Selasa, 30 September 2014

Sukses Dan Gagal


Sukses itu artinya maju dan maju terus, Contoh: Bulan lalu Tenaga Penjual tidak capai target, bulan ini capai target, bahkan melebihi target itu sukses,  hari ini Tenaga Penjual tidak dapat order besok dapat order 2, itu sukses, karena kemarin tidak dapat, hari ini dapat order. 

Sukses itu sama dengan terus - menerus mencoba, Contoh : Seorang Tenaga Penjual tanpa rasa putus asa, berjuang terus mencari order, walaupun terus menerus mendapat penolakan dari calon konsumen, Tenaga Penjual tersebut, tanpa mengurangi sedikitpun semangatnya, terus menerus mencoba menawarkan kepada setiap calon konsumen yang diketemukannya, walaupun telah 20 calon konsumen yang telah dikunjunginya, Tenaga Penjual terus meningkatkan jumlah kunjungannya kepada calon konsumen,  sehingga akhirnya Tenaga Penjual tersebut berhasil mendapatkan order, dan karena mencoba terus mengakibatkan keterampilan Tenaga Penjual tersebut meningkat.Contoh: Lainnya misalnya penemu listrik, Thomas Alfa Edison, melakukan percobaan sebanyak 9998 kali, mengalami kegagalan, baru pada percobaan yang 9999 kali, dapat berhasil dan sukses menemukan lampu pijar yang benar-benar menyala dengan terangnya.

Semua orang berhak sukses termasuk diri kita sendiri dari manapun kita berasal, siapapun kita, dan apapun kita. Orang sukses selalu menjadi majikan dari dirinya sendiri, Contohnya: Memiliki sikap mental yang positif, tidak sedikitpun menyia-nyiakan waktunya, kalau bekerja selalu semangat, antusias (bekerja dengan semangat Tuhan), pantang menyerah, berjuang tanpa batas, berjuang habis-habisan, optimis, bekerja keras, rajin, tekun, selalu berdoa, dan selalu menyadari bahwa hidup itu keras kalau kitanya lemah, males, dan selalu banyak alasan dan hidup itu mudah kalau kitanya keras, maksudnya keras pada diri kita sendiri, tidak memanjakan diri sendiri, selalu positif dalam menghadapi hidup dan kehidupannya.

Banyak orang sukses karena mereka orang-orang yang memiliki keteguhan tanpa batas, maksudnya adalah keteguhan dalam mencapai tujuan hidupnya. Inilah salah satu dari sekian banyak kiat atau cara menjadi sukses atau rahasia untuk menjadi SUKSES. Berdasarkan penjelasan diatas, berarti untuk menjadi sukses adalah keterampilan yang bisa dipelajari, bukan bakat yang menyertai kita sejak lahir, kita mengasahnya sendiri dan  atau mempelajarinya dari orang lain.

Orang yang sukses selalu menggunakan waktu dan pikirannya secara optimal, dan selalu bersikap mental positif dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Sukses itu sebenarnya adalah akibat, akibat dari kebiasaan-kebiasaan yang baik, benar, dan positif yang kita lakukan setiap hari, setiap saat, terus menerus dan berkesinambungan.

Gagal itu artinya berhenti mencoba, dan tidak pernah mencoba lagi, Contoh: Seorang Tenaga Penjual gagal mendapatkan satu order walaupun di sudah bekerja menawarkannya  selama satu minggu, kalau Tenaga Penjual ini  berhenti menawarkan atau keluar jadi Tenaga Penjual atau tidak berprofesi lagi sebagai tenaga penjual, maka Tenaga Penjual itu gagal menjadi Tenaga Penjual, atau gagal menjual barang. Jadi intinya gagal itu karena kita tidak mau mencoba lagi, atau berhenti untuk mencoba dan  seumur hidupnya. (selesai, habis, berhenti ).

Orang yang gagal itu sering disebabkan dari sikapnya sendiri, Contohnya: Tidak optimal memanfaatkan waktu dan pikirannya dalam bekerja dan kehidupannya, membuang-buang waktu masa mudanya, tidak pernah mau berpikir untuk menjadi orang yang sukses dan maju, selalu bersikap negatif, pesimis, putus asa, tidak mau kerja keras, tidak semangat, tidak memiliki tanggung jawab, tidak memiliki kesadaran diri, dan lain-lain, sehingga orang gagal itu menjadi korban dari sikapnya sendiri.

Kenapa ada orang yang realtif usianya lebih muda hidupnya lebih baik atau lebih sukses, sementara ada orang yang usianya realtif lebih tua hidupnya tidak berhasil atau tidak sukses ? Apanya sebabnya. Diskusi dan jawabnya ada pada penjelasan di atas.

SALAM SUKSES SANGAT LUARBIASA ...


Selasa, 16 September 2014

The Solution is Cost

"... if we are talking about all problems, especially about business, the solution is cost ...." Inilah pemahaman awal yang harus kita mengerti bila suatu saat nanti kita harus memiliki dan membangun suatu bisnis pribadi. Besar atau kecilnya bisnis yang akan kita bangaun sangat tergantung dari refleksi  visi, misi pribadi kita sendiri. Bila kita menemukan hambatan baik di segala aspek kehidupan, maupun dalam dunia bisnis sekalipun, sangatlah bijak bila kita harus menemukan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. Masalah yang kita hadapi tidak hanya cukup dipikirkan, kenapa ..... ?  Karena pengalaman dan pemikiran kita sendiri terbatas, inilah yang selalu sering kita mendengar orang berkata "sulit melakukannya, jalan keluarnya sulit saya sudah berusaha keras tidak ketemu-temu." 

Tanpa disadari bahwa bila kita mengatakan sulit melakukan sesuatu, itu tandanya pengalaman, pemahaman, dan keterampilan kita terbatas atau tidak cukup untuk mengatasi masalah yang kita hadapi. Contohnya untuk meningkatkan kinerja tenaga penjual agar lebih produktif lagi, seorang Supervisor penjualan mengatakan  "saya sulit, saya tidak mampu," maka ini menunjukkan bahwa Supervisor penjualan itu, memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang terbatas dalam mengatasi masalah meningkatan kinerja tenaga penjual tersebut.

Hal tersebut harus mau tidak mau harus dicarikan jalan keluarnya, jalan yang sederhana dan paling bijak adalah belajar, kita harus belajar lagi sehingga pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kita bertambah dan mampu dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi ( jadi tidak sekedar hanya dipikirkan), selanjutnya adalah kita mencari jalan keluarnya (bukan hanya sekedar memikirkannya), maksudnya adalah kita mencari orang atau orang lain yang telah mengalami masalah ini dan berhasil keluar dari masalah ini (disekeliling kita banyak orang-orang yang sudah mengalami dan berhasil mengatasi maslah, seperti masalah yang kita hadapi), kita bisa berbagi dan memintanya untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah  dia lakukan sehingga berhasil ketika dia menghadapi masalah yang sama seperti yang kita hadapi.   

Mencari jalan keluar dengan menemukan orang-orang yang telah lebih dulu mengalami masalah yang sama dengan yang kita hadapi dan orang-orang tersebut telah benar teruji mampu mengatasinya adalah hal yang paling sederhana dan bijak, sehingga kita tinggal menerapkannya saja kiat atau langkah mereka, dan mungkin dengan penyesuaian sedikit dengan mengurangai atau menambahkan (eraborasi) agar sesuai dengan masalah yang kita hadapi. Dalam menghadapi masalah dan mencari jalan keuarnya harus ada upaya-upaya tertentu, yang tentu saja memerlukan biaya atau cost yang harus dikeluarkan baik berupa materi, tenaga, dan pemikirannya.

Salam Sukses Dan Bahagia Selalu ...



Target Penjualan





Pada saat saya masih bekerja sebagai sales manager di suatu perusahaan, datanglah seorang tenaga penjual untuk melakukan protes mengenai target yang diberikan kepadanya, dia mengatakan : "Pak target saya ketinggian, bagaimana mungkin saya bisa mencapainya ? Sedangkan bulan kemarin saja  target 30 juta, harus berjuang setengah mati, hampir saja saya tidak capai target, kenapa bulan ini target saya menjadi 50 juta ?" Akhirnya saya  jelaskan singkatnya sebagai berikut:  Saya bertanya kepadanya : "Kamu mau dapat duit lebih banyak dari bulan kemarin ? dia jawab "Tentu mau pak." Lalu saya jawab dengan cepat; "itu jawabnnya kenapa, kamu target bulan ini dinaikan dari 30 juta ke 50 juta." Saya lanjutkan : "Toh, kamu bekerjanya sama, capeknya juga sama, bahkan apa yang kamu kerjakan juga sama, yang beda adalah keiinginan kamu, kemauan kamu, dan mind set kamu, yang ingin mendapatkan uang lebih banyak dari bulan lalu." Selanjutnya saya tanya lagi :"Apakah kamu ingin jadi seorang yang kaya raya ? Jawabnya adalah buat target dalam hidup kamu yang setinggi-tingginya, kamu hanya tinggal mewujudkannya. Bila hanya target menjual, buat target pribadi kamu dan harus beberapa kali lebih besar dari target yang di berikan perusahaan." Tenaga penjual tersebut, merenung dan serasa menyetujuinya, dan dia semakin bertekad untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya melalui profesinya sebagai tenaga penjual. 

Target Penjualan atau sering dikenal oleh Tenaga Penjual sebagai tanggung jawab mereka dalam melakukan penjualan, biasanya di sebutkan dalam bentuk nilai rupiah, atau unit barang, ataupun polis asuransi yang harus mereka dapati atau capai dengan batas waktu tertentu atau biasanya dalam waktu satu bulan. Contoh : Target bulan ini Rp.30 Juta, maka hasil penjualan dari tanggal satu sampai akhir bulan ditanggal 31 harus mencapai akumulasi sebesar Rp.70 Juta, bila lebih maka Tenaga Penjual ini over Target, bila kurang dari Rp.70 Jt, maka Tenaga Penjual itu tidak mencapai target.

Pengertian tentang target banyak juga yang mengartikan sebagai sasaran, tujuan, keinginan, dan sering juga orang mengatakan dan mengkaitkannya target dengan kehidupan atau cita-cita dalam hidup seseorang, dan target itu juga berhubungan dengan tantangan, tujuan, harapan, dan keinginan hidup yang harus dapat dicapai,  bisa diukur, masuk akal untuk dicapai, dan kapan waktunya untuk mencapai target tersebut.
Untuk itu,  Tenaga Penjual atau setiap orang  harus memiliki target dalam menjalani hidup dan kehidupannya sehari-hari, Contoh: lapar targetnya makan, haus targetnya minum, ngantuk targetnya tidur, pacaran targetnya menikah, menikah targetnya punya anak, hidup targetnya bahagia dunia dan akhirat, dan sebagainya.

Mengapa target harus berusaha dicapai, karena target erat sekali hubungannya dengan kualitas kehidupan manusia yang bersangkutan. Contoh : Kita tidak punya target untuk menikah, akhirnya sampai usia lanjut usia kita tidak menikah dan memiliki Istri, Kita tidak menentukan target untuk memiliki rumah, akhirnya kita kerja tidak semangat, apa adanya, tidak punya keinginan untuk bekerja keras dan lain-lain, akhirnya sampai  usia senja kita tidak memiliki rumah, dan sebagainya. 

Sebagai Tenaga Penjual target adalah kewajiban yang harus di capai, karena target itu merupakan harga diri yang dapat berhubungan langsung dengan kualitas kehidupan kita sebagai Tenaga Penjual, semakin tinggi target yang di tetapkan untuk kita capai, maka semakin tinggi juga tanggung jawab kita untuk mencapainya, sehingga semakin tinggilah harga diri kita, dan akhirnya bila kita dapat capai target tersebut, maka makin bertambahlah kualitas hidup kita.

Target bagi tenaga penjual juga berkaitan dengan uang atau penghasilan yang akan didapatkan semakin tinggi target yang dicapai, maka semakin banyak penghasilan yang akan didapatkan, apalagi bila Tenaga Penjual melakukan penjualan melebihi dari target yang ditetapkan, contohnya over target, misal target Rp.70 Jt, mampu menjual Rp.100 Jt, maka penghasilannya akan lebih bertambah banyak. Bila kita dapat menyimpulkan, bahwa sebenarnya target itu adalah sesuatu yang ada didepan dan dihadapan kita, sesuatu itu bisa berupa sasaran hidup, cita-cita hidup, keinginan, tujuan dan sebagainya. 

Untuk mencapai sesuatu yang ada didepan dan dihadapan  kita itu, maka kita harus juga “memiliki” sesuatu, sesuatu ini adalah kemauan yang keras, komitmen yang tinggi, kerja keras, ulet, tekun, pantang menyerah, berani, semangat, disiplin, memiliki mental pejuang, atau mental juara, dan sebagainya, bila  tidak memiliki ini semua dapat dipastikan  tidak akan pernah mencapai target yang telah di tetapkan dan kita tetapkan. Oleh karena itu, cara untuk mencapai target haruslah memiliki sikap - sikap pilihan yang positif dan harus  dilaksanakan dalam  kehidupan kita sehari-hari. Hal ini disebabkan, bahwa Kesuksesan  ditentukan oleh lebih dari 80% dari sikap-sikap positif yang kita miliki dan laksanakan disetiap menjalani kehidupan.

Salam Sukses Selama-lamanya .......
Belajar - Belajar - dan Belajar seumur hidup ........

Senin, 08 September 2014

Sikap Tenaga Penjual



Berbicara, bersikap, dan bertindak ramah tamah, sopan, dan santun  kepada calon konsumen bagi seorang tenaga penjual merupakan keharusan dan hal yang tidak boleh hilang dalam percakapan yang terjadi, karena calon konsumen mengharapkan sekali sikap yang menyenangkan, untuk itu tenaga penjual harus selalu tersenyum, memuji, tidak berdebat, tidak menggurui menjadi pendengar yang baik, bersahabat, menjadi teman curhat yang enak diajak bicara, dan menghormati pendapat calon konsumen.

Selanjutnya    calon konsumen bukan tempat  untuk beradu argumentasi, tetapi orang yang menyatakan keinginannya, kemauannya, dan  minatnya  dan pekerjaan  tenaga penjualah untuk menangani keinginan, kemauan, dan minat calon konsumen tersebut, secara saling menguntungkan baik bagi calon konsumen (konsumen mendapatkan benefit atau keuntungan dari barang yang dibelinya) dan tenaga penjual.(dapat closing / menutup penualannya).
 
Bila hal ini bisa ditampilkan oleh tenaga penjual dapat dipastikan suasana menyenangkan yang selalu diinginkan oleh calon konsumen akan tercipta, yaitu keramah tamahan yang hangat. Penampilan yang baik pada diri tenaga penjual sebenarnya terletak pada tiga ;  pikiran, sikap mental, perkataan, dan perbuatan. Jadi seorang tenaga penjual harus memiliki pikiran yang jernih atau berpikir jernih, berpikiran baik dan positif,  memiliki sikap mental yang positif yaitu dengan tidak berbuat yang melawan atau melakukan perdebatan, berbicara sopan dan satun, ramah dan tamah, dan bertindak atau berbuat simpatik kepada calon konsumen.
.
Keempat hal ini ( pikiran, sikap mental, perkataan, dan perbuatan ) harus ada dan menyatu dalam diri seorang tenaga penjual, sehingga calon konsumen akan mulai tertarik, mulai memperhatikan, dan akhirnya menumbuhkan minat untuk membeli barang dan atau jasa yang kita tawarkan. Tenaga penjual harus memiliki keyakinan yang tinggi untuk dapat berhasil. Keyakinan ini merupakan kekuatan untuk menumbuhkan sikap-sikap positif lainnya seperti keberanian, keseriusan, terus semangat sampai akhir, kesungguhan, percaya diri, proaktif, ulet, gigih atau pantang menyerah, rasa tanggung jawab yang tinggi, antusias (bekerja dengan semangat Tuhan), dan terus berjuang sampai akhir. 

Keyakinan merupakan kekuatan dari dalam diri seseorang yang tumbuh dan muncul karena situasi dan kondisi tertentu akibat dari rangsangan tekanan atau keinginan yang kuat untuk berhasil mewujudkan satu harapan, atau cita-cita yang memiliki nilai yang luhur.

Komitmen adalah sikap yang harus dimiliki siapa saja bila ingin menjadi sukses dan hidup kaya raya, komitmen merupakan tekad yang bulat 100 %, dan daya upaya 100 %  dan harus mencapai apa yang telah di komitmenkan. Komitmen ini untuk diri sendiri bukan untuk orang lain, dan seseorang yang ingin sukses dan hidup kaya raya, harus terus-menerus berusaha dengan sungguh-sungguh mencapainya, tidak akan pernah berhenti sebelum mencapainya, selama jiwa masih di kandung badan, dan terus berusaha mencapainya sampai akhir hayat kita. Contoh: “Seorang berkomitmen ingin menjadi seorang yang  sukses dan kaya raya, memiliki banyak harta dan uang, maka selama hayat masih di kandung badan orang  tersebut harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapainya.

Begitu juga bila seorang tenaga penjual berkomitmen contohnya : “Bulan ini saya harus menjual Rp.100 Juta, maka setiap hari, dia harus mengejar komitmennya dengan serius, sungguh-sungguh, dan bekerja keras, bila bulan ini belum tercapai, maka bulan depan ( bulan selanjutnya) tetap mengejar komitmennya menjual Rp.100 juta, sampai komitmennya tercapai. Tenaga penjual harus berpegang kepada komitmen, dan juga jangan membuat suatu komitmen yang  mungkin tidak dapat kita  capai. Contohnya “Saya berkomitmen ingin menjadi Ivestor yang kaya raya, sementara kita tidak mau belajar dan tidak berani melakukan investasi asset atau kekayaan yang kita miliki."

Tidak menyalahkan orang lain adalah sikap yang harus juga dimiliki oleh tenaga penjual karena sikap ini membantu mereka dalam hal instropeksi diri sendiri, untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilannya, bahwa kegagalan yang menimpanya adalah bukan disebabkan oleh orang lain dan banyak orang, tapi semuanya adalah kesalahan dirinya sendiri. 

Seorang tenaga penjual tidak boleh menyalakan calon konsumen apapun alasannya (ingat konsumen adalah raja), bila calon konsumen itu tidak jadi untuk membeli barang yang ditawarkannya, begitu juga bila tidak dapat mencapai target yang ditentukan, jangan juga menyalahkan pimpinannya atau bagian gudang dan pengiriman, hal ini penting agar kita selalu belajar dari kesalahan yang kita alami dan mengambil hikmah yang terkandung dari pengalaman tersebut untuk dijadikan bahan perbaikan selanjutnya di kemudian hari. 

SALAM BERJUANG SAMPAI AKHIR ....

Minggu, 07 September 2014

Berpikir Positif Tenaga Penjual



Berpikir positif yang dimaksudkan disini adalah sebelum, sedang, dan sesudah   menanggapi, menjawab, dan menyelesaikan sesuatu,  kejadian, persoalan atau masalah, kita selalu berpikir  baik,  melihat semua kejadian atau persoalan  dari sisi baiknya,   dan selalu ada hikmah yang baik yang dapat kita ambil dan peroleh dan dapat kita gunakan sebagai pelajaran atau pegangan dalam menjalani kehidupan kita selanjutnya. 

Contoh :  Ada seorang tenaga penjual bulan ini tidak dapat mencapai target, padahal menurutnya dia  sudah bekerja keras dan mati-matian. Menerima Kenyataan ini, ia tidak marah-marah dengan perasaan hatinya yang sangat kesal /marah, kepada dirinya sendiri atau orang lain, misalnya di marahi analisnya, karena banyaknya map ordernya di tolak, ia menyalahkan Supervisornya, karena tidak membantunya dalam hal mengurus map-map ordernya yang masih harus dilengkapi lagi datanya, dan menyalahkan perusahaan karena banyak barang yang tidak ada barang (TAB), sehingga banyak map order yang di ACC, sehingga gagal di kirim bulan ini, maka tenaga penjual ini berpikir positif, dia menerima ini sebagai kenyataan nyata sebagai akibat perbuatannya atau kesalahannya sendiri, dan berpikir atas kejadian ini pasti ada hikmah atau pelajaran  yang bisa diambilnya, misalnya dijadikan pengalaman agar bulan berikutnya harus lebih giat, lebih semangat, dan lebih focus lagi dalam bekerja, sehingga bisa mencapai target.

Seandainya saja tenaga penjual tersebut menyalakan orang lain, situasi, dan kondisi yang ada dan tidak mau atau tidak bisa mengambil hikmah atau pelajaran atas kejadian yang dia hadapi, maka tenaga penjual tersebut memiliki pikiran yang negatif atau sedang  berpikir negatif terhadap masalah atau kejadian yang dialaminya.

Manfaat dan kegunan berpikir positif adalah untuk mengatasi semua permasalahan, kejadian, musibah, dan atau perlakuan yang kita hadapi atau alami, sehinga dapat di atasi dengan baik dan kita tidak mendapatkan kerugian  dan atau kegagalan. 

Kesimpulannya manfaat berpikir positif itu adalah untuk mengatasi atau mencegah kegagalan. Kegagalan dalam menjalani, menghadapi, mengatasi semua tantangan dalam menjalani dan mencapi tujuan kehidupan.

Cara untuk selalu memiliki pikiran yang positif adalah :

  1. Melihat semua masalah, kejadian, situasi dan kondisi secara keseluruhan, serta selanjutnya selalu melihat segala sesuatunya dari sisi baiknya atau positifnya, atau fokus pada sisi yang baiknya saja.
  2. Selalu mengerti, memahami, dan meyakini bahwa semua yang ada dan yang terjadi, pasti selalu bisa diambil hikmahnya atau pelajaran yang baik dan  bermanfaat untuk diri dan kehidupan kita..
  3. Bila kondisi dan situasi terpaksa dan memaksa kita untuk harus melimpahkan kesalahan kepada orang lain dan banyak orang,  kita harus terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap diri kita sendiri terlebih dahulu, apa memang diri kita tidak bersalah, atau telah melakukan hal yang benar sesuai dengan Standar Operatin Prosedure atau Sistem dan prosedur yang berlaku atau norma-norma perusahaan dan atau masyarakat yang berlaku..
  4. Dalam menghadapi sesuatu hal, kejadian, masalah,  dan atau hal-hal yang sangat kurang menyenangkan atau tidak dan kurang baik yang menimpa diri dan kehidupan kita, janganlah  terburu-buru dan terlalu cepat, serta mudah menuduh atau melimpahkan segala kesalahan kepada orang lain atau banyak orang. Bila hal tersebut semuanya merupakan tugas dan tanggung jawab kita, serta sudah menjadi resiko kita yang harus kita pikul, terimalah sebagai akibat langsung yang logis yang harus kita terima dan hadapi dengan jantan dan sportif, dan selanjutnya kita ambil pelajaran dan hikmah dari hal tersebut di atas..
  5. Bagaimana kita bisa mengetahui kita sedang berpikir positif atau dan sedang berpikir negatif, caranya adalah periksalah suasana perasaan hati kita, bila   sedang  marah, kesal, dan benci terhadap situasi, kondisi, seseorang, kejadian, dan lain-lain, berarti kita sedang berpikir negatif, tapi bila perasaan kita sedang senang, tenang, gembira, dan ceria, berarti kita sedang berpikiran positif.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa untuk dapat selalu berpikir positif, maka jagalah suasana hati kita untuk selalu tenang, selalu membuat prasangka yang baik terhadap semua hal, dan selalu bersyukur terhadap semua yang ada, semua yang terjadi, dan semua yang kita alami.
Bila suatu saat perasaan hati sedang marah, kesal, benci, dendam, dan lain-lain, segeralah kita tenangkan hati kita, dengan selalu melihat dan merasakan hal-hal kebaikan yang akan kita dapatkan dari semua yang kita alami.

Bila kita berpikir positif terhadap sesuatu, maka akan menggerakan dan mengarahkan alam lingkungan sekitarnya beserta isinya untuk mendukung, ke arah tindakan-tindakan yang positif dan akhirnya akan memperoleh hasil yang positif. Contoh : Untuk memperoleh map order itu mudah , maka seluruh lingkungan sekitar dan alam beserta isinya mendukung kita ke arah tindakan yang positif, akhirnya memang benar untuk mendapatkan order itu mudah.

Sebaliknya bila kita berpikiran negatif terhadap sesuatu, maka akan memancarkan buah pikiran yang negatif kepada alam lingungan sekitarnya beserta isinya, sehingga mengarahkan kita pada tindakan negatif, dan kita pun memetik hasil yang negatif. Contoh : Mencari order itu sulit sekali, maka seluruh lingkungan sekitar dan alam serta isinya mendukung kita kearah tindakan negatif, dan akhirnya memang sulit sekali untuk mendapatkan order.

Kerjasama Tenaga Penjual



Kerjasama yang dimaksudkan di sini adalah sebagai tenaga penjual harus bisa berkerjasama dengan baik kepada sesama anggota dalam groupnya dan juga dengan Supervisornya atau pimpinannya, begitupun dengan seluruh bagian yang ada di kantornya yang secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan proses pekerjaaan yang tenaga penjual lakukan. Contohnya saling bantu membantu dalam pelaksanaan pekerjaan demi mencapai tujuan yang akan dicapai, yaitu pencapai target penjualan group tersebut, dan masing-masing anggota selalu saling mengingatkan, saling berbagi, selalu saling mengahargai, semua anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama, semua anggota berusaha untuk meningkatkan, menumbuh kembangkan dan menjaga kekompakan teamnya.  

Bentuk atau wujud nyata dari kerjasama yang dapat dilakukan oleh tenaga penjual, dengan memberikan kontribusi terbaiknya, yaitu untuk target pribadi tenaga penjual tersebut harus sudah dapat dicapainya, bahkan usahakan sampai over target, selanjutnya membantu supervisor atau pimpinannya untuk mencapai target Groupnya, Contohnya: Membantu sesama tenaga penjual yang masih belum target dengan melakukan joint visit atau pendampingan dilapangan dalam melakukan penjualan, membantu melakukan follow up map order, membantu Supervisor dalam melakukan perekrutan man power untuk memenuhi kebutuhan anggota group tersebut, dan sebagainya.

Jadi Kerjasama dapat pula diartikan sebagai satu pola pikir, satu pola sikap, dan satu pola tindakan dalam mencapai tujuan dari satu kelompok, yaitu Group tenaga penjuan tersebut. Contohnya: Seorang Supervisor memiliki Target Groupnya adalah 500 Juta, maka seluruh anggotanya harus sama pemikirtannya dangan Supervisor tersebut, jadi dalam pikiran para tenaga penjualannya adalah bagaimana mencapai 500 juta,  Begitu juga sikap seluruh tenaga penjualnya dalam bekerja mengacu kepada angka 500 juta, begitupun tindakannya dalam bekerja juga harus mengacu 500 juta, tentunya setelah di lakukan break target ke masing-masing anggota tenaga penjual yang dimiliki Supervisor tersebut, yang menjadi kewajiban yang harus dicapai atau di penuhi oleh setiap tenaga penjual tersebut.

Kenapa manusia wajib bekerjasama ? Sebab manusia dilahirkan didunia ini fitrahnya adalah hasil kerjasama,(sehingga disebut manusia sebagai makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri, tanpa bantuan orang lain), yaitu kerjasama antar kedua orang tua kita, adanya kehendak Tuhan Yang Maha Esa, dokter atau bidan bersalin, dan lain-lain. Begitupun dalam menjalani kehidupannya mulai dari bayi hingga remaja, dewasa, hingga  usia lanjut dan meninggal pasti masih membutuhkan  atau memerlukan kerjasama dengan orang lain.
Contoh : Kalau kita meninggal kita pasti membutuhkan kerjasama seperti pak Ustad untuk memandikan dan mengurus jenazah kita, masyarakan atau orang-orang disekitar kita untuk mensholatkan, dan mengusung kita, dan juga penggali kubur. Oleh karena itu, bila ada orang yang tidak mau bekerjasama, maka orang tersebut fitrahnya adalah bukan manusia tetapi makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Percaya Diri Tenaga Penjual



Sebagai seorang tenaga penjual atau siapapun juga apapun profesinya percaya kepada diri sendiri (PD), merupakan syarat yang penting dan harus kita miliki untuk melakukan dan mempercepat pencapaian visi, harapan, tujuan, keinginan, dan cita-cita yang kita impikan atau idam-idamkan. 

Dalam hubungannya dengan profesi tenaga penjual, percaya diri sangat amat penting, karena setiap hari pekerjaan kita dituntut untuk bertemu dengan orang lain dan banyak orang atau calon konsumen, untuk menawarkan, mempengaruhi, membujuk, merayu dan menumbuhkan minat calon konsumen untuk membeli produk atau jasa yang kita tawarkan.

Apa yang harus tenaga penjual lakukan supaya memiliki dan meningkatkan percaya dirinya, banyak hal yang dapat dilakukan seperti :
Apapun alasannya percaya diri itu tidak akan tumbuh dan berkembang menjadi lebih kuat,  bila tenaga penjual tidak memiliki keberanian dan kemampuan untuk menerima tanggung jawab dan merasa nyaman (enak) melakukannya.. Contoh: Supervisor atau pimpinan penjualan mengatakan kepada seorang tenaga penjual : “Bulan ini kamu harus naik targetnya bukan 30 juta lagi tapi menjadi 50 Juta, bila tenaga penjual itu mengatakan: “ Siap Pak, laksanakan ... ! Saya bersedia dan mampu mencapai target 50 juta, ini berarti si tenaga penjual ini berani menerima dan melaksanakan tanggung jawab yang di tugaskan dengan nyaman, walau mungkin lebih berat dari sebelumnya. Berani mengambil risiko dan menerima tanggung jawab yang lebih besar dari biasanya dan dilakukan dengan nyaman mencerminkan tenaga penjual ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan kuat, sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada atau kesempatan yang diberikan oleh atasannya.
Setiap tenaga penjual selalu harus mengembangkan nilai-nilai positif kesemua yang ada di dalam diri kita, Contohnya: Berpikir positif, berbicara positif, bersikap positif, dan bertindak positif baik bagi diri kita sendiri maupun dalam hubungannya dengan orang lain, dan banyak orang. Sehingga bila nilai-nilai positif sudah menjadi budaya dalam kehidupan kita, maka rasa percaya diri kita akan berkembang dengan sendirinya menjadi lebih baik lagi.
Melihat, membaca, mengetahui, dan memahami potensi diri yang kita miliki. Potensi diri ini dimaksudkan adalah kita memiliki tubuh atau fisik yang sehat dan harus selalu kita dijaga kebugarannya, begitu juga kita memiliki mental dan pikiran yang sehat dan juga harus selalu dijaga kestabilan dan keseimbangannya, serta sikap yang selalu positif harus dijaga jangan sampai teracuni oleh sikap-sikap negatif. Bila kita memiliki potensi diri yang baik dan selalu prima, secara otomatis kepercayaan diri kita akan tumbuh dan terus berkembang lebih tinggi dan lebih kuat lagi.
Selalu berani dan mampu mengambil risiko. Kepercayan diri tidak akan dapat bertumbuh dan berkembang menjadi lebih tinggi dan lebih kuat, tanpa keberanian dan kemampuan untuk mengambil risiko yang akan diterimanya, walau resiko itu akan menyakitkan dirinya atau mengancam posisinya atau kehilangan sesuatu dari dirinya, misalnya penghasilannya menjadi sedikit. Contohnya: seorang tenaga penjual yang cukup berhasil di promosikan sebagai Supervisor, tentu dia akan kehilangan penghasilan yang besar karena setiap bulan tenaga penjual ini selalu over target, karena penghasilan sebagai Tenaga Penjual tidak terbatas, sedangkan bila menjadi Supervisor penghasilannya berkurang walaupun jabatannya atau gengsinya naik, tapi tenaga penjual ini menerima promosi tersebut dengan prisnsip dicobanya dulu dengan sungguh-sungguh, bila gagal berarti merupakan ujian atau uang sekolah untuknya, bila berhasil tenaga penjual tersebut mendapatkan semuanya baik jabatannya serta gaji, insentif, tunjangan jabatan akan di perolehnya dan bisa melebihi penghasilannya sewaktu menjadi tenaga penjual.      
Setiap saat harus selalu menolak setiap masukan atau saran yang bersifat negatif atau tidak bermanfaat atau merugikan. Dalam mengembangan percaya diri sangat perlu juga kita memilah-milah mana saran yang positif dan mana saran yang negatif, sehingga kita paham dan tidak memperoleh masukan atau saran atau masukan negatif yang dapat melemahkan, melunturkan, dan bahkan menghilangkan percaya diri yang kita miliki.
Untuk selalu menumbuh kembangkan, menguatkan, menjaga, dan terus meningkat kepercayaan diri kita, saran-saran yang ada tentunya yang positif sajalah yang dapat kita ikuti dan laksanakan, sehingga kestabilan dan keseimbangan pikiran, sikap mental, perkataan, dan tindakan kita selalu terjaga.
Menjadikan, hambatan, kesulitan, keterbatasan, ketidaktahuan, penderitaan, ketidaknyamanan,  dan keresahan bukan hanya dijadikan sebagai tantangan yang menantang dan harus diselesaikan, tetapi lebih dari itu, itu semua kita jadikan sahabat karib kita atau “orang tua” kita yang selalu mendampingi dalam kehidupan kita sehari-hari dalam melakukan pekerjaan kita sebagai tenaga penjual. 
Dengan demikian kita sudah tebiasa dengan hal-hal seperti ini, dan sesuai dengan jam terbang, pengalaman, pengetahuan, kebiasaan-kebiasaan berpikir positif, bersikap positif, berkata positif, dan berbuat positif, serta keterampilan yang kita miliki, dapat dipastikan kita mampu dan dapat menyelesaikan masalah-masalah  tersebut dengan tidak terlalu menyusulitkan, menyusahkan, dan merepotkan. hal ini lah yang dapat mengakibatkan percaya diri kita akan terjaga dan selalu bertumbuh dan berkembang menjadi lebih tinggi dan lebih kuat lagi.


Elbert Hubbard (Ahli Psikologi) :
Delapan Rumus Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Tenaga Penjual
  1. Aku percaya bahwa setiap ide, jasa ataupun barang yang baik, dapat dijual kepada orang yang baik, dengan cara-cara yang baik pula, dan pada dasarnya semua orang adalah baik, asal didekati dengan cara yang baik.
  2. Aku percaya bahwa ide, jasa maupun produk yang kujual adalah baik, dan oleh karenanya aku yakin akan mencapai sukses dalam pekerjaanku.
  3. Aku telah mengambil ketetapan hati, untuk bersedia berjerih payah melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain , oleh karenanya aku tidak takut atau berkeluh kesah bila menemui kesulitan, karenanya aku akan memilih menyenangi pekerjaanku.
  4. Aku percaya bahwa setiap orang yang ingin mendapatkan apa yang dicita-citakan, harus bersedia mengerjakannya dengan tekun disertai hasrat yang menyala-nyala. Oleh sebab itu, satu perbuatan yang dilakukan pada saat ini, lebih berharga dari pada dua perbuatan yang dilakukan esok hari. Untuk itu aku tidak akan menyerah sebelum berhasil.
  5. Aku yakin bahwa pekerjaan yang kulakukan hari ini akan membawa kebaikan bagi orang lain, juga bagiku dan karenanya hasilnya pasti kuperoleh pada masa yang akan datang.
  6. Aku berjanji akan berlaku sopan santun, berlaku mulia serta pemurah, ramah, dan selalu gembira, menghargai  persahabatan dan bersaing dengan jujur.
  7. Aku percaya, bahwa di mana-mana selalu tersedia pekerjaan bagi setiap orang yang sudah siap sedia melakukannya.
  8. Aku percaya bahwa aku sudah siap sekarang juga.
Note : Delapan rumus kepercayaan diri ini  adalah rumus kepercayaan kepada diri sendiri, yang dianjurkan untuk dibaca keras-keras untuk kepentingan sendiri.

SALAM SUKSES, SEJAHTERA, DAN BAHAGIA SELALU ...