Kamis, 14 Juli 2016

Orang Kaya

    
Sejak penulis, masih duduk di bangku sekolah dasar, sering mendengar kata-kata seperti ini ; “ Eh, hati-hati dia anak orang kaya.” Setelah lulus sekolah dasar ketika duduk di bangku sekolah Menengah Pertama, supir angkot mengumpat seperti ini  “Dasar orang kaya, sabar lo … gue tahu gue orang miskin, belagu amat sih lo, ketika sedang memutar angkotnya, dan ada mobil sedan membunyikan klaksonnya beberapa kali.” Waktu duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, teman penulis ngomong seperti ini, “Enak ya jadi anak orang kaya, ke sekolah naik mobil. Uang jajannya banyak. Kalau liburan jalan-jalan ke luar negeri. ”  Sudah tamat sekolah, ibu penulis berkata seperti ini, “Emang kamu anak orang kaya mau kuliah di swasta ? Mahal bayarnya. Kalau ngga bisa masuk Universitas Negeri ngga usah kuliah.”


Jauh di dalam lubuk hati penulis bertanya, apakah saya bisa jadi orang kaya ya. Orang kaya adalah orang yang banyak duitnya sehingga mereka bisa memenuhi semua kebutuhannya dangan membeli atau membelanjakan uangnya yang banyak tersebut, seperti rumah yang bagus, mobil yang mewah, sepatu bermerk, dan lain sebagainya. Kemudian timbullah di benak penulis, bagaimana caranya agar bisa menjadi kaya raya dengan memilki uang yang banyak.

Sepanjang perjalanan hidup penulis sampai detik ini, penulis tidak berhasil menjadi kaya raya dengan banyak uang yang melimpah ruah, tapi penulis hanya dapat hidup sederhana saja dan cukup untuk menghidupkan seorang istri dan tiga orang anak, dan menyekolahkan mereka, yang jelas, penulis tidak pernah terjerat atau berhutang uang dalam jumlah tertentu karena kekurangan untuk memberi nafkah lahir dan bathin kepada keluaraga.

Menurut hemat penulis orang kaya adalah

1. Orang yang tidak punya hutang, tapi pandai mengelola hutang.  Mereka adalah orang yang mampu mengembangkan uang yang diperolehnya dari hasil hutang, contoh hutang dari sebuah Bank, mereka gunakan untuk modal berusaha, sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih banyak atau dari besarnya angsuran sebagai kewajiban kepada pihak bank.

2. Orang kaya punya tabungan dan atau investasi, dari hasil mereka berusaha dan atau bekerja mereka tabungkan  sebagian atau setengahnya, contoh penghasilan mereka 100 juta, lima puluh atau dua puluh lima juta mereka tabung sebagai investasi, setelah banyak biasanya mereka investasikan lagi ketempat lain, misalnya membeli sebidang tanah, membuat rumah kontrakan atau villa, atau bermain di bursa saham, dan atau membangun usaha lainnya.

3. Orang kaya pandai menghitung dan menggunakan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, contohnya mereka mampu hidup hanya lima puluh persen atau tujuh puluh lima porsen dari penghasilannya, tapi mereka punya tujuan lain yang lebih bermanfaat. Mereka selalu konsisten untuk hidup hemat, dan menabungkan sisa penghasilannya secara konsisten, serta selalu melaksankan moto : “Boros pangkal miskin, hemat pangkal kaya.

4. Orang kaya adalah orang yang bekerja keras, tekun, hemat, dan terutama disiplin.  Sikap inilah yang mendasari mereka menjadi orang kaya. Mereka paham betul, bahwa tanpa sikap hidup yang mereka miliki seperti di atas tidak akan pernah menjadi orang kaya.

5. Orang kaya dengan kekayaan yang mereka miliki, dari hasil yang baik dan benar, mereka bisa menggunakan ke hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, seperti menjadi donatur kegiatan-kegiatan sosial keagamaan, menyekolahkan anaknya dan ponakannya atau siapa saja yang mereka inginkan ke jenjang yang lebih tinggi, menyantuni anak yatim piatu, orang jompo, menyenangkan orang tuannya, seperti memberikan rumah, kendaraan dan lain-lain, dan atau memberangkatkan ibadah ke tanag suci, dan lain sebgainya.

6. Orang kaya yang tidak sombong dan tidak kikir, serta selalu melaksanakan ketentuan pemerintah dan ketentuan agamanya, dapat dipastikan kekayaannya akan terus bertambah dan bertambah terus, oleh karena mendapat berkah atas perbuatan yang baik dan positifnya membantu orang lain atau bermanfaat bagi orang lain dan banyak orang.

Kesimpulannya menurut hemat penulis adalah menjadi orang kaya adalah soal yang mudah, karena tidak berkaitan dengan seberapa banyak uang atau rejeki yang kita peroleh baik harian, mingguan atau bulanan, tapi seberapa banyak uang yang kita sisikan dari penghasilan kita untuk menabung sebagai investasi,(ini kita jadikan menjadi kebiasaan dalam hidup kita) dan yang kemudian investasi dari uang yang kita tabung tersebut kita kelola dengan baik dan benar untuk memperoleh sumber penghasilan baru. Mereka bekerja keras mengelola invertasi ini, hemat dalam membelanjakan uangnya, tekun dalam berusaha dan terutama disiplin. Kesuksesan dan atau keberhasilan tidak akan tercapai tanpa disiplin.

Salam menjadi Oarang Kaya dan Sukses Selalu.




Rabu, 13 Juli 2016

U A N G


Setiap orang di seluruh dunia pasti mengenal yang namanya uang, dari anak-anak sampai kakek-kakek, begitu juga dengan kegunaan dari uang tersebut. Timbul pertanyaan mengapa uang selalu dicari orang, atau kenapa orang membutuhkan uang ? Jawabnya tentu mudah karena dengan uang kita bisa memenuhi kebutuhann hidup kita. Bernarkah ? Satu sisi memang benar, disisi lain masih kurang, karena kebutuhan hidup manusia itu bukan hanya kebutuhan yang sifatnya fisik atau jasmani, tapi juga kebutuhan rohani, yang tidak bisa digantikan oleh uang.

Penulis pernah mendengar buat apa cari uang banyak-banyak uang tidak dibawa mati. Benar kah pernyataan tersebut ? Benar memang uang tidak di bawa mati, tapi uang untuk orang yang hidup, yaitu istri atau suami atau anak-anak yang kita tinggalkan, lebih jauh uang yang kita miliki juga dapat berguna bagi kita, Contoh bila kita telah di panggil Tuhan, uang yang kita miliki diberikan atau sedekahkan kepada orang yang membutuhkan dengan atas nama kita, atau membantu pembangunan rumah ibadah dan atau digunakan membangun tempat ibadah, maka kebaiknya masih bisa kita rasakan. Jadi kesimpulannya selama kita hidup carilah uang sebnayak-banyaknya tanpa batas, asalkan dengan cara yang baik dan benar serta di ridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam hidup dan kehidupan uang adalah segala-galanya, karena segala-galanya membutuhkan uang, kenapa ? Karena kita sebagai manusia adalah makhluk yang beradap atau berbudaya atau bertumbuh atau berkembang. Semakin tinggi peradapan manusia, atau semakin tinggi budaya manusia, atau semakin bertumbuh dan berkembangnya manusia, maka akan bertambah pula kebutuhannya, dan untuk memenuhi kebutuhannya tersebut di butuhkan uang atau banyak uang. Contoh : Pada saat kita balita, kita tidak butuh Hand Phone, tidak butuh kendaraan, tidak butuh pacaran, tidak butuh berumah tangga, ketika semakin besar, misslnya remaja, kebutuhan pasti bertambah, sehingga memerlukan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhannya tersebut, dan seterunya sampai dewasa, bertambah lagi kebutuhannya, misalnya butuh Hand Phone yang canggih, butuh untuk ber keluarga, butuh rumah, dan lain sebgainya.

Jadi kesimpulannya uang adalah segala-galanya dalam hidup ini karena manusia beradap dan atau berbudya dan atau bertumbuh dan berkembang, semakin bertunmbuh, berkembang dan semakin tinggi budaya manusia, maka semakin banyak kebutuhannya dengan demikian dibutuhkan banyak uang untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

Namun, bila kita kaji atau kita lihat dari pandangan “NILAI,” UANG tidak berada diatas segala-galanya karena masih ada nilai-nilai lain yang lebih tinggi dari pada UANG, yaitu Cinta Sejati, Kesetiaan, kejujuran, keyakinan, keimanan, dan lain-lain, sejatinya tidak bisa di nilai oleh uang dan atau tidak bisa di beli dengan uang.

Jadi kesimpulan selanjutnya adalah uang adalah segala-galanya dalam hidup dan kehidupan di dunia ini, tetapi tidak berada diatas segala-galanya, masih ada sesuatu yang lebih tinggi atau lebih bernilai dari pada uang, yaitu cinta sejati, kesetiaan, kejujuran, keyakinan, keimanan, dan lain-lain.

Apakah Uang itu adalah tujuan dari setiap orang ? Ada sebagian yang berpendapat bahwa uang bukan tujuan, tetap sebagai alat, Contohnya Ingin kaya raya kita butuh uang banyak, ingin punya mobil mewah, kita harus punya uang banyak, ingin punya rumah mewah kita butuh uang banyak. Jadi uang adalah bukan tujuan, tapi merupakan alat yang kita gunakan untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Ada juga yang berpendapat uang adalah dampak atau hasil dari usaha, kegiatan dan atau kerja yang kita lakukan, semakin baik dan benar kira berusaha dan atau bekerja, maka semakin banyak juga uang yang kita dapatkan, begitupun sebaliknya. Jadi tujuan kita adalah bekerja atau berusaha dengan baik dan benar, sedangkan uang adalah hasil atau dampaknya, bukan tujuan.

Atas kedua pendapat itu penulis sangat setuju. Maslahnya adalah bagaimana usaha kita, atau kita bekerja dengan banyak menghasilkan uang untuk bekal kita hidup di dunia maupun di akhirat kelak ?

Melihat manfaat dan kegunaan Uang, dapat kita simpulkan sebagai berikut :

1. Uang dapat memenuhi kebutuhan hidup kiata secara lahiriah, seperti kebutuhan akan minum dan makan, kebutuhan keindahan, kebutuhan sandang, pangan papan, dan atau kebutuhan primer, sekunder, dan tertier.

2. Uang dapat meningkatkan kualitas  hidup kita bila kita manfaatkan atau kita gunakan untuk menambah pengetahuan kita, dengan terus bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

3. Uang juga bisa dijadikan bekal hidup untuk hidup di akhirat nanti. Contoh bila kita banyak uang kita bisa bersedekah kepada orang lain atau beramal dan perbuatan baik lainnya, seperti membangun rumah ibadah, memelihara anak yatim piatu, panti jompo, membuat sekolah keagamaan atau persantren dan lain-lain, bila kita telah meninggalpun masih dapat bermanfaat.

4. Uang dapat mengangkat harkat dan martabat orang yang memilikinya, andai saja di gunakan di jalan yang benar dan baik.

Catatan penulis : Semua yang ada di dunia ini, dan semua kejadian yang terjadi didunia dan diakhirat nanti adalah atas kehendak Tuhan, dan atas ridho dari Tuhan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus memahaminya bahwa semuanya adalah milik Tuhan termasuk hidup kita, jadi kita hidup harus di jalan Tuhan. Begitu juga uang yang kita miliki baik yang ada di brankas, di Bank, maupun di saku atau kontong kita,  sedikit maupun banyak adalah milik Tuhan. Jadi  harus kita gunakan dengan baik dan benar di jalan Tuhan, supaya kita mendapatkan safa’at dan ridho dari-NYA. Aamin Ya Robbal Aalamin…













Salam Sukses Selalu….

Selasa, 12 Juli 2016

Tenaga Penjual Yang Sukses


Seorang tenaga penjual tidak dengan sendirinya dalam waktu yang singkat bisa berhasil menjadi sukses, tentu mereka mengalami proses, dari awalnya sebagai tenaga penjual yang biasanya saja, kemudian berhasil menjadi tenaga penjual yang sukses, dengan penghasilan yang tanpa batas tergantung dari rajin, dan atau kerasnya mereka bekerja, yang pasti mereka sudah hidup dengan banyaknya investasi yang mereka miliki.

Hasil pengamatan penulis kepada tenaga penjual yang sukses, ternyata mereka memiliki banyak  persamaan pada karekter, sikap dan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan dalam menjalani profesinya sebagai tenaga penjual. Ada 10 hal persamaan karakter, sikap, dan kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah sebagai berikut;

!. Tenaga penjual yang Sukses, memiliki paradigma dan atau mind set yang kuat dan selalu diyakininnya, dan terus berjuang dengan sungguh-sungguh dengan semangat yang berkobar-kobar tanpa henti untuk selalu menerapkannya dalam hidup dan kehidupannya  sehari-hari.  Contoh : Tidak ada kata gagal dalam menjual, yang ada adalah kata sukses dalam menjual. Bila ingin Sukses menjadi tenaga penjual harus kerja keras, disiplin, dan tekun. Bila inigin hidup dengan berlimpah harta, pililah usaha di bidang penjualan , Berani hidup, berani berjuang, berani bekerja keras, dan berani sukses. dan lain sebagainya.

2. Tenaga penjual percaya dan yakin terhadap apa yang mau dicapainya. Tenaga penjual yang Sukses menuliskan tujuan hidupnya secara jelas, terinci dan atau mendetail, serta berani, mengerti, dan mampu cara bagaimana mencapainya. Mereka berani membayangkan atau bermimpi seperti apa sukses yang diinginkan. Mereka selalu membuat rencana tindakan pencapaian sukses yang diinginkan. Mereka selalu pada jalan atau jalur yang signifikan untuk mencapai sukses. Mereka setiap saat selalu konsentrasi penuh dengan rencana untuk mencapai sukses.

3.Tenaga penjual yang Sukses selalu focus dengan pekerjaannya yang mengantarkan kepada pencapaian tujuan hidupnya, mereka tidak pernah mendua baik jiwa, pikiran maupun hatinya.

4.Tenaga penjual yang Sukses memiliki kecepatan dalam melakukan pekerjaan, kecepatan dalam menganalisa kebutuhan calon konsumen, kecepatan melihat peluang, kecepatan mencari calon konsumen yang memiliki keinginan membeli dan minat yang kuat untuk membeli, kecepatan melihat masalah dan memberikan solusi yang tepat.

5.Tenaga penjual yang Sukses benar-benar menyenangi pekerjaannya dan atau mencintai pekerjaannya, sehingga bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban kepada perusahaan dasn atas dorongan dari atasannya, akan tetapi pekerjaannya memiliki makna, arti, atau kepuasan bathin tersendiri. Mereka selalu mencurahkan seluruh jiwa, pikiran, nurani, perasaan, perhatian dan kepedulian pada pekerjaannya.

6. Tenaga penjual yang Sukses selalu belajar kepada tenaga penjual yang lebih dahulu sukses yang telah memiliki  jam terbagng tinggi, pengalaman, dan kemampuan lapangan yang mumpuni dan tidak diragukan lagi. Mereka selalu mendengarkan dan mengamati, lalu menirukan cara-cara sukses yang sudah didapatkan dan melakukan penyesuaian dengan cara-caranya sendiri, sehingga mendapatkaifn cara yang lebih cepat, tepat, efisien dan efektif.

7. Tenaga penjual yang Sukses selalu belajar dari pimpinannya dan tau instrukturnya, bahkan para pakar lainnya di bidang penjualan baik dengan cara mengikuti pelatihan, seminar, maupun membaca artikel, membeli, memiliki dan membaca buku-buku, misalnya buku mengenai seni menjual, sukses menjual, dan menjadi kaya raya dengan menjual, dan buku-buku lainnya.

8. Tenaga penjual yang Sukses memiliki rasa optimis yang tinggi kepada dirinya dan barang yang akan dijualanya. Mereka selalu optimis bisa menjual kepada siapapun, baik kepada masyarakat umum dan atau orang biasa dan juga kepada orang yang memilki keduudkan tinggi di sebuah perusahaan maupun di pemerintahan sekalipun.

9.Tenaga penjual yang Sukses memilik semangat yang menyala-nyala, sehingga membakar gairah dalam dirinya untuk melakukan pekerjaannya, selalu bersemangat dan bergairah dalam menjalankan profesinya. Mereka selalu saja merasa kecanduan untuk melakukan penjualan terus-menerus tidak peduli meskipun banyak yang memandang sebelah mata atau rendah pekerjaan jadi seorang tenaga penjual.

10.Tenaga penjual yang Sukses selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap apa yang telah mereka miliki dan terhadap apa yang belum mereka miliki, dengan cara selalu berbagai terhadap apa yang telah didapatkannya kepada orang-orang yang membutuhkannya, sehingga Tuhan Yang Maha Esa terus menerus melipatgandakan rezekinya dan selalu menjaga prestasi penjualannya. Penghasilan yang diperoleh mereka lebih mendekatkan diri mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kondisi perekonomian yang tidak menguntungkan sekalipun, mereka tidak akan mengalami strees dan demotivasi, namun sebaliknya kondisi tersebut akan semakin meningkatkan motivasinya dan bathinnya untuk selalu terjaga keseimbangannya untuk tidak cepat panik, gusar, khawatir, bahkan sampai frustasi.

Salam Sukses Selalu…..




Senin, 11 Juli 2016

Prinsip Menjual



Sebagai tenaga penjual kita harus menyadari bahwa di dalam masyarakat luas yang akan dan atau sudah menjadi target segmen pasar penjualan kita di dalamnya terdapat suatu kenyataan dari yang Maha Pemberi Rezeki yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan telah menggariskan rizki masing-masing manusia ciptaan-NYA. Maksudnya adalah Tuhan berlaku sangat adil kepada manusia dalam urusan rezeki, semuanya sudah masuk dalam ketentuan-NYA. Sebagai salah satu contoh, bagi mereka yang berusaha atau bekerja lebih rajin, tekun, disiplin dan pantang menyerah akan mendampatkan rizki  yang lebih besar atau lebih baik dari pada mereka yang tidak rajin, tidak tekun dan cepat menyerah. Ini adalah salah satu contoh keadilan Tuhan. Contoh selanjutnya adalah bila kita bekerja dan atau meloakukan sesuatu pasti ada hasilnya.

Prinsip menjual yang penulis maksudkan adalah semua orang yang berusaha dengan cara yang beda dan atau cara yang sama, semuanya akan memperoleh rezekinya masing-masing. Misalkan ada orang yang sama-sama berusaha warteg ( warung nasi tegal), semuanya makanannya sama tempat atau lokasinya sama, pasti dua-duanya punya konsumen atau orang yang mengunjungi wartegnya untuk makan. Masalah laris atau laku atau banyaknya pengunjung warteg tersebut tergantung dari usaha yang dilakukan, contohnya bila warteg  A buka dari jam 06.00 pagi tutup jam 21.00 Wib pasti hasilnya akan lebih banyak dari pada yang buka jam 09.00 pagi tutup jam 19.00 Wib, begitu juga soal pelayanan kepada pengunjung atau orang  yang makan, kebersihan dan lain-lain sangat mempengaruhi hadirnya rezeki di kedua Warteg tersebut. Jadi rezekinya sudah ditentukan besar-kecilnya atau lancar tidaknya rezeki mereka sangat tergantung kepada usaha mereka.

Untuk itu mari kita pahami bersama prinsip menjual yang penulis maksudkan di sini adalah bahwa  di dalam masyarakat  ada 3 golongan atau kondisi masyarakat  dalam melakukan pembelian, terhadap sesuatu, yaitu:

1. Ada sebagian masyarakat yang mau, ingin, setuju, dan bersedia melakukan pembelian dengan kita sebagai tenaga penjual,  atas barang atau jasa yang kita jual tentunya dengan cara menawarkan. Sehingga barang atau jasa yang kita jual laku dibeli orang atau konsumen.

2. Ada sebagian masyarakat yang tidak mau, tidak ingin, dan tidak bersedia melakukan pembelian dengan kita sebagai tenaga penjual atas barang atau jasa yang kita jual tentunya dengan cara menawarkan. Sehingga barang atau jasa yang tenga penjual perusahaan lain jual laku di beli konsumen atau orang lain ini. Barang dan jasa yang mereka jual adalah barang yang sama dengan barang yang kita jual

3. Ada juga sebagian  masyarakat yang menanti-nanti, atau menunggu-nunggu kehadiran diri kita untuk membeli barang atau jasa yang kita jual atau tawarkan.

Inilah tiga golongan masyarakat yang telah ditentukan oleh Tuhan kepada kita sebgai rezeki bagi kita sebagai tenaga penjual atau bagi mereka yang berprofesi sebagai tenaga penjual dan atau pedagang.

Bila telah mengetahui hali ini, selanjutnya tenaga penjual mau melakukan apa ? Jawabannya adalah terus meningkatkan kemampuan diri sebagai profesional dalam bidang penjualan, terus belajar dan berupaya untuk tidak pernah berhenti melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Berkerjalah dan atau berusahalah dengan ikhlas dan sepenuh hati, dengan tujuan mendapatkan rezeki yang baik dan halal, dan memberikan benefit serta kepuasan terhadap pelanggan atas barang atau jasa yang kita jual dan atau tawarkan, dan juga pelayanan yang kita berikan.

Ini sebagai bukti juga bahwa Tuhan telah menyediakan rezeki kepada manusia atau kita semua, tinggal bagaimana kita menjemputnya, tidak dicari, karena memang sudah disediakan Tuhan. Bagaimana cara menjemputnya tergantung kepada usaha kita semua sebagai tenaga penjual.

Berdasarkan uraian dan pemahaman di atas dapat kita buat kesimpulan bahwa carilah masyarakat dan atau calon konsumen yang mau, ingin, dan bersedia membeli barang atau jasa yang kita jual atau tawarkan, dan juga temuailah masyarakan yang menanti-nanti kehadiran kita untuk membeli barang yang mereka butuhkan. 

Jangan membuang-buang waktu untuk menjual atau menawarkan jasa atau barang kepada  calon konsumen dan atau masyarakat yang tidak mau, tidak ingin, dan tidak bersedia membeli barang atau jasa yang kita jual atau kita tawarkan. Ingat bila kita mau menjual dengan hasil yang maksimal, kita harus menjual atau menawarkan dengan cara semenarik mungkin, sehingga konsumen merasa tertarik dan senang, lalu menjual atau menawarkanlah kepada sebanyak mungkin orang atau calon konsumen, karena semakin banyak calon konsumen atau masyarakat yang kita tawarkan maka kemungkinan besar hasil yang akan kita dapatkan juga pasti maksimal.




Salam sukses selalu …

Teruslah belajar dan berjuang….

Rabu, 08 Juni 2016

Rumus Sukses

Sebenarnya rumus sukses itu tidak ada, karena setiap orang sukses punya cara atau kiatnya masing-masing, coba saja perhatikan kita hanya tahu seorang itu sukses setelah menjadi sukses, sedangngkan proses pencapaian orang tersebut kita tidak tahu dan mengerti apa yang orang-orang sukses itu lakukan sebelumnya, kalau pun kita tahu hanya ceritanya di Koran atau surat kabar, atau di televisi, dan atau di media sosial,  sedangkan aslinya yang mengetahui adalah dirinya sendiri, sebab merekalah yang sukses atau merekalah pelakunya sendiri.

Berdasarkan pemahaman penulis, ketika mengamati kesuksesan orang tidak terlepas dari cara orang tersebut bersikap kepada dirinya sendiri, bersikap terhadap pekerjaannya dan bersikap kepada orang lain. Sedangkan kemampuan dan atau pengetahuan adalah hanya sebagai penunjang kesuksesannya yang akan dicapainya. Sebagai contoh sebagai berikut :

Seorang tenaga penjual dengan pengetahuan, kemampuan, dan pengalamannya, katakanlah adalah 200, sedangkan sikapnya, katakanlah 1 (dua),  hasilnya adalah 200 ( 1 X 200 =  200).

Seorang tenaga penjual lainnya dengan pengetahuan, kemampuan, dan pengalamnya, katakanlah adalah 50. sedangkan sikapnya, katakanlah 4 (empat), hasilnya adalah 200  (4 X 50 =  200).

Berdasarkan contoh di atas, bila diperhatikan, SIKAP  merupakan faktor yang penting, walaupun pengetahuan, kemampuan, dan pengalamanya 50 maka kesuksesan kita berada di anggka 200, walau dengan sikap hanya 4. ( lihat contoh no.2) Sebaliknya pada contoh no 1, Pengetahuan, kemampuan dan pengalamnnya 200. dengan sikap hanya 1 (satu), maka kesuksesan kita berada  di angka 200.

Jadi kesimpulannya adalah kesuksesan seseorang atau keberhasilan atas diri seseorang yang paling dominan adalah sikap mereka, yaitu sikap positif terhadap diri sendiri, sikap positif terhadap pekerjaan, dan sikap positif terhadap orang lain.

Seberapa besarpun pengetahuaan, kemampuan dan pengalaman yang kita miliki bila sikap mental kita negatif atau kurang baik, maka tentunya akan mempengaruhi kesuksesan atau keberhasilan kita, bahkan kita tidak pernah bisa berhasil.

Semakin tinggi nilai sikap positif kita, maka semakin cepat kita akan berhasil mencapai kesuksesan atau keberhasilan, dan semakin negative sikap kita terhadap diri, pekerjaan, dan terhadap orang lain, maka semakin kecil kemungkinan kita bisa meraih kesuksesan.


Sikap kita adalah sangat berpengaruh terhadap kesuksesan kita, bila kita selalu bersikap positif maka keseuksesan dapat  segera kita raih, bila sikap kita selalu negatif, kesuksesan tidak akan pernah kita raih. 


Salam Sukses Selalu .....

Senin, 06 Juni 2016

M a s a l a h

Apakah Masalah itu ? Masalah adalah apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Contoh, seorang tenaga penjual berkomitmen untuk realisasi bulan Juni 150 %, tapi setelah akhir bulan tanggal 30 Juni hanya mencapai 100%. atau Seorang tenaga penjual menginginkan untuk jadi Supervisor atau Tim Leader, setelah mengikuti seleksi, tenaga penjual itu tidak lulus atau tidak terpilih sebagai supervisor atau Tim Leader. 

Bila masalah tersebut berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia atau ftrahnya manusia seperti rasa lapar, maka masalah ini harus segera di selesaikan bila tidak akibatnya akan fatal, bisa sakit, bahkan meninggal dunia. Kenapa harus ada masalah karena kita hidup dan hidup itu sendiri adalah masalah. Contoh, kita ingin hidup seperti apa ? Hari ini kita mau makan apa ? Mau minum apa ? Mau punya rumah sepertiu apa dan sebagainya, selama manusia itu hidup dan punya keinginan untuk memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan primer atau sekunder dan bahkan tertier, pasti akan punya masalah. Jadi kesimpulannya semua orang punya masalah karena hidup itu sendiri sebernanya adalah masalah. Biasanya masalah bentuknya sama dengan atau identik dengan hambatan, halangan, kesulitan, rintangan, kehilangan, dan lain sebagainya dan masalah harus segera diselesaikan, bila tidak masalah tersebut bisa berubah menjadi musibah.

Cara Singkat Mengatasi Masalah

1. Bangun keyakinan di dalam alam bawah sadar kita, bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Yakinlah bahwa Tuhan menciptakan masalah agar kita tetap tangguh, ulet, sabar, dan selalu berikhtiar, serta tetap tawakal. Yakinlah bahwa Tuhan menciptakan masalah bersama dengan jalan keluarnya. Jadi setiap masalah dan atau semua masalah pasti diikuti jalan keluarnya. Yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada hikmah yang positif didalamnya. Setelah kita menyakinkan ini semua, hadapilah masalah dan jangan menghindarinya, karena kita akan pernah lepas dari maslah, dan masalah tersebut akan terus kita bawa dalam hidup dan kehidupan kita sampai kita menbinggalkan dunia ini.

2. Rubahlah masalah yang kita hadapi menjadi tantangan dengan keyakinan yang tinggi, dan rubahlah tantangan menjadi kesempatan dengan bekerja keras dan atau berusaha habis-habisan. Seperti kita berada di dalam goa, pasti akan ada sinar matahari atau cahya yang terpancar, sebagai tanda ada pintu keluarnya. Begitupun juuga langit tak selamanya mendung, bila kita sabar, tetap berusaha, dan gigih memperjuangkannya pasti penyelesaian masalah yang kita hadapi akan dengan baik kita selesaikan.

3. Untuk masalah yang berhubungan dengan hubungan antara manusia, ingatlah Tuhan menciptakan mulut bukan hanya untuk makan dan minum saja, juga dapat berguna untuk memecahkan permasalahan, semua pertengkaran, perseteruan, percecokan dan sebagainya bisa diselesaikan dengan duduk bersama untuk dibicarakan dan diselesaikan masalah yang terjadi, tidak dengan kekerasan atau cara-cara lain yang merusak.

5. Bila kita memiliki masalah cari solusinya dengan berdiskusi, bertannya dan berbagi pada orang yang telah lebih dulu mengalami masalah yang sama dan orang tersebut mampu mengatasinya. Contoh seorang tenaga penjual tidak pernah mencapai target selama lima bulan berturut-turut, maka tenaga penjual tersebut bisa menanyakan cara mencapai target dengan orang yang dulunya sama tidak pernah capai target, tapi saat ini orang tersebut selalu capai target. Contoh lain, Kita sampai umur kepala lima, tidak bisa membaca kitab suci Al Quran, itu maslahnya, maka segera cari jalan keluarnya yaitu tanyakan pada orang yang seumur kita telah berhasil membaca Al Quran atau belajar kepada siapa saja yang bisa membaca Al Quran, segera mungkin jangan di tunda nanti terlambat, dan juga jangan dipikirkan. Kata kuncinya masalah adalah jangan pernah dipikirkan, atau jangan pernah menghindarinya, tetapi dicari jalan keluarnya atau solusinya dengan cara berbagi, menanyakan, atau belajar dari orang lain yang telah berhasil mengatasi masalah yang sama dengan masalah yang kita hadapi sekarang.

6. Jangan sekali-kali kita berdiskusi atau membahas masalahnya, dengan menuduh orang lain sebagai kambing hitam atau menuduh diri kita, sehingga diri kita sangat merasa bersalah, tetapi hadapilah semua masalah dan diskusikan dan atau bicarakan, dan atau cari, dapatkan jalan keluarnya, tidak perlu bicarakan masalahnya, karena masalahnya itu telah terjadi tidak perlu di permasalahkan lagi atau di bicarakan lagi. 

7. Bila kita mendapatkan masalah atau menemukan masalah dalam hidup dan kehidupan kita, sebaiknya harus segera diselesaikan dan atau dipecahkan, dan atau dicari jalan keluarnya dan atau solusinya, karena bila tidak masalah tersebut akan membesar dan berubah wujud dari masalah menjadi musibah. Bila sudah jadi musibah, membutuhkan energi yang lebih banyak, bahkan materi juga lebih banyak, dan juga pasti lebi
h banyak pihak yang dirugikan.


Salam Sukses Selalu ....

Minggu, 05 Juni 2016

Masa Depan Ada Di Tangan Kita

Banyak orang yang mengatakan, dan sering kita dengar bahwa masa depan kita berada di tangan kita sendiri apa maksudnya ? 
Bila kita kaji lebih jauh lagi, bahwa Tuhan Yang Maha Esa, memberikan tanda-tanda / isyarat tentang kehidupan yang tersirat maupun yang tersurat di muka bumi ini, baik di alam maupun di dalam diri kita sendiri sebagai manusia. Coba kita rentangkan telapak tangan ke hadapan muka, lihat tampak tertulis huruf “M”, baik di tangan kanan, maupun ditangan kiri, huruf “M” itu dapat melambangkan atau petunjuk untuk kita dalam menjalani hidup ini, yaitu hidup kita bisa menjadi melarat atau miskin, dan juga hidup kita bisa maju dan makmur, kita bisa memilihnya, karena hidup itu memang harus memilih.
Huruf “M” yang ada di tangan kiri menggambarkan sikap-sikap dan tingkah laku kita yang buruk atau negative, dan harus dihilangkan, Contoh :
Huruf “M” di telapak tangan kiri berarti :
  1. Melarat atau Miskin disebabkan oleh :
  2. Malas (malas menjalani hidup), Manja (tidak bisa mandiri), Main (berjudi ), Minum (Mabok-mabokan), Madon ( Main Wanita), Maling (nyolong, ngrampok), Madat (Narkoba), Molor (Tidur melulu).
Penjelasannya: Kehidupan kita bisa, miskin dan melarat seumur hidup kalau dalam kehidupan kita selalu melakukan huruf “M” yang ada di tangan kiri kita, jadi huruf “M” yang tersirat di tangan kiri kita bisa jadikan cermin bahwa hidup kita gagal karena terlalu banyak “M” yang ada ditelapak tangan sebelah  kiri yang kita lakukan. Kenapa kalau memberi sesuatu  pakai tangan kiri terkesan tidak sopan ? Kenapa, maaf, setelah buang hajat / air besar kita membersihkannya pakai tangan kiri itu tandanya sebagai isyarat bahwa huruf “M” yang ada dikiri harus di musnakan atau di buang atau disembunyikan dan jangan sekali-kali dilakukan.
Sebaliknya Huruf “M” yang ada di telapak tangan sebelah Kanan kita menggambarkan sikap-sikap dan tingkah laku kita yang baik atau positif, dan harus dilaksanakan dan dikembangkan setiap saat. Contoh:
Huruf “M” di telapak tangan Kanan berarti :
  1. Makmur, di sebabkan oleh ;
  2. Mau (memiliki Kemauan yang kuat), Motivasi (Memiliki motivasi hidup yang tinggi), Minat (Memiliki Minat yang kuat), Menang ( Memiliki jiwa pemenang), Maju (selalu berpikir maju).
Penjelasannya : Hidup dan kehidupan kita akan menajdi Makmur, karena kita selalu melakuikan huruf “M” yang tersirat di telapak tangan sebelah kanan. Kenanpa kalau member sesuatu ke pada orange lain menggunakan tangan kanan ? Karena tangan kanan di anggap sopan, dan kenapa tangan kanan tidak dipakai untuk membersihkan pada saat setelah buang air besar ? Karena tangan kanan selalu digunakan dan harus tampak bersih, karena tangan kanan juga biasa di gunakan untuk makan.
Untuk itu lah huruf “M” yang ada di telapak tangan sebelah kanan harus kita lakukan setiap saat dalam kehidupan kita. Negara yang hebat juga karena huruf “M”, yaitu kehidupan rakyatnya makmur, karena negaranya memiliki devisa / pemasukan atau uang yang jumlahnya (karena huruf : “M”) = Milyard-tan juta dollar. Begitu juga Unit Bisnis kita atau perusahanan kita atau perusahaan lainnya, perusahan tersebut akan menjadi besar dan sehat kalau omset penjualannya atau Net Profitnya (karena huruf ; “M”) = Milyard-ran  rupiah.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa bila ingin masa depan Tenaga Penjual mau sukses dan berhasil atau kita semua, maka hilangkanlah sikap-sikap negatif, dan perbanyak sikap-sikap positif, karena keberhasilan kita tergantung dari sikap kita dalam menjalani kehidupan ini.
Bila dalam kenyataannya dan kita hitung dalam prosentase, maka 98 % masa depan kita ada di tangan kita, sedangakan hanya 2 % dari bantuan orang lain atau pimpinan. Oleh karena itu mari kita letakan masa depan kita ditangan yang tepat yaitu tangan kita sendiri.



Salam Sukses Selalu .....