Rabu, 08 Juni 2016

Rumus Sukses

Sebenarnya rumus sukses itu tidak ada, karena setiap orang sukses punya cara atau kiatnya masing-masing, coba saja perhatikan kita hanya tahu seorang itu sukses setelah menjadi sukses, sedangngkan proses pencapaian orang tersebut kita tidak tahu dan mengerti apa yang orang-orang sukses itu lakukan sebelumnya, kalau pun kita tahu hanya ceritanya di Koran atau surat kabar, atau di televisi, dan atau di media sosial,  sedangkan aslinya yang mengetahui adalah dirinya sendiri, sebab merekalah yang sukses atau merekalah pelakunya sendiri.

Berdasarkan pemahaman penulis, ketika mengamati kesuksesan orang tidak terlepas dari cara orang tersebut bersikap kepada dirinya sendiri, bersikap terhadap pekerjaannya dan bersikap kepada orang lain. Sedangkan kemampuan dan atau pengetahuan adalah hanya sebagai penunjang kesuksesannya yang akan dicapainya. Sebagai contoh sebagai berikut :

Seorang tenaga penjual dengan pengetahuan, kemampuan, dan pengalamannya, katakanlah adalah 200, sedangkan sikapnya, katakanlah 1 (dua),  hasilnya adalah 200 ( 1 X 200 =  200).

Seorang tenaga penjual lainnya dengan pengetahuan, kemampuan, dan pengalamnya, katakanlah adalah 50. sedangkan sikapnya, katakanlah 4 (empat), hasilnya adalah 200  (4 X 50 =  200).

Berdasarkan contoh di atas, bila diperhatikan, SIKAP  merupakan faktor yang penting, walaupun pengetahuan, kemampuan, dan pengalamanya 50 maka kesuksesan kita berada di anggka 200, walau dengan sikap hanya 4. ( lihat contoh no.2) Sebaliknya pada contoh no 1, Pengetahuan, kemampuan dan pengalamnnya 200. dengan sikap hanya 1 (satu), maka kesuksesan kita berada  di angka 200.

Jadi kesimpulannya adalah kesuksesan seseorang atau keberhasilan atas diri seseorang yang paling dominan adalah sikap mereka, yaitu sikap positif terhadap diri sendiri, sikap positif terhadap pekerjaan, dan sikap positif terhadap orang lain.

Seberapa besarpun pengetahuaan, kemampuan dan pengalaman yang kita miliki bila sikap mental kita negatif atau kurang baik, maka tentunya akan mempengaruhi kesuksesan atau keberhasilan kita, bahkan kita tidak pernah bisa berhasil.

Semakin tinggi nilai sikap positif kita, maka semakin cepat kita akan berhasil mencapai kesuksesan atau keberhasilan, dan semakin negative sikap kita terhadap diri, pekerjaan, dan terhadap orang lain, maka semakin kecil kemungkinan kita bisa meraih kesuksesan.


Sikap kita adalah sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kita, bila kita selalu bersikap positif maka keseuksesan dapat  segera kita raih, bila sikap kita selalu negatif, kesuksesan tidak akan pernah kita raih. 


Salam Sukses Selalu .....

Senin, 06 Juni 2016

M a s a l a h

Apakah Masalah itu ? Masalah adalah apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Contoh, seorang tenaga penjual berkomitmen untuk realisasi bulan Juni 150 %, tapi setelah akhir bulan tanggal 30 Juni hanya mencapai 100%. atau Seorang tenaga penjual menginginkan untuk jadi Supervisor atau Tim Leader, setelah mengikuti seleksi, tenaga penjual itu tidak lulus atau tidak terpilih sebagai supervisor atau Tim Leader. 

Bila masalah tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia atau ftrahnya manusia seperti rasa lapar, maka masalah ini harus segera di selesaikan bila tidak akibatnya akan fatal, bisa sakit, bahkan meninggal dunia. Kenapa harus ada masalah karena kita hidup dan hidup itu sendiri adalah masalah. Contoh, kita ingin hidup seperti apa ? Hari ini kita mau makan apa ? Mau minum apa ? Mau punya rumah sepertiu apa dan sebagainya, selama manusia itu hidup dan punya keinginan untuk memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan primer atau sekunder dan bahkan tertier, pasti akan punya masalah. Jadi kesimpulannya semua orang punya masalah karena hidup itu sendiri sebernanya adalah masalah. Biasanya masalah bentuknya sama dengan atau identik dengan hambatan, halangan, kesulitan, rintangan, kehilangan, dan lain sebagainya dan masalah harus segera diselesaikan, bila tidak masalah tersebut bisa berubah menjadi musibah.

Cara Singkat Mengatasi Masalah

1. Bangun keyakinan di dalam alam bawah sadar kita, bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Yakinlah bahwa Tuhan menciptakan masalah agar kita tetap tangguh, ulet, sabar, dan selalu berikhtiar, serta tetap tawakal. Yakinlah bahwa Tuhan menciptakan masalah bersama dengan jalan keluarnya. Jadi setiap masalah dan atau semua masalah pasti diikuti jalan keluarnya. Yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada hikmah yang positif didalamnya. Setelah kita menyakinkan ini semua, hadapilah masalah dan jangan menghindarinya, karena kita akan pernah lepas dari maslah, dan masalah tersebut akan terus kita bawa dalam hidup dan kehidupan kita sampai kita menbinggalkan dunia ini.

2. Rubahlah masalah yang kita hadapi menjadi tantangan dengan keyakinan yang tinggi, dan rubahlah tantangan menjadi kesempatan dengan bekerja keras dan atau berusaha habis-habisan. Seperti kita berada di dalam goa, pasti akan ada sinar matahari atau cahya yang terpancar, sebagai tanda ada pintu keluarnya. Begitupun juuga langit tak selamanya mendung, bila kita sabar, tetap berusaha, dan gigih memperjuangkannya pasti penyelesaian masalah yang kita hadapi akan dengan baik kita selesaikan.

3. Untuk masalah yang berhubungan dengan hubungan antara manusia, ingatlah Tuhan menciptakan mulut bukan hanya untuk makan dan minum saja, juga dapat berguna untuk memecahkan permasalahan, semua pertengkaran, perseteruan, percecokan dan sebagainya bisa diselesaikan dengan duduk bersama untuk dibicarakan dan diselesaikan masalah yang terjadi, tidak dengan kekerasan atau cara-cara lain yang merusak.

5. Bila kita memiliki masalah cari solusinya dengan berdiskusi, bertannya dan berbagi pada orang yang telah lebih dulu mengalami masalah yang sama dan orang tersebut mampu mengatasinya. Contoh seorang tenaga penjual tidak pernah mencapai target selama lima bulan berturut-turut, maka tenaga penjual tersebut bisa menanyakan cara mencapai target dengan orang yang dulunya sama tidak pernah capai target, tapi saat ini orang tersebut selalu capai target. Contoh lain, Kita sampai umur kepala lima, tidak bisa membaca kitab suci Al Quran, itu maslahnya, maka segera cari jalan keluarnya yaitu tanyakan pada orang yang seumur kita telah berhasil membaca Al Quran atau belajar kepada siapa saja yang bisa membaca Al Quran, segera mungkin jangan di tunda nanti terlambat, dan juga jangan dipikirkan. Kata kuncinya masalah adalah jangan pernah dipikirkan, atau jangan pernah menghindarinya, tetapi dicari jalan keluarnya atau solusinya dengan cara berbagi, menanyakan, atau belajar dari orang lain yang telah berhasil mengatasi masalah yang sama dengan masalah yang kita hadapi sekarang.

6. Jangan sekali-kali kita berdiskusi atau membahas masalahnya, dengan menuduh orang lain sebagai kambing hitam atau menuduh diri kita, sehingga diri kita sangat merasa bersalah, tetapi hadapilah semua masalah dan diskusikan dan atau bicarakan, dan atau cari, dapatkan jalan keluarnya, tidak perlu bicarakan masalahnya, karena masalahnya itu telah terjadi tidak perlu di permasalahkan lagi atau di bicarakan lagi. 

7. Bila kita mendapatkan masalah atau menemukan masalah dalam hidup dan kehidupan kita, sebaiknya harus segera diselesaikan dan atau dipecahkan, dan atau dicari jalan keluarnya dan atau solusinya, karena bila tidak masalah tersebut akan membesar dan berubah wujud dari masalah menjadi musibah. Bila sudah jadi musibah, membutuhkan energi yang lebih banyak, bahkan materi juga lebih banyak, dan juga pasti lebi
h banyak pihak yang dirugikan.


Salam Sukses Selalu ....

Minggu, 05 Juni 2016

Masa Depan Ada Di Tangan Kita

Banyak orang yang mengatakan, dan sering kita dengar bahwa masa depan kita berada di tangan kita sendiri apa maksudnya ? 
Bila kita kaji lebih jauh lagi, bahwa Tuhan Yang Maha Esa, memberikan tanda-tanda / isyarat tentang kehidupan yang tersirat maupun yang tersurat di muka bumi ini, baik di alam maupun di dalam diri kita sendiri sebagai manusia. Coba kita rentangkan telapak tangan ke hadapan muka, lihat tampak tertulis huruf “M”, baik di tangan kanan, maupun ditangan kiri, huruf “M” itu dapat melambangkan atau petunjuk untuk kita dalam menjalani hidup ini, yaitu hidup kita bisa menjadi melarat atau miskin, dan juga hidup kita bisa maju dan makmur, kita bisa memilihnya, karena hidup itu memang harus memilih.
Huruf “M” yang ada di tangan kiri menggambarkan sikap-sikap dan tingkah laku kita yang buruk atau negative, dan harus dihilangkan, Contoh :
Huruf “M” di telapak tangan kiri berarti :
  1. Melarat atau Miskin disebabkan oleh :
  2. Malas (malas menjalani hidup), Manja (tidak bisa mandiri), Main (berjudi ), Minum (Mabok-mabokan), Madon ( Main Wanita), Maling (nyolong, ngrampok), Madat (Narkoba), Molor (Tidur melulu).
Penjelasannya: Kehidupan kita bisa, miskin dan melarat seumur hidup kalau dalam kehidupan kita selalu melakukan huruf “M” yang ada di tangan kiri kita, jadi huruf “M” yang tersirat di tangan kiri kita bisa jadikan cermin bahwa hidup kita gagal karena terlalu banyak “M” yang ada ditelapak tangan sebelah  kiri yang kita lakukan. Kenapa kalau memberi sesuatu  pakai tangan kiri terkesan tidak sopan ? Kenapa, maaf, setelah buang hajat / air besar kita membersihkannya pakai tangan kiri itu tandanya sebagai isyarat bahwa huruf “M” yang ada dikiri harus di musnakan atau di buang atau disembunyikan dan jangan sekali-kali dilakukan.
Sebaliknya Huruf “M” yang ada di telapak tangan sebelah Kanan kita menggambarkan sikap-sikap dan tingkah laku kita yang baik atau positif, dan harus dilaksanakan dan dikembangkan setiap saat. Contoh:
Huruf “M” di telapak tangan Kanan berarti :
  1. Makmur, di sebabkan oleh ;
  2. Mau (memiliki Kemauan yang kuat), Motivasi (Memiliki motivasi hidup yang tinggi), Minat (Memiliki Minat yang kuat), Menang ( Memiliki jiwa pemenang), Maju (selalu berpikir maju).
Penjelasannya : Hidup dan kehidupan kita akan menajdi Makmur, karena kita selalu melakuikan huruf “M” yang tersirat di telapak tangan sebelah kanan. Kenanpa kalau member sesuatu ke pada orange lain menggunakan tangan kanan ? Karena tangan kanan di anggap sopan, dan kenapa tangan kanan tidak dipakai untuk membersihkan pada saat setelah buang air besar ? Karena tangan kanan selalu digunakan dan harus tampak bersih, karena tangan kanan juga biasa di gunakan untuk makan.
Untuk itu lah huruf “M” yang ada di telapak tangan sebelah kanan harus kita lakukan setiap saat dalam kehidupan kita. Negara yang hebat juga karena huruf “M”, yaitu kehidupan rakyatnya makmur, karena negaranya memiliki devisa / pemasukan atau uang yang jumlahnya (karena huruf : “M”) = Milyard-tan juta dollar. Begitu juga Unit Bisnis kita atau perusahanan kita atau perusahaan lainnya, perusahan tersebut akan menjadi besar dan sehat kalau omset penjualannya atau Net Profitnya (karena huruf ; “M”) = Milyard-ran  rupiah.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa bila ingin masa depan Tenaga Penjual mau sukses dan berhasil atau kita semua, maka hilangkanlah sikap-sikap negatif, dan perbanyak sikap-sikap positif, karena keberhasilan kita tergantung dari sikap kita dalam menjalani kehidupan ini.
Bila dalam kenyataannya dan kita hitung dalam prosentase, maka 98 % masa depan kita ada di tangan kita, sedangakan hanya 2 % dari bantuan orang lain atau pimpinan. Oleh karena itu mari kita letakan masa depan kita ditangan yang tepat yaitu tangan kita sendiri.



Salam Sukses Selalu .....

Jumat, 03 Juni 2016

A K U

Bila tenaga penjual memiliki AKU yang baik, maka berapapun target yang dibebankan kepadanya, akan sangat mudah diraihnya. AKU yang penulis maksudkan disini adalah Aambisi, Keterampiran, dan Usaha, 

Ambisi
Ambisi yang penulis maksudkan disini adalah berkeinginan keras untuk mencapai sesuatu, seperti, tujuan hidup, cita-cita, harapan, impian, keinginan dan lain-lain. Seorang tenaga penjual harus memiliki keinginan yang besar, memiliki hasrat yang besar atau nafsu yang besar untuk mencapai dan atau mewujudkan target penjualan yang diinginkannya. Ambisi mampu mengerakan tenaga penjual  untuk mencapai tujuan-tujuan hidupnya, dan tenaga penjual yang memiliki ambisi tidak bekerja seenaknya saja dan atau asal jadi saja, tapi mereka benar-benar bekerja dengan hasil baik dan berkualitas. Sepintar apapun tenaga penjual dalam menguasai teknis dalam menjual bila tidak memiliki ambisi, tidak akan mungkin berhasil. Masalahnya adalah bagaimana menumbuhkan ambisi itu ? Pertama tuntukan tujuan yang kita ingin capai, pastikan tujuan ini benar-benar kita akan capai, karena berhubungan dengan hidup kita di masa depan, selanjutnya komitmenkan dalam diri kita, dan tanamkan dalam-dalam ke dalam jiwa, pikiran, dan hati kita, selanjutnya setiap saat bawa dalam hidup dan kehidupan kita, untuk setiap saat menghidupkan tujuan tersebut dan selalu berpikir, bersikap, dan bertindak setiap saat untuk mewujudkannya. Contoh : Di bulan ini saya harus mencapai 150 % dari target yang telah ditentukan apapun yang terjadi, ingat terus keinginan ini, dan segera berusaha mewjudkan setiap hari dan atau setiap saat, dan jangan pernah meyerah dan berhenti sebelum terwujud.

Keterampilan
Seorang tenaga penjual yang telah memiliki ambisi, belum tentu, tujuannya dapat tercapai, bila tidak diimbangi oleh keterampilan yang dimilikinya, jadi ambisi harus berbanding lurus dengan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga penjual tersebut. Keterampilan yang penulis maksudkan disini tidak lain dari kemampuan atau kecakapan seorang tenaga penjual melakukan atupun menjalankan ataupun menyelesaikan pekerjaannya dengan cekatan. Jadi walaupun ambisinya besar, tanpa dibarengi dengan keterampilan yang memadai, akan membuahkan hasil yang tidak optimal. Masalahnya adalah bagaimna bisa membuat keterampilan kita bertambah baik ? Jawabnya mudah saja, karena ketermapilan ynag tinggi atau yang baik, yang kita miliki, berasal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan berulang-ulang itulah yang akan menghasilkan keterampilan yang tinggi. Contoh; Disiplin adalah kebiasaan kecil, yaitu melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan. Nah, sebagai tenaga penjual, bila dia disimplin, dan terbiasa dalam menawarkan produk atau jasanya ke pada ke banyak calon konsumen, katakalah satu hari dia mengunjui 30 sampai 40 calon konsumen, dan dilakukannya setiap hari, sudah dapat dipastikan dia memiliki keterampilan yang tinggi, minimal memahami ciri-ciri mana calon konsumen yang benar-benar ingin membeli, atau hanya sekedar bertanya saja, dan juga akan berdampak tinggi baginya untuk dapat merealisasikan penjualan.

Usaha
Seorang tenaga penjual harus beusaha atau bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh untuk selalu mencapai target yang dia inginkan. Usaha yang dimaksudkan disini adalah kegiatan dengan menggerakan kemampuan berpikir, mencurahkan tenaga, dan segala kukuatan fisik untuk mewujudkan atau merealisasikan tujuan yang akan dicapainya. Jadi seorang tenga penjual harus berusaha dengan kerja keras, sehingga bila tenaga penjual lainnhya , bekerja  jam 09,00 pagi hari, dan selesai atau pulang ke rumah jam 18.00 sore hari, kita bekerja dari jam 08.00 pagi hari, dan baru selesai dan pulang keruamh jam 21.00 malam hari dan ini bisa kita lakukan dan biasa kita lakukan. Secara logika sederhana, maka orang yang bekerja lebih rajin, disiplin, dan waktu yang lama, maka akan memperoleh hasil yang lebih banyak dan atau lebih optimal. Bila "AKU" ini ada dalam diri tenaga penjual, maka kesuksesanlah yang pasti akan didapatnya.

Salam Sukses Selalu...






Rabu, 01 Juni 2016

Jati Diri

Jati diri itu identik dengan pengertian identitas diri,  semua orang baik orang kaya raya yang memiliki banyak harta, orang miskin, orang pintar, orang baik, orang jahat, orang bodoh, adalah sama, yaitu sama-sama manusia.

Kekayaan, Kesuksesan, Keberhasilan milik semua orang yang menginginkannya, dan kita semua berhak untuk sukses, maka kita tidak perlu merasa kecil, kerdil, hina dan minder terhadap orang lain.

Untuk itu kalau orang lain bisa sukses kita juga bisa sukses. Jati diri seseorang terutama laki-laki adalah bekerja, untuk mencari nafkah dan menghidupkan keluarganya, apapun jenis atau profesi pekerjaannya.

Sebaik-baiknya orang dan atau sehebat-hebatnya orang  adalah orang yang bertanggungjawab dan bermanfaat bagi orang lain. Jadi Jati diri orang yang baik adalah semua orang yang memiliki rasa tanggung jawab dan bermanfaat bagi orang lain.

Bila  ingin mau dinilai oleh orang lain atau masyarakat, sebagai orang yang baik, maka kita harus menunjukkan Jati diri kita, sebagai orang yang  memiliki tanggung jawab yang tinggi dan bermanfaat bagi orang lain. 

Tanggungjawab itu akan muncul bila kita memiliki kewajiban yang harus di penuhi, yaitu:

  1. Berkewajiban memenuhi kebutuhan diri sendiri.

  2. Sebagai anggota masyarakat  berkewajiban melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku baik dimasyarakat maupun peraturan pemerintah.
  3. Sebagai Kepala keluarga kita berkewajiban unuk memberi nafkah lahir dan bathin, memberi pendidikan kepada anak istri, dan melindungi seluruh anggota keluarga.
Semakin banyak kewajiban yang menjadi keharusan bagi kita untuk memenuhinya, maka akan semakin tinggi pula tanggungjawab kita.  


Rasa Tanggung jawab itu akan muncul kalau kita memiliki kesadaran, kesadaran bahwa jati diri kita adalah manusia yang hidup bersama-sama di dunia ini, kesadaran akan arti hidup dan kehidupan yang harus dilalui dengan selalu memenuhi seluruh kebutuhan-kebutuhan hidup, serta kesadaran bahwa semua orang memiliki hak dan kewajiban sebagai bentuk rasa tanggung jawab atas kehidupan yang baik.

Salam sukses selalu .....

Cara Singkat Agar Orang Lain menyukai Kita



Bila banyak orang yang suka terhadap kita, itu menandakan ada sesuatu yang dapat menarik mereka dan sekaligus membuat mereka senang, sehingga menarik mereka untuk selalu  berhubungan dengan diri kita.

Bila banyak orang yang menyukai diri kita, ini akan sangat membantu dan memudahkan menjalin hubungan  serta  kerjasama yang baik, sehingga kualita pekerjaan, kualitas pergaulan, dan kepribadian kita terus berkembang semakin baik.

Orang lain akan merasa tertarik dan senang, bila kita selalu :

  1. Orang lain atau orang di sekitar kita akan merasa tertarik dan menyukai kita bila dalam berhubungan dengan orang tersebut, kita selalu bersikap sopan, ramah, lembut, dan selalu memberikan perhatian yang serius kepada mereka. Contohnya: Mendengarkan dengan baik dan menyimak, dalam memberikan komentar juga dengan cara yang sopan dan baik, selalu berusaha untuk menyenangkan dan tidak membuat menyigung perasaan
  2.  Orang lain atau orang disekitar kita akan tertarik dan menyukai kita, bila kita selalu bersikap menyenangkan. Contohnya: Selalu tersenyum, bersahabat, bersahaja, berbicaranya sejuk bagai air pegunungan dan semanis gula dan madu, bersemangat, bergairaih, dan   selalu ceria.
Orang lain selalu akan mengingat kita, bila kita selalu bersikap ramah tamah, dan menyenangkan, bahkan bersikap ramah tamah dan menyenagkan ini akan mengimbangi kelemahan yang ada pada diri kita.


Orang lain  akan selalu mau bersama-sama kepada individu yang bersikap ramah tamah dan menyenangkan, karena orang yang selalu bersikap ramah tamah dan menyenangkan, tidak hanya dapat menunjukkan kedewasaan berpikir, kearifan, tapi juga membuat wajah tampak berseri-seri dan selalu terlihat awet muda.

Orang lain akan merasa tidak tertarik dan tidak senang bila kita selalu:

  1. Orang lain atau orang di sekitar kita akan  tidak tertarik dan tidak menyukai kita bila dalam berhubungan dengan orang tersebut, selalu bersikap tidak memperhatikan secara serius, tidak sungguh-sungguh dalam mendengarkan. Contoh Orang lain sedang berbicara dengan kita atau diri kita, kita mendengarakan sambil mengerjakan sesuatu, atau acuh tak acuh. Selalu mau menangnya sendiri dan tidak pernah mau nerima masukan atau saran dari orang lain. Dalam berhubungan dengan orang lain selalu memaksakan kehendaknya agar orang lain mau mengerti dirinya, sementara dirinya tidak pernah mau menerima orang lain. Bersikap sombong, seolah-olah dirinyalah yang paling benar atau memborong semua kebenaran yang ada di dunia ini. Bila berbicara selalu merendahkan orang lain, menyakiti orang lain, menyindir-nyidir, dan lain-lain.
  2. Orang lain atau orang disekitar kita akan tidak tertarik dan tidak menyukai kita bila dalam berhubungan dengan orang lain, selalu menevaluatif pembicaraan orang lain. Contoh : Orang lain baru bicara satu kalimat tentang satu topik pembicaraan, langsung di sangkalnya (di evaluasinya), seolah-olah apa yang dibicarakan orang lain tersebut telah dia ketahuinya dan diremehkannya. Selaru merasa saya sudah tahu "I know" tidak mau memberi kesempatan orang lain bicara atau menjelaskan sesuatu.


Salam Sukses Selalu....

Efektivitas Tenaga Penjual



Efektivitas menurut hemat penulis adalah berasal dari kata efek atau akibat. Jadi apabila kita melakukan sesuatu kegiatan atau tindakan efeknya bagaimana ? Apakah efeknya atau akibat yang ditimbulkannya sesuai dengan keinginan kita apa tidak, bila sesuai berarti efektif, bila tidak sesuai atau kurang sesuai, berarti tidak efektif dan atau kurang efektif. Contoh; Saya seorang tenaga penjual senior, sedang memberi  pembinaan kepada seorang tenaga penjual junior, saya berkata : “Bulan ini kamu harus dapat capai target 100% ya… “  Ternyata akhir bulan tanggal 31, dia hanya mencapai 80%, ini tandanya pembinaan saya tidak efektif, dan atau kurang efektif, karena hasilnya tidak I00% sesuai dengan apa yang saya inginkan, yaitu mencapai target 100%.

Masalahnya adalah bagaimana caranya agar seorang tenaga penjual memiliki efektivitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah :

1. Sorang tenaga penjual yang telah memiliki kemampuan menjual, tanpa melihat berapa umurnya atau usianya, selalu dapat menjaga cara berpikirnya, sikap mentalnya dan emosionalnya kearah yang lebih positif, membangun, dan bermanfaat. Contoh :  Pekerjaan menjual adalah pekerjaan utama saya, dan perkerjaan menjual ini adalah pekerjaan yang sangat mulia, karena membantu banyak orang atau perusahaan, dan dunia ini digerakan oleh profesi menjual, misal : bila tidak ada tenaga penjual mana mungkin ada Hand Phone di tangan kita. Pekerjaan menjual tidak ada pensiunnya, dan bila saya tidak bekerjapun, saya pasti sudah memiliki tabungan yang cukup banyak untuk di hari tua nanti bersama keluarag, atau minimal saya punya usaha. Penghasilan tenaga penjual tidak ada batasnya, tergantung seberapa keras , cermat, dan rajinya saya bekerja. Bila saya malas-malasan bekerja hasilnya juga malas atau kecil, atau sedikit, bila saya rajin, hasilnya pun akan banyak. 

Jadi kesimpulannya, seorang tenaga penjual, bila selalu melakukan pengendalian diri secara terus menerus, maka mereka akan selalu memiliki efektivitas dalam melakukan pekerjaannya.

2. Seorang tenaga penjual yang berhasil, memiliki kemampuan untuk menyusun rencana tindakan atau rencana kerja (action plan) secara mendetail. Mereka juga  menggunakan tenaga, pikiran, dan waktunya secara efisien. Contohnya : Tenaga penjual selalu memiliki rencana kerja yang terinci, katakanlah dari tanggal 01 sampai dengan tanggal 30 akhir bulan, mereka mau melakukan apa ? Melakukan penawaran kepada siapa, ke konsumen yang sudah memebeli atau langganan atau calon konsumen baru  ? Kelokasi mana ? waktunya jam berapa ? Berapa lama ? Biaya transportasi dan mungkin biaya jamuan berapa ? Barang atau jasa yang di tawarkan apa ? dan sebagainya- dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya seorang tenaga penjual yang selalu konsisten menyusun rencana kerjanya secara detail  dan menjalankannya dengan usaha yang sungguh-sungguh, maka dengan sendirinya apa yang dikerjaakannya menjadi efektif.

3. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Seorang tenaga penjual yang berhasil, selalu menjaga kesehatannya. Siapapun orangnya, apapun profesinya bila diperhatikan lebih jeli, maka terlihat memiliki kesamaan atau ciri-ciri yang sama, yaitu orang yang memiliki produktivitas yang tinggi selalu memperhatikan kesehatannya, misalnya dengan tidur teratur, makan makanan yang sehat, olah raga, diet makanan berlemak atau kolestrol, dan secara rutin memeriksakan kondisi kesehatannya. Kesehatan ini penting bagi mereka, karena dapat mendorong motivasi mereka untuk terus produktif mengejar tujun atau target penualannya atau target hidupnya. Kesehatan fisiknya dapat menjadikan kesegeran bagi fisik dan jiwanya sehingga dapat terus menerus bertahan mencapai puncak prestasi.
Jadi kesimpulannya seorang tenaga penjual dapat bekerja dengan efektifitas yang tinggi bila kondisi kesehatannya selalu terjaga, sehingga fisik dan jiwanya selalu dalam kebugaran.

4. Tenaga penjual harus dapat mengikuti perubahan yang terjadi, misalnya perubahan teknologi, yang semakin lama semakin cepat, bila kita tidak mengikuti akan ketinggalan zaman dan bekerja tidak akan efektif, karena perubahan teknologi akan mempengaruhi profesi kita sebagai tenaga penjual, misalnya, teknologi internet, tenaga penjual harus minimal mengetahui tenologi aplikasi internet, minimal bisa menggunakannya. Apa pun bentuknya kemajuan teknologi itu tidak ada salahnya, kitalah yang harus menyesauikan diri, jadi tenaga penjual mau tidak mau, suka tidak suka harus memahaminya dengan jalan belajar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tenaga penjual harus mengikuti, dan atau bukan sekedar mengikuti, tapi memahami dan mampu memanfaatkan perkembangan atau perubahan teknologi yang ada berkaitan dan atau mempengaruhi profesi kita sebagai tenaga penjual, sehingga kita mampu melaksanakan pekerjaan kita secara efertif.



Salam Sukses selalu…