Senin, 29 Agustus 2016

Berubah atau Kalah, Tersingkir, dan Punah


Mengapa kita harus melakukan perubahan ? Apanya yang harus dirubah ? Satu-satunya yang abadi di dunia ini adalah perubahan, dan dunia atau kehidupan ini selalu berubah, oleh karena itu kita harus berubah, bila tidak kita akan dilindas oleh perubahan itu sendiri. Contoh : Kehidupan Zaman sekarang, berbeda dengan kehidupan tahun 1970 atau 1980, di ini kalau kita mengetik hanya pakai mesin ketik saja, kalau mau kirim surat lewat kantor pos saja dan membutuhkan waktu lama,  tetapi  saat sekarang, melakukan pekerjaan hampir seluruhnya menggunakan computer dan teknologi informasi (Internet, dan lainnya) yang begitu canggih, yang pada saat tahun 1970 atau 1980, belum ada dan belum mengenai teknologi secanggih sekarang ini, maka untuk bisa  mengikuti perubahan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan bisa menjalani kehidupan dengan baik , kita pun harus berubah, yaitu mau tidak mau, suka tidak suka kita harus belajar mengenai Komputer, dan teknologi informasi lainya bila tidak mau akan ketinggalan, dan ditinggal oleh kemajuan, dan akhirnya akan menjadi orang yang tidak mengerti apa-apa, sampai pada saat kita gagal dalam menjalan kehidupan karena kita tidak mau melakukan perubahan diri ini.
Untuk apa kita harus berubah ? Untuk melakukan perbaikan diri dengan cara melakukan perubahan sesering mungkin. Contohnya: Kalau ada hal-hal baru yang berkaitan dengan pekerjaan, hal-hal lain yang kita belum dan tidak mengetahui, sebaiknya kita berusaha untuk melakukan perubahan, segera belajar dan memahai hal-hal yang baru tersebut, cara yang lama segera kita tinggalkan, kalau tidak kita akan ketinggalan.
Cara yang paling mudah untuk berubah adalah
  1. Harus mau membuka diri ( membuka hati dan pikiran) terhadap perubahan yang ada di sekeliling kita. Contoh : kemajuan di bidang teknologi, pengetahuan, metode, sistem, dan atau cara-cara baru yang berkaitan dengan pekerjaan atau usaha kita.
  2. Berusaha untuk sedini mungkin atau secepat mungkin mengetahui, mempelajar, mengerti, dan memahami situasi serta kondisi perubahan yang akan dan tengah terjadi.
  3. Imajinjasikan dan selalu mengembangkan imajinasi kita pada satu kegiatan yang belum pernah kita lakukan, disamping kegiatan-kegiatan rutin yang kita lakukan sepanjang hari.
  4.  Berusaha untuk mewujudkan imajinasi kita tersebut sampai terlihat, tergambar dan terbentuk satu rencana tindakan yang nyata dan harus  dapat kita lakukan saat ini juga.
  5. Setelah terlihat bentuk rencana tindakan tersebut, segera laksanakan rencana tindakan tersebut yang tidak atau belum pernah kita lakukan sebelumnya selama ini.
Apapun profesi kita, siapun kita, dan bagaimanapun diri kita, kalau tidak mau berubah kita akan tersingkir, begitu juga seorang Tenaga Penjual harus benar-benar memahami perubahan yang terjadi kepada diri calon konsumen,Contohnya : Pada saat kemajuan sekarang ini, terutama kemajuan teknologi bidang informasi, menyebabkan  karakter dan pemikiran calon konsumen lebih kritis, selektif,  lebih cenderung hati-hati, dan banyak menggunakan  pertimbangan untuk membeli barang kebutuhannya, oleh karena itu Tenaga Penjual juga harus melakukan perubahan, seperti  cara untuk menawarkan, mempengaruhi, dan kemampuan bicara kita juga harus dirubah, sesuai dengan kondisi calon konsumen, yang pada saat tahun 70 dan 80-an,  karakter dan pemikiran calon konsumen tidak sekritis dan seselektif saat sekarang ini. Hal inilah tuntutan zaman bagi tenaga penjual, dengan terus berubah dan belajar tanpa henti menjadikan tenaga penjual bukan saja bekerja keras, tetapi juga bekerja cermat dan cerdas.


Salam  Sukses Selalu….

Kamis, 25 Agustus 2016

Menghadapi Calon Konsumen Yang Mengeluh


Seorang Tenaga Penjual dalam mejalankan tugasnya tentunya banyak mengalami hambatan-hambatan atau kesulitan-kesulitan, baik yang berasal dari dalam diri sendiri, maupun berasal dari luar dirinya sendiri, termasuk yang berasal dari calon konsumen.
Untuk mengatasi hal tersebut, seorang tenaga penjual haruslah memiliki kemampuan-kemampuan tertentu untuk mengatasinya. Berikut di bawah ini adalah cara seorang tenga penjual dalam mengatasi calon konsumen yang sering kali mengeluhkan atas barang atau jasa yang akan dimilikinya.
  1. Sebagai tenaga penjual harus dapat memahami keluhan calon konsumen dan menyambutnya dengan tenang, senyum, dan bersikap wajar serta mendukung seolah-olah menyetujui keluhan calon konsumen.
  2. Tenaga penjual harus dengan serius dan sungguh-sungguh dalam mendengarkan  keluhan-keluhan calon konsumen, sehingga tercermin bahwa tenaga penjual memiliki perhatian yang penuh terhadap calon konsumen.
  3. Jangan berdebat dan hindarilah perdebatan, kalau hanya mengakibatkan calon konsumen menjadi malu dan kehilangan muka di hadapan tenaga penjual atau orang lain.
  4. Cobalah berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenarnya yang diingini oleh calon konsumen.
  5. Berilah jalan keluar untuk dapat membuat kata sepakat dengan jalan memberikan penjelasan berupa usulan penyelesaian masalah.
  6. Apabila yang diungkapkan oleh calon konsumen adalah hal-hal yang yang besar dan bersifat prinsipil (“Contoh: saya ini pencinta merk ini dari nenek moyang saya, sampai ke anak cucu saya, saya sangat paham ini barang asli tapi palsu, kalau yang asli harganya tidak segini, pasti jauh lebih mahal.”). Apa yang di katakan calon konsumen ini tenaga penjual mengetahuinya bahwa ungkapan calon konsumen tersebut tidak benar dan tidak tepat, tenaga penjual jangan membantahnya, maka tenaga penjual dapat berkata ; “Oh, begitu ya, pak.”  Lalu dilanjutkan : “Wah, sampai sekarang banyak orang yang berpandangan serupa seperti bapak, dulu saya juga beranggapan seperti itu, sampai saya mendengar dan mendapatkan informasi bahwa……. lanjutkan dengan menjelaskan informasi penting tentang barang atau produk  atau selling point barang yang ditawarkan. Ucapan ini sangat penting diungkapkan oleh tenaga penjual, karena pada umumnya manusia akan memberikan reaksi senang pada saat mendengar kata-kata seperti “Ya, ya, benar.” Selanjutnya sebagai akibat rasa senang tersebut, biasanya calon konsumen tersebut cenderung mengiyakan penjelasan yang kemudian akan dikatakan oleh tenaga penjual.


Salam Sukses Selalu….

Bagaimana Caranya Calon Konsumen Menerima Tenaga Penjual Dengan Baik


Bagaimana agar tenaga penjual dapat diterima dengan baik oleh calon konsumen ? Berikut di bawah ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang tenaga penjual agar dapat diterima dengan baik oleh calon konsumen
  1. Bila tenaga penjual sedang berhadapan dengan calon konsumen,  yang diinginkan oleh pelanggan adalah “kehandalan” tenaga penjual dalam menawarkan barang yang ditawarkan. Oleh karena itu, Untuk menjadi tenaga penjual yang handal, tenaga penjual harus benar-benar memiliki pemahaman dengan baik terhadap barang atau jasa yang akan dijual, memahami pengetahuan tentang harga, memahami kekuatan-kekuatan dari barang atau jasa yang ditawarkan, memahami dan mengetahui keunggulan perusahaan, dan memahami cara-cara atau teknik menjual yang baik, benar, dan efektif.
  2. Bila tenaga penjual dapat menjelaskan dengan baik, benar, sopan, dan penuh keramahtamahan yang hangat, calon konsumen  akan bertambah kepercayaannya terhadap tenaga penjual, karena perhatian dan pelayanan yang lebih telah diberikan oleh tenaga penjual.
  3. Menjaga penampilan adalah hal yang mutlak harus diperhatikan, karena seluruh kegiatan penjualan yang dilakukan oleh seluruh tenaga penjual berawal dari apa yang nampak di mata calon konsumen. Jadi menjaga penampilan yang selalu ramah, penuh perhatian, dan pribadi yang menyenangkan amatlah sangat diperlukan, sehingga calon konsumen memiliki citra yang positif kepada tenga penjual.
  4.  Sigap, tangkas dan selalu tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh calon konsuemn, merupakan hal yang sangat diperlukan, sehingga kepercayaan calon konsumen terhadap tenaga penjual akan bertambah.
  5. Bertindaklah secara simpatik dan berikan perhatian dan pelayanan khusus dalam berhubungan dengan calon konsumen, sehingga mereka merasa bahwa tenaga penjual merupakan sahabat untuk berbagi dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
  6. Tebarlah pujian, senyuman, dan keceriaan yang tulus kepada calon konsumen terhadap apa yang ada , dipakai/dikenakan, yang dikatakan, apa yang dimiliki, dan apa yang  nampak dan wajar untuk diberikan pujian. Hal ini penting dilakukan oleh tenaga penjual, karena pujian merupkan alat manajemen yang murah harganya dan cenderung efektif untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.
Salam Sukses Selalu…

Kamis, 14 Juli 2016

Orang Kaya

    
Sejak penulis, masih duduk di bangku sekolah dasar, sering mendengar kata-kata seperti ini ; “ Eh, hati-hati dia anak orang kaya.” Setelah lulus sekolah dasar ketika duduk di bangku sekolah Menengah Pertama, supir angkot mengumpat seperti ini  “Dasar orang kaya, sabar lo … gue tahu gue orang miskin, belagu amat sih lo, ketika sedang memutar angkotnya, dan ada mobil sedan membunyikan klaksonnya beberapa kali.” Waktu duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, teman penulis ngomong seperti ini, “Enak ya jadi anak orang kaya, ke sekolah naik mobil. Uang jajannya banyak. Kalau liburan jalan-jalan ke luar negeri. ”  Sudah tamat sekolah, ibu penulis berkata seperti ini, “Emang kamu anak orang kaya mau kuliah di swasta ? Mahal bayarnya. Kalau ngga bisa masuk Universitas Negeri ngga usah kuliah.”


Jauh di dalam lubuk hati penulis bertanya, apakah saya bisa jadi orang kaya ya. Orang kaya adalah orang yang banyak duitnya sehingga mereka bisa memenuhi semua kebutuhannya dangan membeli atau membelanjakan uangnya yang banyak tersebut, seperti rumah yang bagus, mobil yang mewah, sepatu bermerk, dan lain sebagainya. Kemudian timbullah di benak penulis, bagaimana caranya agar bisa menjadi kaya raya dengan memilki uang yang banyak.

Sepanjang perjalanan hidup penulis sampai detik ini, penulis tidak berhasil menjadi kaya raya dengan banyak uang yang melimpah ruah, tapi penulis hanya dapat hidup sederhana saja dan cukup untuk menghidupkan seorang istri dan tiga orang anak, dan menyekolahkan mereka, yang jelas, penulis tidak pernah terjerat atau berhutang uang dalam jumlah tertentu karena kekurangan untuk memberi nafkah lahir dan bathin kepada keluaraga.

Menurut hemat penulis orang kaya adalah

1. Orang yang tidak punya hutang, tapi pandai mengelola hutang.  Mereka adalah orang yang mampu mengembangkan uang yang diperolehnya dari hasil hutang, contoh hutang dari sebuah Bank, mereka gunakan untuk modal berusaha, sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih banyak atau dari besarnya angsuran sebagai kewajiban kepada pihak bank.

2. Orang kaya punya tabungan dan atau investasi, dari hasil mereka berusaha dan atau bekerja mereka tabungkan  sebagian atau setengahnya, contoh penghasilan mereka 100 juta, lima puluh atau dua puluh lima juta mereka tabung sebagai investasi, setelah banyak biasanya mereka investasikan lagi ketempat lain, misalnya membeli sebidang tanah, membuat rumah kontrakan atau villa, atau bermain di bursa saham, dan atau membangun usaha lainnya.

3. Orang kaya pandai menghitung dan menggunakan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, contohnya mereka mampu hidup hanya lima puluh persen atau tujuh puluh lima porsen dari penghasilannya, tapi mereka punya tujuan lain yang lebih bermanfaat. Mereka selalu konsisten untuk hidup hemat, dan menabungkan sisa penghasilannya secara konsisten, serta selalu melaksankan moto : “Boros pangkal miskin, hemat pangkal kaya.

4. Orang kaya adalah orang yang bekerja keras, tekun, hemat, dan terutama disiplin.  Sikap inilah yang mendasari mereka menjadi orang kaya. Mereka paham betul, bahwa tanpa sikap hidup yang mereka miliki seperti di atas tidak akan pernah menjadi orang kaya.

5. Orang kaya dengan kekayaan yang mereka miliki, dari hasil yang baik dan benar, mereka bisa menggunakan ke hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, seperti menjadi donatur kegiatan-kegiatan sosial keagamaan, menyekolahkan anaknya dan ponakannya atau siapa saja yang mereka inginkan ke jenjang yang lebih tinggi, menyantuni anak yatim piatu, orang jompo, menyenangkan orang tuannya, seperti memberikan rumah, kendaraan dan lain-lain, dan atau memberangkatkan ibadah ke tanag suci, dan lain sebgainya.

6. Orang kaya yang tidak sombong dan tidak kikir, serta selalu melaksanakan ketentuan pemerintah dan ketentuan agamanya, dapat dipastikan kekayaannya akan terus bertambah dan bertambah terus, oleh karena mendapat berkah atas perbuatan yang baik dan positifnya membantu orang lain atau bermanfaat bagi orang lain dan banyak orang.

Kesimpulannya menurut hemat penulis adalah menjadi orang kaya adalah soal yang mudah, karena tidak berkaitan dengan seberapa banyak uang atau rejeki yang kita peroleh baik harian, mingguan atau bulanan, tapi seberapa banyak uang yang kita sisikan dari penghasilan kita untuk menabung sebagai investasi,(ini kita jadikan menjadi kebiasaan dalam hidup kita) dan yang kemudian investasi dari uang yang kita tabung tersebut kita kelola dengan baik dan benar untuk memperoleh sumber penghasilan baru. Mereka bekerja keras mengelola invertasi ini, hemat dalam membelanjakan uangnya, tekun dalam berusaha dan terutama disiplin. Kesuksesan dan atau keberhasilan tidak akan tercapai tanpa disiplin.

Salam menjadi Oarang Kaya dan Sukses Selalu.




Rabu, 13 Juli 2016

U A N G


Setiap orang di seluruh dunia pasti mengenal yang namanya uang, dari anak-anak sampai kakek-kakek, begitu juga dengan kegunaan dari uang tersebut. Timbul pertanyaan mengapa uang selalu dicari orang, atau kenapa orang membutuhkan uang ? Jawabnya tentu mudah karena dengan uang kita bisa memenuhi kebutuhann hidup kita. Bernarkah ? Satu sisi memang benar, disisi lain masih kurang, karena kebutuhan hidup manusia itu bukan hanya kebutuhan yang sifatnya fisik atau jasmani, tapi juga kebutuhan rohani, yang tidak bisa digantikan oleh uang.

Penulis pernah mendengar buat apa cari uang banyak-banyak uang tidak dibawa mati. Benar kah pernyataan tersebut ? Benar memang uang tidak di bawa mati, tapi uang untuk orang yang hidup, yaitu istri atau suami atau anak-anak yang kita tinggalkan, lebih jauh uang yang kita miliki juga dapat berguna bagi kita, Contoh bila kita telah di panggil Tuhan, uang yang kita miliki diberikan atau sedekahkan kepada orang yang membutuhkan dengan atas nama kita, atau membantu pembangunan rumah ibadah dan atau digunakan membangun tempat ibadah, maka kebaiknya masih bisa kita rasakan. Jadi kesimpulannya selama kita hidup carilah uang sebnayak-banyaknya tanpa batas, asalkan dengan cara yang baik dan benar serta di ridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam hidup dan kehidupan uang adalah segala-galanya, karena segala-galanya membutuhkan uang, kenapa ? Karena kita sebagai manusia adalah makhluk yang beradap atau berbudaya atau bertumbuh atau berkembang. Semakin tinggi peradapan manusia, atau semakin tinggi budaya manusia, atau semakin bertumbuh dan berkembangnya manusia, maka akan bertambah pula kebutuhannya, dan untuk memenuhi kebutuhannya tersebut di butuhkan uang atau banyak uang. Contoh : Pada saat kita balita, kita tidak butuh Hand Phone, tidak butuh kendaraan, tidak butuh pacaran, tidak butuh berumah tangga, ketika semakin besar, misslnya remaja, kebutuhan pasti bertambah, sehingga memerlukan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, dan seterunya sampai dewasa, bertambah lagi kebutuhannya, misalnya butuh Hand Phone yang canggih, butuh untuk ber keluarga, butuh rumah, dan lain sebgainya.

Jadi kesimpulannya uang adalah segala-galanya dalam hidup ini karena manusia beradap dan atau berbudya dan atau bertumbuh dan berkembang, semakin bertunmbuh, berkembang dan semakin tinggi budaya manusia, maka semakin banyak kebutuhannya dengan demikian dibutuhkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

Namun, bila kita kaji atau kita lihat dari pandangan “NILAI,” UANG tidak berada diatas segala-galanya karena masih ada nilai-nilai lain yang lebih tinggi dari pada UANG, yaitu Cinta Sejati, Kesetiaan, kejujuran, keyakinan, keimanan, dan lain-lain, sejatinya tidak bisa di nilai oleh uang dan atau tidak bisa di beli dengan uang.

Jadi kesimpulan selanjutnya adalah uang adalah segala-galanya dalam hidup dan kehidupan di dunia ini, tetapi tidak berada diatas segala-galanya, masih ada sesuatu yang lebih tinggi atau lebih bernilai dari pada uang, yaitu cinta sejati, kesetiaan, kejujuran, keyakinan, keimanan, dan lain-lain.

Apakah Uang itu adalah tujuan dari setiap orang ? Ada sebagian yang berpendapat bahwa uang bukan tujuan, tetap sebagai alat, Contohnya Ingin kaya raya kita butuh uang banyak, ingin punya mobil mewah, kita harus punya uang banyak, ingin punya rumah mewah kita butuh uang banyak. Jadi uang adalah bukan tujuan, tapi merupakan alat yang kita gunakan untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Ada juga yang berpendapat uang adalah dampak atau hasil dari usaha, kegiatan dan atau kerja yang kita lakukan, semakin baik dan benar kira berusaha dan atau bekerja, maka semakin banyak juga uang yang kita dapatkan, begitupun sebaliknya. Jadi tujuan kita adalah bekerja atau berusaha dengan baik dan benar, sedangkan uang adalah hasil atau dampaknya, bukan tujuan.

Atas kedua pendapat itu penulis sangat setuju. Maslahnya adalah bagaimana usaha kita, atau kita bekerja dengan banyak menghasilkan uang untuk bekal kita hidup di dunia maupun di akhirat kelak ?

Melihat manfaat dan kegunaan Uang, dapat kita simpulkan sebagai berikut :

1. Uang dapat memenuhi kebutuhan hidup kiata secara lahiriah, seperti kebutuhan akan minum dan makan, kebutuhan keindahan, kebutuhan sandang, pangan papan, dan atau kebutuhan primer, sekunder, dan tertier.

2. Uang dapat meningkatkan kualitas  hidup kita bila kita manfaatkan atau kita gunakan untuk menambah pengetahuan kita, dengan terus bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

3. Uang juga bisa dijadikan bekal hidup untuk hidup di akhirat nanti. Contoh bila kita banyak uang kita bisa bersedekah kepada orang lain atau beramal dan perbuatan baik lainnya, seperti membangun rumah ibadah, memelihara anak yatim piatu, panti jompo, membuat sekolah keagamaan atau persantren dan lain-lain, bila kita telah meninggalpun masih dapat bermanfaat.

4. Uang dapat mengangkat harkat dan martabat orang yang memilikinya, andai saja di gunakan di jalan yang benar dan baik.

Catatan penulis : Semua yang ada di dunia ini, dan semua kejadian yang terjadi didunia dan diakhirat nanti adalah atas kehendak Tuhan, dan atas ridho dari Tuhan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus memahaminya bahwa semuanya adalah milik Tuhan termasuk hidup kita, jadi kita hidup harus di jalan Tuhan. Begitu juga uang yang kita miliki baik yang ada di brankas, di Bank, maupun di saku atau kontong kita,  sedikit maupun banyak adalah milik Tuhan. Jadi  harus kita gunakan dengan baik dan benar di jalan Tuhan, supaya kita mendapatkan safa’at dan ridho dari-NYA. Aamin Ya Robbal Aalamin…













Salam Sukses Selalu….

Selasa, 12 Juli 2016

Tenaga Penjual Yang Sukses


Seorang tenaga penjual tidak dengan sendirinya dalam waktu yang singkat bisa berhasil menjadi sukses, tentu mereka mengalami proses, dari awalnya sebagai tenaga penjual yang biasanya saja, kemudian berhasil menjadi tenaga penjual yang sukses, dengan penghasilan yang tanpa batas tergantung dari rajin, dan atau kerasnya mereka bekerja, yang pasti mereka sudah hidup dengan banyaknya investasi yang mereka miliki.

Hasil pengamatan penulis kepada tenaga penjual yang sukses, ternyata mereka memiliki banyak  persamaan pada karekter, sikap dan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan dalam menjalani profesinya sebagai tenaga penjual. Ada 10 hal persamaan karakter, sikap, dan kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah sebagai berikut;

!. Tenaga penjual yang Sukses, memiliki paradigma dan atau mind set yang kuat dan selalu diyakininnya, dan terus berjuang dengan sungguh-sungguh dengan semangat yang berkobar-kobar tanpa henti untuk selalu menerapkannya dalam hidup dan kehidupannya  sehari-hari.  Contoh : Tidak ada kata gagal dalam menjual, yang ada adalah kata sukses dalam menjual. Bila ingin Sukses menjadi tenaga penjual harus kerja keras, disiplin, dan tekun. Bila inigin hidup dengan berlimpah harta, pililah usaha di bidang penjualan , Berani hidup, berani berjuang, berani bekerja keras, dan berani sukses. dan lain sebagainya.

2. Tenaga penjual percaya dan yakin terhadap apa yang mau dicapainya. Tenaga penjual yang Sukses menuliskan tujuan hidupnya secara jelas, terinci dan atau mendetail, serta berani, mengerti, dan mampu cara bagaimana mencapainya. Mereka berani membayangkan atau bermimpi seperti apa sukses yang diinginkan. Mereka selalu membuat rencana tindakan pencapaian sukses yang diinginkan. Mereka selalu pada jalan atau jalur yang signifikan untuk mencapai sukses. Mereka setiap saat selalu konsentrasi penuh dengan rencana untuk mencapai sukses.

3.Tenaga penjual yang Sukses selalu focus dengan pekerjaannya yang mengantarkan kepada pencapaian tujuan hidupnya, mereka tidak pernah mendua baik jiwa, pikiran maupun hatinya.

4.Tenaga penjual yang Sukses memiliki kecepatan dalam melakukan pekerjaan, kecepatan dalam menganalisa kebutuhan calon konsumen, kecepatan melihat peluang, kecepatan mencari calon konsumen yang memiliki keinginan membeli dan minat yang kuat untuk membeli, kecepatan melihat masalah dan memberikan solusi yang tepat.

5.Tenaga penjual yang Sukses benar-benar menyenangi pekerjaannya dan atau mencintai pekerjaannya, sehingga bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban kepada perusahaan dasn atas dorongan dari atasannya, akan tetapi pekerjaannya memiliki makna, arti, atau kepuasan bathin tersendiri. Mereka selalu mencurahkan seluruh jiwa, pikiran, nurani, perasaan, perhatian dan kepedulian pada pekerjaannya.

6. Tenaga penjual yang Sukses selalu belajar kepada tenaga penjual yang lebih dahulu sukses yang telah memiliki  jam terbagng tinggi, pengalaman, dan kemampuan lapangan yang mumpuni dan tidak diragukan lagi. Mereka selalu mendengarkan dan mengamati, lalu menirukan cara-cara sukses yang sudah didapatkan dan melakukan penyesuaian dengan cara-caranya sendiri, sehingga mendapatkaifn cara yang lebih cepat, tepat, efisien dan efektif.

7. Tenaga penjual yang Sukses selalu belajar dari pimpinannya dan tau instrukturnya, bahkan para pakar lainnya di bidang penjualan baik dengan cara mengikuti pelatihan, seminar, maupun membaca artikel, membeli, memiliki dan membaca buku-buku, misalnya buku mengenai seni menjual, sukses menjual, dan menjadi kaya raya dengan menjual, dan buku-buku lainnya.

8. Tenaga penjual yang Sukses memiliki rasa optimis yang tinggi kepada dirinya dan barang yang akan dijualanya. Mereka selalu optimis bisa menjual kepada siapapun, baik kepada masyarakat umum dan atau orang biasa dan juga kepada orang yang memilki keduudkan tinggi di sebuah perusahaan maupun di pemerintahan sekalipun.

9.Tenaga penjual yang Sukses memilik semangat yang menyala-nyala, sehingga membakar gairah dalam dirinya untuk melakukan pekerjaannya, selalu bersemangat dan bergairah dalam menjalankan profesinya. Mereka selalu saja merasa kecanduan untuk melakukan penjualan terus-menerus tidak peduli meskipun banyak yang memandang sebelah mata atau rendah pekerjaan jadi seorang tenaga penjual.

10.Tenaga penjual yang Sukses selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap apa yang telah mereka miliki dan terhadap apa yang belum mereka miliki, dengan cara selalu berbagai terhadap apa yang telah didapatkannya kepada orang-orang yang membutuhkannya, sehingga Tuhan Yang Maha Esa terus menerus melipatgandakan rezekinya dan selalu menjaga prestasi penjualannya. Penghasilan yang diperoleh mereka lebih mendekatkan diri mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan sekalipun, mereka tidak akan mengalami strees dan demotivasi, namun sebaliknya kondisi tersebut akan semakin meningkatkan motivasinya dan bathinnya untuk selalu terjaga keseimbangannya untuk tidak cepat panik, gusar, khawatir, bahkan sampai frustasi.

Salam Sukses Selalu…..




Senin, 11 Juli 2016

Prinsip Menjual



Sebagai tenaga penjual kita harus menyadari bahwa di dalam masyarakat luas yang akan dan atau sudah menjadi target segmen pasar penjualan kita di dalamnya terdapat suatu kenyataan dari yang Maha Pemberi Rezeki yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan telah menggariskan rizki masing-masing manusia ciptaan-NYA. Maksudnya adalah Tuhan berlaku sangat adil kepada manusia dalam urusan rezeki, semuanya sudah masuk dalam ketentuan-NYA. Sebagai salah satu contoh, bagi mereka yang berusaha atau bekerja lebih rajin, tekun, disiplin dan pantang menyerah akan mendampatkan rizki  yang lebih besar atau lebih baik dari pada mereka yang tidak rajin, tidak tekun dan cepat menyerah. Ini adalah salah satu contoh keadilan Tuhan. Contoh selanjutnya adalah bila kita bekerja dan atau meloakukan sesuatu pasti ada hasilnya.

Prinsip menjual yang penulis maksudkan adalah semua orang yang berusaha dengan cara yang beda dan atau cara yang sama, semuanya akan memperoleh rezekinya masing-masing. Misalkan ada orang yang sama-sama berusaha warteg ( warung nasi tegal), semuanya makanannya sama tempat atau lokasinya sama, pasti dua-duanya punya konsumen atau orang yang mengunjungi wartegnya untuk makan. Masalah laris atau laku atau banyaknya pengunjung warteg tersebut tergantung dari usaha yang dilakukan, contohnya bila warteg  A buka dari jam 06.00 pagi tutup jam 21.00 Wib pasti hasilnya akan lebih banyak dari pada yang buka jam 09.00 pagi tutup jam 19.00 Wib, begitu juga soal pelayanan kepada pengunjung atau orang  yang makan, kebersihan dan lain-lain sangat mempengaruhi hadirnya rezeki di kedua Warteg tersebut. Jadi rezekinya sudah ditentukan besar-kecilnya atau lancar tidaknya rezeki mereka sangat tergantung kepada usaha mereka.

Untuk itu mari kita pahami bersama prinsip menjual yang penulis maksudkan di sini adalah bahwa  di dalam masyarakat  ada 3 golongan atau kondisi masyarakat  dalam melakukan pembelian, terhadap sesuatu, yaitu:

1. Ada sebagian masyarakat yang mau, ingin, setuju, dan bersedia melakukan pembelian dengan kita sebagai tenaga penjual,  atas barang atau jasa yang kita jual tentunya dengan cara menawarkan. Sehingga barang atau jasa yang kita jual laku dibeli orang atau konsumen.

2. Ada sebagian masyarakat yang tidak mau, tidak ingin, dan tidak bersedia melakukan pembelian dengan kita sebagai tenaga penjual atas barang atau jasa yang kita jual tentunya dengan cara menawarkan. Sehingga barang atau jasa yang tenga penjual perusahaan lain jual laku di beli konsumen atau orang lain ini. Barang dan jasa yang mereka jual adalah barang yang sama dengan barang yang kita jual

3. Ada juga sebagian  masyarakat yang menanti-nanti, atau menunggu-nunggu kehadiran diri kita untuk membeli barang atau jasa yang kita jual atau tawarkan.

Inilah tiga golongan masyarakat yang telah ditentukan oleh Tuhan kepada kita sebgai rezeki bagi kita sebagai tenaga penjual atau bagi mereka yang berprofesi sebagai tenaga penjual dan atau pedagang.

Bila telah mengetahui hali ini, selanjutnya tenaga penjual mau melakukan apa ? Jawabannya adalah terus meningkatkan kemampuan diri sebagai profesional dalam bidang penjualan, terus belajar dan berupaya untuk tidak pernah berhenti melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Berkerjalah dan atau berusahalah dengan ikhlas dan sepenuh hati, dengan tujuan mendapatkan rezeki yang baik dan halal, dan memberikan benefit serta kepuasan terhadap pelanggan atas barang atau jasa yang kita jual dan atau tawarkan, dan juga pelayanan yang kita berikan.

Ini sebagai bukti juga bahwa Tuhan telah menyediakan rezeki kepada manusia atau kita semua, tinggal bagaimana kita menjemputnya, tidak dicari, karena memang sudah disediakan Tuhan. Bagaimana cara menjemputnya tergantung kepada usaha kita semua sebagai tenaga penjual.

Berdasarkan uraian dan pemahaman di atas dapat kita buat kesimpulan bahwa carilah masyarakat dan atau calon konsumen yang mau, ingin, dan bersedia membeli barang atau jasa yang kita jual atau tawarkan, dan juga temuailah masyarakan yang menanti-nanti kehadiran kita untuk membeli barang yang mereka butuhkan. 

Jangan membuang-buang waktu untuk menjual atau menawarkan jasa atau barang kepada  calon konsumen dan atau masyarakat yang tidak mau, tidak ingin, dan tidak bersedia membeli barang atau jasa yang kita jual atau kita tawarkan. Ingat bila kita mau menjual dengan hasil yang maksimal, kita harus menjual atau menawarkan dengan cara semenarik mungkin, sehingga konsumen merasa tertarik dan senang, lalu menjual atau menawarkanlah kepada sebanyak mungkin orang atau calon konsumen, karena semakin banyak calon konsumen atau masyarakat yang kita tawarkan maka kemungkinan besar hasil yang akan kita dapatkan juga pasti maksimal.




Salam sukses selalu …

Teruslah belajar dan berjuang….