengah, pusatkan pikiran atau tetap fokus terhadap apa yang sedang dikerjakan atau dilakukan.

Salam sukses selalu ....











Selasa, 03 Mei 2016

Rejeki di jemput, bukan dicari

 
Sebagaimana yang kebanyakan orang pahami, bahwa sebenarnya rejeki itu, sudah ada dan disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, tinggal bagaimana kita berusaha untuk mendapatkannya / menjemputnya, bukan berusaha untuk mencarinya. Contoh : Seorang Tenaga Penjual menawarkan barangn kepada calon konsumen,  Calon Konsumen itu adalah manusia yang berminat dan mau membeli barang yang kita tawarkan, pertanyaannya adalah: “Adakah calon konsumen dari sekian banyak orang atau masyarakat yang mau dan membeli barang yang kita tawarkan ?” 

Jawabnya pasti ada, jadi kita tidak perlu mencari lagi, tinggal bagaimana kita menjemput calon konsumen itu dengan cara menawarkan / menjual barang yang kita tawarkan, dan cara menawarkan barang kepada calon konsumen harus dan dapat dilakukan dengan sikap yang sopan, ramah, menarik, menyenangkan, semangat, mendengarkan calon konsumen berbicara dengan antusias, dan lain-lain, sehingga calon konsumen merasa sangat diperhatikan dan dilayani dengan baik, dengan cara seperti ini timbulah rasa tertarik calon konsumen, yang akhirnya menimbulkan minat untuk membeli, dan lalu membeli barang yang kita tawarkan.

Kita harus yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa, telah menyediakan rezeki kepada seluruh  makhluk ciptaan-NYa, termaksud manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, baik seluruh makhluk yang melata dan berjalan di muka bumi, maupun yang ada di udara dan di dalam laut yang paling dalam sekalipun, telah disediakan rezekinya masing-masing, sehingga bisa bertahan hidup.
Begitu pun semua bentuk bisnis yang dilakukan oleh semua orang di muka bumi ini, juga diberikan rezekinya masing-masing, dan untuk memilikinya harus dengan jalan usaha atau berusaha dengan baik dan benar. Contohnya: Mereka yang berbisnis menjual barang Elektronik dengan cara pembayaran tunai juga laku dan ada konsumennya, begitu juga mereka yang menjual barang Elektonik yang menjual dengan  pembayaran secara kredit juga laku dan ada konsumennya, ini mencerminkan keadilan sang pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Kesimpulannya adalah kita harus yakin seyakin-yakinnya, bahwa rezeki itu sudah ada dan disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, selanjutnya adalah bagaimana kita berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkannya dengan cara masing-masing, tentunya disarankan dengan cara yang baik dan benar.

Apabila yang kita yakinkan adalah rejeki itu dicari, maka dalam proses pencarian rezeki kita tersebut, bisa kita dapatkan dan bisa juga  tidak bisa kita dapatkan, karena kita mencari, jadi rezeki kita belum ada masih dicari, oleh karena banyak dari sebagian orang yang tidak menyakinkan hal ini, akibatnya mereka selalu mencari, dan kata mencari itu mengadung arti ketidak pastian bisa dapat dan bisa tidak. Contohnya: Seorang Tenaga Penjual hari ini mau mencari Order (rezeki), karena mau mencari order (rezeki) bisa dapat bisa tidak, akan tetapi kalau Tenaga Penjual itu yakin 100% bahwa order (rezeki) itu sudah ada, yaitu ada pada setiap masyarakat atau orang lain yang kita kunjungi yang kita sebut calon konsumen, dan Tenaga Penjual itu hanya berusaha menjemputnya  untuk mendapatkannya dengan cara menawarkan yang menarik,  baik dan benar, maka sudah dipastikan akan mendapatkan Order (rezeki) tersebut. Kita harus selalu ingat, bahwa sekecil kecilnya usaha yang kita lakukan, pasti akan ada hasil yang kita dapatkan sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Jadi rezeki itu memang sudah ada, tinggal bagaimana kita  berusaha / menjemput  untuk mendpatkannya.

Kita harus benar-benar yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa menjadikan kita untuk hidup didunia, dengan diberikan seperangkat rejekinya untuk kehidupan di dunia. Persoalannya adalah bagaimana cara kita mengusahakannya / menjemputnya untuk mendapatkan rezeki tersebut, seperti dengan rajinkah, penuh semangatkah, kerja keraskah, dengan seriuskah.


Senin, 02 Mei 2016

Meningkatkan Kinerja


Bekerja adalah melakukan aktivitas yang menghasilkan, umumnya menghasilkan materi atau uang. Untuk dapat melakukan pekerjaan dengan hasil yang optimal, tentunya setiap saat kita harus   meningkatkan wawasan, pengetahuan,  kemampuan atau keterampilan  untuk lebih memahami pekerjaan yang ada. Mengapa demikian, karena seseorang akan bertambah baik kinerjanya (hasil kerja), disadari atau tidak disadari, bila wawasan, pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya bertambah.

Untuk tujuan mendapatkan hasil yang optimal maka seorang Tenaga Penjual atau sipapun, harus terus-menerus meningkatkan wawasan, pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya, dengan demikian yang harus kita lakukan adalah :

Selalu belajar, dan belajar, jangan berhenti untuk belajar seumur hidup kita. Kunci keberhasilan atau sukses  yang paling fundamental (mendasar) adalah belajar. Orang yang berpendidikan tinggi bisa sukses, dan orang yang tidak berpendidikan tinggi juga bisa meraih sukses, akan tetapi hampir tidak mungkin dan sangat mustahil orang bisa meraih sukses tanpa proses belajar. Belajar itu tanpa batas, kita bisa belajar dari siapa saja dan dari mana saja, dan dimana saja, Contoh: Kita bisa belajar dari orang lain yang sudah berhasil melalui pengamatan dan berdiskusi, dan juga kepada orang yang tidak berhasil untuk sebagai masukan atau hikmah supaya kita lebih waspada jangan sampai tidak berhasil, kita juga bisa belajar dari pengalaman kita sendiri baik pengalaman yang baik maupun yang buruk, kita bisa belajar dimana saja, seperti diruangan yang ada AC-nya, disuatu tempat di warung kopi, di lapangan, dan dimana saja, tanpa harus terikat pada tempat yang ber-AC saja atau terikat pada satu tempat saja.

Evaluasi dan instropeksi diri terhadap hasil kerja. Melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan kita adalah langakah yang paling tepat untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kita menyelesaikan pekerjaan kita, apakah sudah sesuai dengan target yang ditentuka bahkan over target, atau jauh dibawah target. Hasil evaluasi ini dapat menyadarkan diri untuk memotivasi dan memacu untuk bekerja lebih baik lagi. Ada pendapat yang mengatakan melakukan instropeksi diri itu adalah “Merupakan perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan.” Ungakapan ini bermakna bahwa sulit bagi seseorang untuk melakukan evaluasi atau koreksi terhadap diri sendiri. Untuk itulah kita harus bisa melakukannya, karena dengan selalu melakukan instropeksi diri, banyak hal yang akan kita dapatkan, seperti masukan-masukan dari orang lain dapat membantu  menyadarkan diri kita, dan kita lebih memahami mengenai diri kita sendiri, baik kekurangan maupun kelebihan kita, sehingga akan lebih mudah bagi untuk melakukan perbaikan diri.


Bila dalam bekerja kita menghadapi kesulitan, hambatan, dan masalah, sebaiknya langkah pertama kita harus menenangkan diri dulu, baru kemudian pelajari masalah tersebut dan berusaha dengan sungguh-sungguh mencari solusi atau jalan keluar yang terbaik. Kita harus yakin bahwa setiap masalah atau kesulitan selalu diikuti oleh jalan keluarnya.

Kita harus menempakan diri pada situasi dan kondisi Kritis, sehingga kita selalu terpacu atau termotivasi setiap saat untuk melakukan yang terbaik, untuk bisa tetap bertahan dalam keadaan krits, bahkan bisa dengan baik keluar dari Kritis. Ini dimaksudkan agar kita bisa bersaing kepada diri kita sendiri, dan dapat melakukan perbaikan diri terus menerus. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, besok harus lebih baik dari hari ini.”

Menentukan sasaran atau target pribadi harus setinggi-tingginya, disesuaikan dengan kemampuan untuk mencapainya dan menentapkan waktu untuk mencapainya. Hal ini dapat membuat kita selalu tertantang dan menguji kemampuan diri kita sendiri. Begitu juga kita harus dapat memahami bahwa semakin besar sararan atau semakin tinggi target yang dapat kita capai, maka semakin banyak juga penghasilan yang kita dapatkan, sehingga kehidupan kita akan bertambah sejahtera.


Selamat meningkatkan Kinerja ......
 

T o t a l i t a s

Bagi seorang tenaga penjual yang selalu berkeinginan untuk menaikan hasil penjualannya dan tentunya berkaitan dengan pendapatannya, maka harus bertanya pada diri sendiri, sudah berapa besarkah kita melakukan pekerjaan kita sebagai tenaga penjual ? Tenaga penjual itu sendirilah yang bisa menjawabnya. Bekerja dengan hasil yang baik tentunya berkaitan dengan cara kerja yang dilakukan, contoh bila kerjanya setengah-setengah, dan mereka menginginkan hasil yang baik tidaklah mungkin. 

Bila ingin penghasilannya baik sesuai dengan keinginannya, maka mereka harus kerja dengan keras dan usaha yang sungguh-sungguh, serta totalitas.

Banyak pendapat dan banyak orang yang menyebut-nyebut kata totalitas di segala bidang perbuatan atau pekerjaan, apa sih sebenarnya totalitas itu ? Bagaimana mewujudkannya ? Nah,  penulis ingin berbagi mengenai pemahaman tentang totalitas dengan maksud tidak menyalahkan dan disalahkan. Menurut hemat penulis yang namanya totalitas adalah  melakukan sesuatu atau mengerjakan sesuatu dengan daya upaya 100 % dengan mengerahkan segala kemampuan terbaik yang dimilikinya untuk memperoleh hasil yang baik yang diinginkannya.

Jadi bila seorang tenaga penjual bekerja dengan totalitas, tidak adalagi pertanyaan-pertanyaan atau alasan-alasan, dan atau keluhan-keluhan dari dirinya, yang meragukan, contoh, targetnya telalu tinggi pak, saya tidak punya banyak waktu pak, bulan ini tidak mungkin pak, dan sebagainya. .Ini juga yang bisa menjadi indikator bagi seseorang yang bekerja dengan totalitas atau tidak, disamping dari indikator hasil yang didapatnya.

Bagainmana sih mewujudkan totalitas ? Menurut hemant penulis totalitas itu adalah akibat dari sebab, dan sebab dari totalitas adalah komitmen yang sangat kuat untuk mewujudkan mimpinya, cita-citanya, dan atau tujuan hidupnya. Contoh : Komitmen seorang tenaga penjual : " Menjual adalah pekerjaan saya. Inilah pekrjaan utama saya, saya yakin seyakin yakinnya, inilah pemberian Tuhan yang terbaik saat ini, dan saya yakin saya akan menjadi orang kaya raya." Bila saja komitment ini diucapkan dengan tidak pura-pura atau hanya dibibir saja, niscahya yang namanya totalitas akan muncul. Komitmen yang kuat akan menggerakan semangat juang yang tinggi yang stiap saat digunakan untuk mewjudkan mimpinya, cita-citanya, dan tujuan hidupnya.

Kesimpulannya : Totalitas itu terwujud dimulai dari mimpi, cita-cita, dan tujuan hidup yang kuat, sehingga memiliki alasan yang kuat dan menciptakan komitmen yang kuat untuk mewujudkannya, di sinilah totalitas akan muncul. Mau atau tidak, suka atau tidak suka, mencintai atau tidak mencintai pekerjaannya itu adalah efek lain dari mimpi, cita-cita, dan tujuan yang kuat dan koimitmen yang kuat untuk mewjudkannya, sehingga timbulah totalitas untuk mencapai dan wewujudkannya apa pun yang akan terjadi. Kata kuncinya adalah bila pekerjaan dan kegiatan apapun bila dikerjakan secara atau dengan totalitas yang tinggi, maka hasilnyapun akan baik dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.


Salam Totalitas ...