Minggu, 24 September 2017

Meningkatkan Produktivitas

Untuk membuat produktivitas Sales Force tidak ada caranya atau kiatnya, semua cara yang dilakukan adalah benar adanya, bila memang tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitasnya. Jadi apa sulitnya ? Sulitnya adalah kita tidak atau kurang serius atau setengah-setengah dalam memandang dan memperlakukan Sales Force yang kita miliki, alias kita tidak sungguh-sungguh all out dan atau totalitas, serta konsisten dalam membina, membimbing, dan memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi seluruh Sales Force yang kita miliki, sehingga hasilnya pun juga setengah-setengah atau tidak maksimal.
Berikut adalah cara yang mudah dan cenderung berhasil dalam meningkatkan produktivitas Sales Force dan mempertahankan Sales Force yang kita miliki untuk bertahan dan betah ikut dengan perusahaan kita selama-lamanya.

SENTUHAN
Sentuhan yang penulis maksudkan disini adalah suatu perlakuan langsung dengan menanyakan langsung (Face to Face Communication) dengan Sales Force yang bersangkutan dengan menanyakan tentang apa dan bagaimana keadaan dirinya. Contoh :  “ Hai … Pak Amir, apa kabar … ? Saya kagum dengan semangat kamu hari ini.
Pagi-pagi seperti ini kamu sudah terlihat semangat sekali … ? Apa sih rahasiannya agat tetap semangat sepanjang hari … ? Setelah terjadi pembicarakan, jangan lupa kita lontarkan pujian-pujian secara tulus dan apa adanya kepada Sales Force tersebut, buat dirinya tersanjung dan juga berikan penilaian-penilaian lain yang positif, sehingga Sales Force tersebut mendapatkan tambahan percaya diri dan semangat dari kita, dari rumah percaya diri dan semangatnya 10, setelah ketemu dengan kita, dan kita berikan sentuhan maka akan bertambah dari 10 menjadi 20 energinya atau percaya diri dan semangatnya.
Sentuhan ini bertujuan adalah untuk menambah energy atau percaya diri dan semangat yang dimiliki oleh Sales Force yang bersangkutan. Sentuhan ini bisa dilakukan setiap hari, setiap saat dan setiap kita bertemu atau dikunjungi oleh Sales Force kita dan saat kita menemukan atau mengunjungi Sales Force kita. Jadilah diri kita pemimin penjualan yang selalu menambah energy terhadap Sales Force yang kita miliki, bukan menjadi pemimpin penjualan yang selalu mengurangi energy atau percaya diri dan semangat yang dimiliki oleh Sales Force yang kita miliki.


PERHATIAN
Perhatian yang penulis maksudkan disini adalah mengamati melalui data kepada Sales Force yang kita miliki, baik Sales Force yang memiliki prestasi atau berprestasi baik dengan pencapaian target 100 sampai lebih dari 100%, Sales Force yang memiliki kinerja rata-rata atau yang prestasinya sedang-sedang saja atau pencapaian targetnya di bawah 100% dari target antara 70-80-90%, dan Sales Force yang belum atau tidak memiliki prestasi dengan pencapaian di bawah 50%.
Hasil dari kesimpulan pengamatan kita, dapat kita lanjutan dengan memberi perhatian yang nyata kepada mereka dan perhatian yang berbeda, baik untuk yang berprestasi, rata-rata dan yang di bawah rata-rata. Tujuan memberikan perhatian ini adalah agar yang berprestasi tambah baik prestasinya dan menjaga kinerjanya supaya tidak turun, dan bagi yang rata-rata juga dapat kita tingkatkan dan pertahankan kinerjanya jangan sampai turun, serta terakhir mereka yang tidak atau belum berprestasi kita harapkan agar mereka bekerja lebih baik lagi dan kinerjanya meningkat.
Bentuk perhatian yang nyata yang dapat kita berikan adalah bisa kita mulai dengan menawarkan diri kita  untuk memberikan bantuan kepada Sales Force yang bersangkutan, misalnya, kita jumpai seorang Sales Force, katakan kepada Sales Force yang bersangkutan, ada yang bisa saya bantu atau apa yang dapat saya lakukan untuk membantu, agar kinerjanya membaik. Pemberian perhatian yang nyata ini dapat dilakukan setiap hari per individu Sales Force. Bila ini dilakukan terus menerus dan berkesinambungan pasti akan ada perubahan kinerja yang lebih produktif.

KEPEDULIAN
Kepedulian ini sama halnya dengan peduli terhadap apa saja yang di butuhkan oleh Sales Force yang harus kita penuhi baik diminta maupun tidak diminta. Contoh Seorang Sales Force menghampiri kita, dan dia berkata agar kita membantunya untuk melakukan pengiriman barang yang berhasil dia jual dan menunggu pengiriman atau realisasi, maka kita harus melakukannya sendiri jangan lagi kita delegasikan kepada orang lain, bila ada masalah atau urusan yang mendesak dan penting baru boleh kita delegasikan. Kepedulian kepada Sales Force ini juga merupakan masalah yang penting, karena berkaitan langsung dengan profit atau keuntungan yang akan di dapat bagi perusahaan kita.
Bila saja kita mau berpikir, bersikap, dan bertindak peduli kepada Sales Force banyak hal yang dapat kita lakukan, sehingga Sales Force yang kita miliki merasa senang dengan kita dan diharapkan bekerja lebih produktif lagi. Salah satu contoh, Uniform atau baju yang digunakan Sales Force kita sudah pudar warnanya, kita dapat memberikannya dengan yang baru, begitupun dengan katakanlah daftar harga, clear holder dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Intinya kepedulian harus dapat kita berikan kepada semua masalah yang dihadapi oleh seorang atau seluruh Sales Force yang kita miliki.

PENGHARGAAN
Pemberian penghargaan dengan segala bentuknya dapat kita lakukan dengan berbagai macam cara, baik harian, mingguan, dan bulan. Caranya adalah dari yang sederhana sekali, misalkan dengan mengumumkan namanya yang terbaik hari ini, menepuk-nepuk punggungnya dan  sampai pada pemberian insentif dan lain-lain. Penghargaan yang kita berikan sangat berarti bagi Sales Force dan mereka akan mengartikan bahwa kita benar-benar menghargai keberadaan mereka, dan mereka tidak merasa dilupakan.

KEBERSAMAAN
Kebersamaan bersama Sales Force  adalah hal yang penting sekali kita lakukan agar mereka merasa ada kecocokan, kenyamanan, dan terlindungi. Mereka merasa tidak ada jarak lagi dengan kita dan bersedia berkerja dan berjuang habis-habisan untuk mencapai target penjualan. Kebersamaan ini kita bisa lakukan dengan sederhana, misalnya makan bersama sambil karoke, perayaan bersama pada saat kita merayakan hari ulang tahun salah seorang Sales Force, atau pikni secara sederhana di suatu tempat. Kebersamaan menjadi penting sekali karena para Sales Force dapat berkomunikasi langsung denga kita sebagai atasannya, dan dapat mengungkapkan segala masalah atau uneg-unegnya yang selama ini terpendam.
Dalam kebersamaan ini juga, sepanjang usulan, masukan  yang baik dari Sales Force yang kita terima dan kita laksanakan, sepanjang itu juga kita telah mengikat, baik secara psikologi maupun emosional para Sales Forfce untuk berkinerja tinggi. Kegiatan ini dapat dilakukan secara terjadwal dan juga secara sederhananya bisa dilakukan setiap hari dengan acara-acara yang sangat sederhana, dengan tujuan menciptakan kebersamaan.

MELAKUKAN PENDEKATAN
Melakuan pendekatan secara personal baik secara formal dan informal, dimaksudkan adalah untuk membantu Sales Force kita lebih produktif lagi, dengan cara menambahkan wawasan dan pengetahuannya ke dalam jiwa, pikiran dan perasaannya, contoh, kita panggil ke dalam ruangan kita, katakana saja Sales Force ini berkinerja baik, lalu kita ajak bicara, kita kasih inspirasi agar dapat meningkatkan kinerjanya dan perlakukan dengan santai dan berikan pembelajaran, dan tunjukan juga antusias kita atau semangat kita, dan katakana bahwa ini untuk kepentingan Sales Force itu sendiri. Dengan demikian kita telah memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kepada Sales Force tersebut. Metode ini dapat kita lakukan juga kepada Sales Force yang kinerjanya rata-rata, dan juga yang masih baru dan atau yang belum memiki kinerja yang baik.
Lakukan ini setiap hari pilih Sales Force mana yang harus kita dahulukan, pakai data yang akurat sebelum melakukan pendekataan ini baik data mengenai kinerjanya, kebiasaannya, maupun sampai pada sikap dan carakternya. Semakin banyak data yang kita miliki tentang Sales Force yang bersangkutan akan lebih baik kita kelolanya, dan hasilnya semakin dekat atau kedekatatn kita semakin baik, dan akan menimbulkan keakraban, kecocokan, dan akhirnya akan merubah kinerja Sales Force yang bersangkutan menjadi lebih produktif. Ingatlah selalu bahwa siapapun akan bertambah baik kinerjanya bila wawasan dan pengetahuannya bertambah.

JAMINAN KEBERHASILAN DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN.
Kegiatan yang penulis maksudkan jaminan keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan, maksudnya adalah dalam proses penjualan, mulai mencari order atau menawarkan barang atau jasa, kita harus dapat menjamin prosesnya cepat dan barang yang di jualnya tersedia dan terkirim ke konsumen. Kita harus mendorong dan membantu terjadinya realisasi atas order yang telah mereka peroleh. Termaksud dengan training yang baik terhadap produck baru dan atau lainnya, misalnya pemberian pelatihan yang tepat bagi mereka yang baru bergabung, dan bagi Sales Force yang kinerjanya belum membaik.
Pemberian insentif, komisi, serta lain-lainnya harus dapat kita jamin  tidak terdapat potongan macam-macam dan diberikan tepat waktu. Pemberian pinjaman juga di sederhanakan dan dimudahkan, misalnya, bagi Sales Force yang sudah ada realisasi misalnya Rp.20.000.000, boleh mengajukan pinjaman sebesar 50% dari komisinya. Buatlah peraturan yang jelas mengenai hal ini. Begitupun juga mengenai jaminan pengobatan, katakanlah sebesar satu kali rata-rata komisi yang di dapatkan selama satu tahun, dan bila tidak menggunakannya di berikan setiap akhir tahun.

Semoga bermanfaat.



Selasa, 05 September 2017

Bagaimana Menjadi Pemenang

Menjadi seorang pemenang tidaklah sulit atau terlalu sulit, apapun profesi Anda dan siapapun diri Anda, karena semua orang berhak dan mampu untuk menjadi pemenang, bila kita semua mengetahui caranya. Masalahnya adalah bagaimana Anda mengertahui caranya, tentunya dengan selalu belajar dan juga melakukan hasil pembelajaran yang Anda dapatkan secara konsisten. Beberapa cara praktis untuk tampil sebagai pemenang. Bila Anda berprofesi sebagai tenaga penjual,  memiliki kemauan dan keinginan untuk menjadi pemenang di group penjualan yang ada di dalam perusahaan, tidaklah terlalu sulit, tapi juga tidak mudah, butuh usaha yang sungguh-sungguh dan konsisten untuk mewujudkannya. Berikut ini adalah cara sangat singkat untuk menjadi pemenang.

1. Pastikan kemauan dan keinginan Anda untuk menjadi pemenang benar-benar kuat dan keras, karena kemauan yang benar-benar kuat dan keinginan yang benar-benar keras, akan mampu menggerakan semangat kita untuk mewujudkan kemauan dan keingian kita tersebut.

2. Pastikan Anda memiliki alasan yang sangat kuat mengapa Anda mau dan menginginkan untuk menjadi pemenang, cari dan dapatkan alasan nya, yaitu alasan yang benar-benar kuat, yang mendorong Anda untuk menjadi pemenang.

3. Pastikan Anda harus memiliki mind set atau pola pikir seorang pemenang, misalnya;
a. Apapun yang terjadi saya harus menjadi yang terbaik dari yang terbaik.
b. Apapun hambatan dan kesulitannya, saya pantang untuk menyerah.
c. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, saya harus menjadi yang terbaik.
d. dan lain-lain.

4. Setelah ada memiliki mind set, selanjutnya adalah menanamkan dalam jiwa, pikiran dan hati kita, caranya adalah dengan setiap saat mengingatnya, bahwa Anda harus menjadi pemenang, sehingga pada saat Anda mulai melakukan aktivitas untuk bekerja Anda akan mengingatnya terus menerus.

5.Setelah mind set tertanam dalam jiwa, pikiran dan perasaan, Anda harus mengikatnya dengan keberanian untuk bekerja keras, berjuang habis-habisan, keuletan, ketekunan, disiplin, keteguhan hati, keikhlasan, sepenuh hati, dan semangat untuk pantang menyerah.

6. Ingatlah selalu bahwa Mengetahui saja tidak cukup, Anda harus mengerti. Mengetahui dan mengerti saja tidak cukup, Anda harus memahami. Mengetahui, mengerti, dan memahami saja tidak cukup, Anda harus melakukannya. Mengetahui, mengerti, memahami, melakukan saja tidak cukup, Anda harus berani bekerja keras dan berjuang habis-habisan sampai memperoleh hasil. Ini baru cukup.

7. Ingatlah juga selalu, bahwa  kerja keras adalah kerja yang menghasilkan. Bekerja adalah melakukan aktivitas yang menghasilkan, bila Anda bekerja tidak menghasilkan berarti Anda belum bekerja keras. Begitupun Anda harus selalu ingat, bahwa kalau Anda sudah berjuang, harus ada yang Anda kalahkan  yaitu kemauan dan keinginan Anda untuk menjadi pemenang tadi, bila tidak ada yang dikalahkan namanya Anda belum berjuang.

8. Ingatlah selalu rahasia hidup adalah berani, bukan yang lainnya, dan kekuatan yang sebenarnya adalah berpikir bukan yang lain.

9. Kalau Anda mau jadi pemenang Anda harus mau, bersedia, dan berani dan mampu berjuang habis-habisan untuk mengalahkan yang menjadi pemenang saat ini.

10.Semua kekuatan sebenarnya sudah kita miliki sejak kita belum dan sudah dilahirkan, yang merupakan anugrah Tuhan untuk Anda dan kita semua, Anda dan kita semua hanya mengeksplore kekuatan yang kita miliki sejak kita dilahirkan.

11. Anda dan kita semua berhak merencanakan dan berusaha sungguh-sungguh, tapi Tuhan jugalah yang akhirnya menentukan. Jangan pernah lupa untuk selalu berdoa dan bersandar pada ketentuan Tuhan.

Semoga bermanfaat ...Selamat menjadi pemenang

Senin, 04 September 2017

Kemampuan Untuk Mempengaruhi Calon Konsumen

Bagi seorang pemimpin kemampuan untuk mempengaruhi pengikutnya atau bawahannya adalah suatu kemampuan yang terpenting yang harus dimilikinya. Siapapun dia, bila dia seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mempengaruhi ini. 

Bagaimana dengan profesi tenaga penjual ? Menurut hemat penulis tidaklah jauh berbeda, karena  seorang tenaga penjual harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi calon konsumennya, yaitu agar tertarik, menimbulkan minat untuk membeli, dan membeli barang atau jasa yang ditawarkannya. 

Masalahnya adalah bagaimana cara yang baik, tepat, dan effektive untuk mempengaruhi calon konsumen agar mau menerima dirinya sebagai tenaga penjual, mau mendengarkan ucapannya, dan bersedia membeli barang atau jasa yang di tawarkannya ? Berikut adalah cara sangat singkat mempengaruhi calon konsumen agar dapat kita pengaruhi untuk membeli barang atau jasa yang tenaga penjual tawarkan.

1. Terus menerus menawarkan, tanpa pernah berpikir untuk berhenti menawarkan. Ini adalah cara yang paling mudah mempengaruhi calon konsumen. Menawarkan terus-menerus kepada calon konsumen yang sama ketika tenaga penjual bertemu dengan konsumen tersebut. Contoh dalam praktik, Anda adalah seorang tenaga penjual yang mau menawarkan barang atau jasa kepada tetangga Anda atau orang yang Anda kenal, maka setiap saat ketika Anda bertemu dengan tetangga Anda tersebut atau kenalan Anda tersebut, tawarkan barang atau jasa yang Anda jual, mungkin sekali dia melolak untuk membeli, dua kali Anda tawarkan dia masih menolak, tapi di hitungan selanjutnya entah yang keberapa nanti tetangga Anda tersebut  pasti akan membeli barang atau jasa yang Anda tawarkan. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini terjadi karena bila kita berbicara dengan orang lain dan frekwensi pembicaraan ini terjadi sesering mungkin, maka akan terjadi saling mempengaruhi Anda juga bisa terpengaruh oleh lawan bicara Anda, dan Anda akan mempengaruhi lawan bicara Anda, dan ini akan mendorong alam sadar lawan bicara Anda untuk bertindak membeli barang yang kita tawarkan, karena memang dari semula Anda ingin lawan bicara Anda membeli barang yang Anda tawarkan.Silakan Anda coba dan hitung berapa kali Anda menawarkannya dan setelah berapa kali setelah Anda tawarkan calon konsumen membeli barang atau jasa yang Anda tawarkan.

2. Pikirkan bagaimana caranya agar apa yang dipirkan oleh calon konsumen terpuaskan sehingga calon konsumen tersebut senang bertemu dan berbicara dengan Anda. Caranya adalah uangkapkan data yang sebenarnya dan penjelasan mengenai data tersebut. Orang atau calon konsumen akan terpengaruh, bila kita berbicara atau menjelaskan sesuatu atau barang dan jasa yang kita tawarkan selalui diungkapkan data yang sebenarnya dan penjelsan mengenai data tersebut. Apabila pikiran calon konsumen sudah dapat Anda puaskan, Calon konsumen tersebut akan merasa senang berbicara dengan Anda.

3. Usahakan agar penampilan Anda dapat menyenangkan pengelihatan calon konsumen, coba Anda pikirkan bagaimana penampilan Anda dapat menyenangkan Calon konsumen dalam hal ini penampilan Anda enak dan pantas dimata calon konsumen. Contohnya adalah cara Anda berdiri, berbicara, pakaian Anda, verbal dan non verbal Anda, begitupun dengan kesan kesopanan dan keramahtamahan yang harus Anda tampilkan. Biasanya seseorang atau calon konsumen akan merasa senang dan terpengaruh oleh penampilan Anda yang terkesan bersih, baik, sopan, dan terpancarkan kehangatan dan keramahan.Jadi sambutlah semua orang atau calon konsumen dengan kelembutan, kehangatan dan keakraban. Tapi ingat semuanya adalah untuk membuat orang atau calon konsumen merasa senang dan terpuaskan dengan pelayanan, sambutan dan perlakuan Anda.

4. Cara Anda berbicara, baik dalam menjelaskan barang atau jasa kepada calon konsumen, sangat perlu diperhatikan nada suara yang jelas dan lembut, serta intonasi yang segar dan menggembirakan, hal ini akan membuat calon konsumen merasa sangat serius dan senang mendengarkan ungkapan Anda. Kata-kata dan kalimat-kalimat yang Anda ungkapkan harus berorientasi atau memenuhi keinginan calon konsumen, penjelasan apa sih yang sebenarnya calon konsumen inginkan, inilah yang harus Anda jawab. Setelah Anda ungkapkan dengan jelas, terperinci dengan nada suara dan intonasi yang lembut dan tidak terlihat memaksa atau terkesan egois dan emosial, ini akan dapat membuat calon konsumen terus berbicara dan mendengarkan Anda, yang akhirnya calon konsumen tersebut merasa senang dan timbul minatnya untuk membeli barang atau jasa yang Anda tawarkan.

5. Apapun masalahnya, Anda sebagai tenaga penjual harus berusaha keras dan semaksimal mungkin menjaga dan membuat perasaan calon konsumen tidak tersinggung, menjadi jengkel atau marah dengan segala penampilan dan ungkapan Anda. Hal ini menjadi sangat penting sekali, mengingat Anda harus menjaga suasana pembicaraan menjadi sejuk dan menggairahkan bagi calon konsumen, memberikan pujian-pujian yang tulus yang layak Anda puji akan membuat persasaan calon konsumen senang, dan juga usahakan jangan sampai ungkapkan atau kalimat-kalimat yang Anda ungkapkan dapat membuat calon konsumen merasa terusik atau tersinggung perasaannya. Pujian, pilihan kata dan kalimat yang tepat Anda harus kuasai untuk terus menerus menjaga dan membuat senang perasaan calon konsumen.

Semoga Bermanfaat.


Senin, 21 Agustus 2017

Cara Mudah Meningkatkan Produktivitas Tenaga Penjual

Sudah menjadi pembahasan sejak pertama kali berdirinya suatu perusahaan yang berorientasi profit, untuk bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besar dengan selalu menumbuh kembangkan produktivitas tenaga penjualannya. Banyak cara yang telah dilakukan dan juga banyak strategi yang sudah dilakukan, ada yang sukses luar biasa dan ada juga yang mengalami kegagalan, dimana telah banyak biaya yang dikeluarkan sedangkan hasil tidak optimal. Bagi yang berhasil mungkin disebabkan bukan hanya soal biaya yang besar, tapi lebih terletak pada penanganan, perlakuan dan atau pengelolaan tenaga penjual yang tepat baik dan benar. 

Salah satu cara yang sangat sederhana murah, meriah dan cenderung berhasil dalam menumbuhkan, meningkatkan dan bahkan mempertahankan produktivitas tenaga penjuala adalah sebagai berikut;

1. Setiap hari atau tiap pagi hari seluruh tenaga penjual yang kita miliki berkumpul dalam satu ruangan (biasanya dikenal dengan ruangan Sales Force). Acaranya adalah briefing pagi yang mana isinya bermuatan motivasi selama kurang lebih satu sampai satu setengah jam.

2. Adapun rincian acara adalah ;
08.00 - 08.30 - Membuat suasana yang menyegarkan.
08.30 - 09.30 - Evaluasi dan Motivasi
09.30 - 10.00 - Komitment.
10.00 - 17.00 - Memonitor dan Pemberian Motivasi Di Lapangan

3. Membuat Suasana yang menyegarkan.
Seluruh tenaga penjual kita sajikan acara yang membuat suasana hati para tenaga penjual menjadi "MENYENANGKAN" yaitu dengan diberikan permainan-permainan motivasi, seperti perlombaaan berjoget, perlombaan cara merayu konsumen, perlombaan menari, perlombaan, yel-yel penjualan, bisa perorangan maupun kelomok dan lain-lain perlonbaan, serta yang terpenting adalah semua tenaga penjual diusahakan terlibat. Setiap permaian di berikan asprisiasi oleh tenga penjual lainnya yang saat itu jadi penonton. Contoh Juara satunya adalah mereka yang menjdapat tepuk tangan yang paling keras dan meriah dari para tenaga penjual yang menyaksikan, juara kedua dan seterusnya yang mendapat tepukan yang kurang keras dankurang meriah. Di dalam acara 30 menit pertama ini dilarang menjelaskan atau menyebut nyebut kinerja, misalnya yang kemarin tidak ada order penjualan, atau yang belum punya realisasi. Pokoknya acara 30 menit pertama harus benar-benar membuat suasana yang sangat menyenangkan bagi para tenaga penjual tanpa terkecuali. Para Supervisor dan atau Team Leader, Asisten Sales Manager dan juga Sales Manager diharapkan ikut berpartisipasi aktif di dalam acara ini.

4. Evaluasi dan Motivasi
Didalam acara 30 menit kedua, kita sebagai supervisor, Asisten Sales Manager dan atau Sales Manager, menayangkan sajian evaluasi pencapian target harian diabndingkan dengan target penjualan di bulan berjalan. Penyajian singkat tepat dan tidak bertele-tele. Contohnya langsung kepada pokok permasalahan, bila telah mencapai diatas atau melampaui target harian (Target harian adalah target dalam satu bulan yang telah kita break atau dibagi menjadi harian), kita berikan aspresiasi secra team kerja secara keseluruhan bila hasilnya mencapai target harian atau lebih, bila terjadi kebalikannya, tentunya kita menghimbau dan meminta tenaga penjual yang kita miliki untuk semuanya bekerja lebih baik, lebih keras, lebih optimis lagi untuk mencapai target harian yang ada. Evaluasilah pencapaian penjualan per Group tenaga penjual (bila memang perusahaan memiliki armada atau group tenaga penjual), dan juga evaluasilah tenaga penjual yng belum berhasil dengan memaparkan hasil penjualannya per hari ini, bila yang penjualannya baik berikan sdikit penghargaan, bisa dengan tepuk tangan yang meriah, memberikan uang untuk makan siang dan lain-lain. Bagi yang belum berhasil atau penjualannya sangat jauh untuk mencapai target pribadinya, kita himbau untuk belajar dan bekerja lebih keras, dengan pemberian arahan yang tepat, misalnya bisa belajar bersama dengan tenaga penjual yang telah berhasil dan lain-lain.
Pemberian motivasi secara singkat lebih banyak di tujukan untuk membangkitkan gairah kerja, kerja keras, berjuang habis-habisan, dan lain sebagainya yang biasanya tenaga penjual butuhkan, seperti bagaimana melawan rasa malas, bagaimana supaya terus menerus semangat dari pagi sampai sore hari dan lain-lain. Gunakan kata dan kalimat yang tepat, jelas dan berisi mengajak, sehingga kita mampu mempengaruhi dan menyakinkan tenaga penjual untuk tetap senang melakukan pekerjaannya, bersemangat dan diharapkan dapat bekerja dengan optimal dan dapat memberikan hasil yang optimal juga.

5. Membuat Komitmen
Sebelum Group tenaga penjual pergi meninggalkan ruangan atau tenaga penjual keluar ruangan untuk melakukan pekerjaannya di tiga puluh menit terakhit, wajib kita memintakan komitmen mereka baik secara group maupun individu untuk perolehan hasil hari ini. Caranya adalah dengan menuliskannya dipapan tulis atau white board. Cotoh Group Rajwali terdiri dari 20 orang masing-masing anggota atau tenaga penjual menuliskan komitmennya di papan tulis, katakanlah seorang tenga pebjual A, berkomitmen  tiga order, tenaga penjual B empat order dan seterusnya sampai 20 orang,  kemudian di jumlah semuanya. jumlah itulah target dari sebuag group penaga penjual yang dikomitmenkan. Semua group dan secara perorangan wajib membuat komitmen ini. Seteplah di tulis jangan di hapus karena akan kita adu dengan realisasinya ke esok harinya dan akan kita bahas bersama di 30 menit kedua, yaitu acara evaluasi dan motivasi.

Penulis sarankan acara ini di lakukan setiap hari tanpa henti, sedangkan untuk tenaga penjual yang baru dan atau tenaga penjual yang masih membutuhkan training, jangan di campur dalam acara ini, sebaiknya di buat acara tersendiri dalam acara Training dan atau Up Grading.

Inilah salah satu bentuk untuk menciptakan tenaga penjual kita tetap bergairah dan berenergi setiap hari dalam menjalankan kewajibannya.

6. Memonitor dan Pemberian Motivasi di Lapangan
Memonitor dan pemberian motivasi di lapangan yang penulis maksudkan di sini adalah ketika seluruh tenaga penjual bekerja dan berjuang untuk mensdapatkan order, kita bisa memonitornya atau memantau per individu tenaga penjual dengan menggunakan smart phone untuk menanyakan hasilnya per dua jam atau tiga jam sekali, dan memberikan semangat, motivasi atau saran jalan keluar bila si tenaga penjual mengalami kesulitan,  ini kita lakukan adalah agar komitmen di pagi hari itu terwujud 100%, bila perlu kita kunjungi keberadaan mereka, contoh satu group tenaga penjual yang sedang beristirahat di suatu tempat, setelah mereka melakukan Canvassing, kita hampiri dengan katakanlah membawakan jeruk, air minum, atau makanan kecil untuk sekedar menunjukkan  bahwa kita peduli dengan mereka. Kegiatan ini bisa kita lakukan terjadwal dan juga bisa kita pilih-pilih Group tenaga penjual yang mana yang akan kita kunjungi. Kegiatan memonitoring ini, sangat baik dan bermanfaat sekali bila kita merencanakan dengan baik dengan menyajikan nada bahasa dan kalimat yang menyejukan dan tanggapan yang hangat serta kata-kata yang lembut dan dapat meningkatkan gairah kerja, sehingga terpancar kepedulian yang tulus yang dirasakan oleh tenaga penjual terhadap apa yang kita lakukan.

Inilah salah satu kegiatan yang mungkin dapat bermanfaat buat kita semua ...
Selamat mencoba dan semoga berhasil...

Kamis, 10 Agustus 2017

Cara Mencapai Target

Target adalah sasaran yang harus kita capai, untuk mencapainya kita harus punya kemampuan dan yang paling penting adalah memiliki keberanian yang cukup untuk mewujudkannya. Keberania yang penulis maksudkan disini adalah memiliki keberanian untuk bekerja super keras, dan berani berjuang habis-habisan sampai memperoleh hasil atau sampai target itu tercapai. Kenapa harus seperti ini, kara mengetahui tentang target saja tidak cukup, mengetahui dan mengerti tentang target saja tidak cukup, mengetahui, mengerti dan memahami tentang target saja tidak cukup, mengetahui, mengerti, memahami dan melaksanakan tentang target adalah tidak cukup, karena belum terlalu kuat untuk menjamin mencapai target, tapi kita harus berani berkerja super keras, dan berani berjuang habis-habisan sampai memperoleh hasil atau target itu tercapai.

Bila kita telah mencapai target, selanjutnya target yang telah tercapai itu adalah sudah bukan target kita lagi, karena telah kita capai atau wujudkan. Jadi kita harus membuat target yang lebih besar lagi, lebih menantang lagi dan lebih banyak lagi kesulitannya. Inilah yang sering di katakan target itu tidak ada batasnya, sepanjang kita mau menentukan dan memiliki keberanian yang cukup untuk mewujudkannya.

Sebenarnya rahasia hidup itu adalah berani bukan yang lain, ini sesuai bahwa ketika kita masih menjadi "bakal hidup" atau perjuangan dari sel sperma kita, dengan  gagah berani sampai menuju zigot atau rahim untuk selanjutnya menjadi seperti kita sekarang ini adalah karena kita mempunyai keberania atau karena berani bekerja super keras dan berjuang habis habisan untuk mengalahkan ribual sel sperma lainnya sebagai "kompetiter" kita. . Nah, setelah hidup dan seperti ini, untuk meraih sukses atau keberhasilan ataupun untuk menjalani hidup dan kehidupan yang berhasil atau sukses menurut ukuran kita, rahasianya adalah kita harus berani atau memiliki keberaniaan. Contoh : berani untuk bertanggung jawab, berani untuk terus belajar, berani untuk bekerja keras, berani untuk menerima tantangan, berani untuk berjuang habis-habisan, berani untuk berkata dan berbuat jujur, berani memberi, berani berbagi, berani memiliki tujuan, berani bermimpi, berani menentukan target yang besar, berani mewujudkan keinginan, berani berbuat baik, berani bekerja sama dengan baik, berani meminta maaf dan memaafkan dan lain sebagainya.

Untuk itu bila kita telah memiliki tujuan, harapan, cita-cita, visi, dan mimpi untuk dapat meraihnya kita harus memiliki keberanian yang cukup untuk mewujudkannya, bila tidak kita tidak akan bisa mewujudkannya.

Senin, 29 Agustus 2016

Berubah atau Kalah, Tersingkir, dan Punah


Mengapa kita harus melakukan perubahan ? Apanya yang harus dirubah ? Satu-satunya yang abadi di dunia ini adalah perubahan, dan dunia atau kehidupan ini selalu berubah, oleh karena itu kita harus berubah, bila tidak kita akan dilindas oleh perubahan itu sendiri. Contoh : Kehidupan Zaman sekarang, berbeda dengan kehidupan tahun 1970 atau 1980, di ini kalau kita mengetik hanya pakai mesin ketik saja, kalau mau kirim surat lewat kantor pos saja dan membutuhkan waktu lama,  tetapi  saat sekarang, melakukan pekerjaan hampir seluruhnya menggunakan computer dan teknologi informasi (Internet, dan lainnya) yang begitu canggih, yang pada saat tahun 1970 atau 1980, belum ada dan belum mengenai teknologi secanggih sekarang ini, maka untuk bisa  mengikuti perubahan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan bisa menjalani kehidupan dengan baik , kita pun harus berubah, yaitu mau tidak mau, suka tidak suka kita harus belajar mengenai Komputer, dan teknologi informasi lainya bila tidak mau akan ketinggalan, dan ditinggal oleh kemajuan, dan akhirnya akan menjadi orang yang tidak mengerti apa-apa, sampai pada saat kita gagal dalam menjalan kehidupan karena kita tidak mau melakukan perubahan diri ini.
Untuk apa kita harus berubah ? Untuk melakukan perbaikan diri dengan cara melakukan perubahan sesering mungkin. Contohnya: Kalau ada hal-hal baru yang berkaitan dengan pekerjaan, hal-hal lain yang kita belum dan tidak mengetahui, sebaiknya kita berusaha untuk melakukan perubahan, segera belajar dan memahai hal-hal yang baru tersebut, cara yang lama segera kita tinggalkan, kalau tidak kita akan ketinggalan.
Cara yang paling mudah untuk berubah adalah
  1. Harus mau membuka diri ( membuka hati dan pikiran) terhadap perubahan yang ada di sekeliling kita. Contoh : kemajuan di bidang teknologi, pengetahuan, metode, sistem, dan atau cara-cara baru yang berkaitan dengan pekerjaan atau usaha kita.
  2. Berusaha untuk sedini mungkin atau secepat mungkin mengetahui, mempelajar, mengerti, dan memahami situasi serta kondisi perubahan yang akan dan tengah terjadi.
  3. Imajinjasikan dan selalu mengembangkan imajinasi kita pada satu kegiatan yang belum pernah kita lakukan, disamping kegiatan-kegiatan rutin yang kita lakukan sepanjang hari.
  4.  Berusaha untuk mewujudkan imajinasi kita tersebut sampai terlihat, tergambar dan terbentuk satu rencana tindakan yang nyata dan harus  dapat kita lakukan saat ini juga.
  5. Setelah terlihat bentuk rencana tindakan tersebut, segera laksanakan rencana tindakan tersebut yang tidak atau belum pernah kita lakukan sebelumnya selama ini.
Apapun profesi kita, siapun kita, dan bagaimanapun diri kita, kalau tidak mau berubah kita akan tersingkir, begitu juga seorang Tenaga Penjual harus benar-benar memahami perubahan yang terjadi kepada diri calon konsumen,Contohnya : Pada saat kemajuan sekarang ini, terutama kemajuan teknologi bidang informasi, menyebabkan  karakter dan pemikiran calon konsumen lebih kritis, selektif,  lebih cenderung hati-hati, dan banyak menggunakan  pertimbangan untuk membeli barang kebutuhannya, oleh karena itu Tenaga Penjual juga harus melakukan perubahan, seperti  cara untuk menawarkan, mempengaruhi, dan kemampuan bicara kita juga harus dirubah, sesuai dengan kondisi calon konsumen, yang pada saat tahun 70 dan 80-an,  karakter dan pemikiran calon konsumen tidak sekritis dan seselektif saat sekarang ini. Hal inilah tuntutan zaman bagi tenaga penjual, dengan terus berubah dan belajar tanpa henti menjadikan tenaga penjual bukan saja bekerja keras, tetapi juga bekerja cermat dan cerdas.


Salam  Sukses Selalu….

Kamis, 25 Agustus 2016

Menghadapi Calon Konsumen Yang Mengeluh


Seorang Tenaga Penjual dalam mejalankan tugasnya tentunya banyak mengalami hambatan-hambatan atau kesulitan-kesulitan, baik yang berasal dari dalam diri sendiri, maupun berasal dari luar dirinya sendiri, termasuk yang berasal dari calon konsumen.
Untuk mengatasi hal tersebut, seorang tenaga penjual haruslah memiliki kemampuan-kemampuan tertentu untuk mengatasinya. Berikut di bawah ini adalah cara seorang tenga penjual dalam mengatasi calon konsumen yang sering kali mengeluhkan atas barang atau jasa yang akan dimilikinya.
  1. Sebagai tenaga penjual harus dapat memahami keluhan calon konsumen dan menyambutnya dengan tenang, senyum, dan bersikap wajar serta mendukung seolah-olah menyetujui keluhan calon konsumen.
  2. Tenaga penjual harus dengan serius dan sungguh-sungguh dalam mendengarkan  keluhan-keluhan calon konsumen, sehingga tercermin bahwa tenaga penjual memiliki perhatian yang penuh terhadap calon konsumen.
  3. Jangan berdebat dan hindarilah perdebatan, kalau hanya mengakibatkan calon konsumen menjadi malu dan kehilangan muka di hadapan tenaga penjual atau orang lain.
  4. Cobalah berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenarnya yang diingini oleh calon konsumen.
  5. Berilah jalan keluar untuk dapat membuat kata sepakat dengan jalan memberikan penjelasan berupa usulan penyelesaian masalah.
  6. Apabila yang diungkapkan oleh calon konsumen adalah hal-hal yang yang besar dan bersifat prinsipil (“Contoh: saya ini pencinta merk ini dari nenek moyang saya, sampai ke anak cucu saya, saya sangat paham ini barang asli tapi palsu, kalau yang asli harganya tidak segini, pasti jauh lebih mahal.”). Apa yang di katakan calon konsumen ini tenaga penjual mengetahuinya bahwa ungkapan calon konsumen tersebut tidak benar dan tidak tepat, tenaga penjual jangan membantahnya, maka tenaga penjual dapat berkata ; “Oh, begitu ya, pak.”  Lalu dilanjutkan : “Wah, sampai sekarang banyak orang yang berpandangan serupa seperti bapak, dulu saya juga beranggapan seperti itu, sampai saya mendengar dan mendapatkan informasi bahwa……. lanjutkan dengan menjelaskan informasi penting tentang barang atau produk  atau selling point barang yang ditawarkan. Ucapan ini sangat penting diungkapkan oleh tenaga penjual, karena pada umumnya manusia akan memberikan reaksi senang pada saat mendengar kata-kata seperti “Ya, ya, benar.” Selanjutnya sebagai akibat rasa senang tersebut, biasanya calon konsumen tersebut cenderung mengiyakan penjelasan yang kemudian akan dikatakan oleh tenaga penjual.


Salam Sukses Selalu….